Senin, 17 November 2008

Sastra, MPU, dan Persoalan Lingkungan

Ahmadun Yosi Herfanda
http://republika.co.id/

Masalah lingkungan dan jejak alam pada sastra menjadi tema penting dalam Temu Sastra III Mitra Praja Utama (MPU), yang berlangsung di Hotel Panorama Lembang, Bandung, 4-6 November 2008. Selain menempatkan sastra dan lingkungan hidup sebagai tema acara, jejak alam pada sastra menjadi salah satu tema diskusi.

Persoalan lingkungan, seperti diakui Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf saat membuka acara, memang sedang menjadi perhatian Pemda Provinsi Jabar. Mengikuti semangat peduli lingkungan itu, temu sastra yang diikuti oleh sekitar 60 sastrawan dan peminat sastra dari 10 provinsi anggota MPU itu pun mengambil tema tentang lingkungan.

Temu Sastra MPU yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jabar itu merupakan yang ke-tiga. Untuk pertama kali, Temu Sastra MPU diadakan di Anyer, Banten, dan yang kedua diadakan di Pantai Sanur, Bali -- diselenggarakan oleh Pemprov masing-masing.

Temu sastra ini diselenggarakan secara bergiliran oleh 10 provinsi anggota MPU. Semula dua tahun sekali, namun kini menjadi setahun sekali dan tahun depan (2009) giliran Pemprov Jawa Tengah sebagai penyelenggara -- direncanakan akan digelar di kawasan Borobudur.

Peserta Temu Sastra MPU cukup terbatas. Tiap provinsi hanya mendapat jatah lima peserta (4 sastrawan dan 1 birokrat) yang akomodasinya ditanggung Panitia. Jika akan menambah jumlah peserta, maka menjadi tanggungan Pemprov masing-masing. Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta selalu mengirimkan peserta terbanyak. Tahun ini, misalnya, mengirimkan 15 peserta (11 sastrawan dan 4 birokrat).

Menu utama Temu Sastra MPU meliputi diskusi, pentas sastra (baca puisi dan cerpen), sidang peserta, serta wisata budaya. Di Bandung, temu sastra ini mencatatkan satu langkah maju dengan diterbitkannya dua buku karya peserta yang merupakan salah satu rekomendasi dari Temu Sastra MPU Bali -- yakni buku kumpulan cerpen Sebelum Meledak dan kumpulan puisi Tangga Menuju Langit.

Sedikitnya delapan pembicara ditampilkan pada Temu Sastra MPU Bandung. Maman S Mahayana dan Safrina Noorman membahas jejak alam dalam sastra Indonesia, M Irfan Hidayatullah dan Warih Wisatsana membahas peran komunitas sastra, Beni Setia membahas pengaruh lingkungan dalam proses kreatif, Triyanto Triwikromo membahas sastra dan dunia maya, Jakob Sumarjo membahas manusia dan pantun Sunda, serta Bambang Sugiharto membahas manusia Indonesia dalam sastra mutakhir.

Jejak alam
Sesuai dengan tema acara, sesi diskusi yang menampilkan Maman S Mahayana dan Safrina Noorman penting untuk disimak. Maman membahas jejak alam dalam prosa Indonesia, sedangkan Safrina membahas jejak alam dalam puisi Indonesia.Karya sastra, menurut Maman, selalu mengungkapkan empat konflik laten yang dihadapi manusia: konflik dengan dirinya sendiri, dengan sesama manusia, dengan alam, dan dengan Tuhan.

Jika sastra (novel) diyakini sebagai representasi gagasan sastrawannya ketika berhadapan dengan serangkaian konflik itu, maka jejak alam dalam novel Indonesia mutakhir, kata Maman, laksana potret masyarakat Indonesia dalam memandang dan memperlakukan alam.Dalam hampir semua novel Indonesia, yang coba menempatkan alam tidak sekadar sebagai latar cerita tetapi juga sebagai masalah yang coba diangkatnya, alam bukanlah ancaman yang menakutkan. "Karena itu, alam tidak diperlakukan sebagai problem yang serius," kata Maman.

Bahkan, dalam banyak puisi Indonesia, tambah Maman, alam justru menjadi objek yang penuh pesona, yang inspiring. Maka, jejak alam dalam sastra Indonesia adalah ekspresi kekaguman, keterpesonaan, dan hasrat melakukan persahatan dengan alam. "Alam dalam sastra Indonesia tak tersentuh sebagai problem yang serius," ujarnya.

Dalam puisi, tambah Safrina, alam disikapi secara kontekstual terikat pada ruang dan waktu. Jika pada masa Pujangga Baru muncul puisi-puisi yang memuja alam dalam kerangka pembangunan bangsa dan tanah air, maka dalam perkembangannya alam hadir untuk menyuarakan penindasan atas alam dan berbagai masalah yang terkait dengannya."Penghadiran alam dalam puisi masa kini menyiratkan posisi manusia dalam hubungan mereka dengan alam dan bagaimana sikap serta pandangan mereka terhadap alam," ujar Safrina.

Rekomendasi
Sidang peserta yang diikuti wakil-wakil dari 10 provinsi, dan dipimpin oleh ketua panitia pelaksana Acep Zamzam Noor serta anggota tim kurator Ahda Imran, menghasilkan sembilan rekomendasi. Antara lain, mendukung keputusan MPU untuk menyelenggarakan Temu Sastra MPU setahun sekali, serta memutuskan Provinsi Jawa Tengah sebagai penyelenggara Temu Sastra IV MPU tahun 2009, dan Provinsi Lampung sebagai penyelenggara Temu Sastra V MPU tahun 2010.

Sidang juga merekomendasikan agar tiap provinsi anggota MPU membentuk Mitra Sastra MPU yang bertugas membantu Dinas terkait dalam memilih peserta Temu Sastra MPU dari provinsi masing-masing. Dalam hal ini, sidang juga merekomendasikan agar ada regenerasi sastrawan peserta Temu Sastra MPU dengan tetap melihat karya sebagai pertimbangan utama.

Guna membantu keberangkatan peserta, sidang juga menegaskan kewajiban tiap Pemprov anggota MPU untuk membiayai peserta Temu Sastra MPU dari provinsi masing-masing. Tiap provinsi anggota MPU wajib mengirimkan minimal 7 orang peserta yang terdiri dari 5 orang sastrawan dan 2 orang birokrat dari Dinas terkait.

Direkomendasikan pula agar ada pengamat dari Sekretariat Bersama (Sekber) MPU yang bertugas untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan Temu Sastra MPU, serta perlunya ada sesi diskusi yang menghadirkan pihak Sekber MPU dan birokrat dari Dinas terkait. Sidang juga merekomendasi Trianto Triwikromo serta Dorothe Rosa Herliany untuk menjadi anggota kurator Temu Sastra IV MPU. Penunjukan anggota kurator lainnya dipercayakan kepada Pemprov Jawa Tengah.

Pertunjukan sastra di teras Hotel Panorama berlangsung dua malam berturut-turut. Hampir semua peserta mendapat giliran untuk membacakan karya-karya mereka -- puisi dan penggalan cerpen. Dengan cukup memukau, Dede Yusuf pun dua kali tampil membacakan sajak. Penampilan pertama sendiri, dan penampilan kedua berduet dengan penyair Dina Oktaviani.

Tidak ada komentar:

A Rodhi Murtadho A. Azis Masyhuri A. Qorib Hidayatullah A.C. Andre Tanama A.S. Laksana Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi WM Abdul Malik Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Adi Prasetyo Afnan Malay Afrizal Malna Afthonul Afif Aguk Irawan M.N. Agus B. Harianto Agus Himawan Agus Noor Agus R. Sarjono Agus Sri Danardana Agus Sulton Agus Sunyoto Agus Wibowo Ahda Imran Ahmad Fatoni Ahmad Maltup SA Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Musthofa Haroen Ahmad Suyudi Ahmad Syubbanuddin Alwy Ahmad Tohari Ahmad Y. Samantho Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ajip Rosidi Akhmad Sekhu Akmal Nasery Basral Alex R. Nainggolan Alexander G.B. Almania Rohmah Alunk Estohank Amalia Sulfana Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminullah HA Noor Andari Karina Anom Andi Nur Aminah Anes Prabu Sadjarwo Anindita S Thayf Anindita S. Thayf Anitya Wahdini Anton Bae Anton Kurnia Anung Wendyartaka Anwar Nuris Anwari WMK Aprinus Salam APSAS (Apresiasi Sastra) Indonesia Ardus M Sawega Arie MP Tamba Arief Budiman Ariel Heryanto Arif Saifudin Yudistira Arif Zulkifli Arifi Saiman Aris Kurniawan Arman A.Z. Arsyad Indradi Arti Bumi Intaran Ary Wibowo AS Sumbawi Asarpin Asbari N. Krisna Asep Salahudin Asep Sambodja Asti Musman Atep Kurnia Atih Ardiansyah Aulia A Muhammad Awalludin GD Mualif Aziz Abdul Gofar B. Nawangga Putra Badaruddin Amir Bagja Hidayat Bakdi Sumanto Balada Bale Aksara Bambang Agung Bambang Kempling Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Bedah Buku Beni Setia Benni Indo Benny Arnas Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Duka Berita Utama Bernando J Sujibto Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Bonari Nabonenar Bre Redana Brunel University London Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budiman S. Hartoyo Buku Kritik Sastra Bung Tomo Burhanuddin Bella Butet Kartaredjasa Cahyo Junaedy Cak Kandar Caroline Damanik Catatan Cecep Syamsul Hari Cerbung Cerpen Chairil Anwar Chamim Kohari Chavchay Saifullah Cornelius Helmy Herlambang D. Zawawi Imron Dad Murniah Dadang Sunendar Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Danarto Daniel Paranamesa Dante Alighieri David Krisna Alka Deddy Arsya Dedi Pramono Delvi Yandra Deni Andriana Denny Mizhar Dessy Wahyuni Dewan Kesenian Lamongan (DKL) Dewey Setiawan Dewi Rina Cahyani Dewi Sri Utami Dian Hartati Diana A.V. Sasa Dianing Widya Yudhistira Dina Jerphanion Djadjat Sudradjat Djasepudin Djoko Pitono Djoko Saryono Dodiek Adyttya Dwiwanto Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dony P. Herwanto Dorothea Rosa Herliany Dr Junaidi Dudi Rustandi Dwi Arjanto Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Dwijo Maksum E. M. Cioran E. Syahputra Egidius Patnistik Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Darmoko Eko Hendrawan Sofyan Eko Triono Elisa Dwi Wardani Ellyn Novellin Elokdyah Meswati Emha Ainun Nadjib Endro Yuwanto Eriyanti Erwin Edhi Prasetya Esai Evi Idawati F Dewi Ria Utari F. Dewi Ria Utari Fadlillah Malin Sutan Kayo Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fajar Alayubi Fakhrunnas MA Jabbar Fanani Rahman Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fazabinal Alim Fazar Muhardi Felix K. Nesi Festival Sastra Gresik Fikri. MS Frans Ekodhanto Fransiskus X. Taolin Franz Kafka Fuad Nawawi Gabriel García Márquez Gde Artawa Geger Riyanto Gendhotwukir Gerakan Surah Buku (GSB) Ging Ginanjar Gita Pratama Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gufran A. Ibrahim Gunoto Saparie Gusty Fahik H. Rosihan Anwar H.B. Jassin Hadi Napster Halim HD Halimi Zuhdy Hamdy Salad Hamsad Rangkuti Han Gagas Haris del Hakim Hary B Kori’un Hasan Junus Hasnan Bachtiar Hasta Indriyana Hasyuda Abadi Hawe Setiawan Helvy Tiana Rosa Hendra Makmur Hepi Andi Bastoni Herdiyan Heri KLM Heri Latief Heri Ruslan Herman Hasyim Hermien Y. Kleden Hernadi Tanzil Herry Lamongan Heru Emka Hikmat Gumelar Holy Adib Hudan Hidayat Humam S Chudori I Nyoman Darma Putra I Nyoman Suaka I Tito Sianipar Ian Ahong Guruh IBM. Dharma Palguna Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IDG Windhu Sancaya Iffah Nur Arifah Ignas Kleden Ignasius S. Roy Tei Seran Ignatius Haryanto Ignatius Liliek Ika Karlina Idris Ilham Khoiri Imam Muhtarom Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Rosyid Imron Tohari Indah S. Pratidina Indiar Manggara Indra Tranggono Indrian Koto Insaf Albert Tarigan Ipik Tanoyo Irine Rakhmawati Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Norman Istiqomatul Hayati Iswara N Raditya Iverdixon Tinungki Iwan Gunadi Iwan Nurdaya Djafar Jadid Al Farisy Jakob Sumardjo Jamal D. Rahman Jamrin Abubakar Janual Aidi Javed Paul Syatha Jay Am Jaya Suprana Jean-Paul Sartre JJ. Kusni Joanito De Saojoao Jodhi Yudono John Js Joko Pinurbo Joko Sandur Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Junaidi Abdul Munif Jusuf AN Karya Lukisan: Andry Deblenk Kasnadi Katrin Bandel Kedung Darma Romansha Khairul Mufid Jr Ki Panji Kusmin Kingkin Puput Kinanti Kirana Kejora Ko Hyeong Ryeol Koh Young Hun Komarudin Komunitas Deo Gratias Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias Korrie Layun Rampan Kritik Sastra Kurniawan Kuswaidi Syafi'ie Lathifa Akmaliyah Latief S. Nugraha Leila S. Chudori Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember Lenah Susianty Leon Trotsky Linda Christanty Liza Wahyuninto Lona Olavia Lucia Idayani Luhung Sapto Nugroho Lukman Santoso Az Luky Setyarini Lusiana Indriasari Lutfi Mardiansyah M Syakir M. Faizi M. Fauzi Sukri M. Mustafied M. Yoesoef M.D. Atmaja M.H. Abid M.Harir Muzakki Made Wianta Mahmoud Darwish Mahmud Jauhari Ali Majalah Budaya Jejak Makmur Dimila Malkan Junaidi Maman S Mahayana Manneke Budiman Mardi Luhung Mardiyah Chamim Marhalim Zaini Maria Hartiningsih Mariana Amiruddin Martin Aleida Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masuki M. Astro Media Dunia Sastra Media: Crayon on Paper Mega Vristian Melani Budianta Mezra E Pellondou MG. Sungatno Micky Hidayat Mikael Johani Mikhael Dua Misbahus Surur Moch Arif Makruf Mohamad Fauzi Mohamad Sobary Mohamed Nasser Mohamed Mohammad Takdir Ilahi Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Muhibbuddin Muhammad Nanda Fauzan Muhammad Qodari Muhammad Rain Muhammad Subarkah Muhammad Taufiqurrohman Muhammad Yasir Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun AS Muhyidin Mujtahid Munawir Aziz Musa Asy’arie Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Mustofa W Hasyim N. Mursidi Nafi’ah Al-Ma’rab Naqib Najah Narudin Pituin Naskah Teater Nasru Alam Aziz Nelson Alwi Neni Ridarineni Nezar Patria Ni Made Purnamasari Ni Putu Rastiti Nirwan Ahmad Arsuka Nirwan Dewanto Noval Jubbek Novelet Nunung Nurdiah Nur Utami Sari’at Kurniati Nurdin Kalim Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Obrolan Odhy`s Okta Adetya Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Orhan Pamuk Otto Sukatno CR Pablo Neruda Patricia Pawestri PDS H.B. Jassin Pipiet Senja Pramoedya Ananta Toer Pranita Dewi Prosa Proses Kreatif Puisi Puisi Pertemuan Mahasiswa Puji Santosa Pustaka Bergerak PUstaka puJAngga Putu Fajar Arcana Putu Setia Putu Wijaya R. Timur Budi Raja Radhar Panca Dahana Rahmah Maulidia Rahmi Hattani Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rambuana Ramzah Dambul Raudal Tanjung Banua Redhitya Wempi Ansori Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Ria Febrina Rialita Fithra Asmara Ribut Wijoto Richard Strauss Rida K Liamsi Riduan Situmorang Ridwan Munawwar Galuh Riki Dhamparan Putra Rina Mahfuzah Nst Rinto Andriono Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rita Zahara Riza Multazam Luthfy Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Roland Barthes Romi Zarman Romo Jansen Boediantono Rosidi Ruslani S Prana Dharmasta S Yoga S. Jai S.W. Teofani Sabine Müller Sabrank Suparno Safitri Ningrum Saiful Amin Ghofur Sajak Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sarabunis Mubarok Sartika Dian Nuraini Sastra Using Satmoko Budi Santoso Saut Poltak Tambunan Saut Situmorang Sayuri Yosiana Sayyid Madany Syani Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) Sem Purba Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Shiny.ane el’poesya Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sindu Putra Siti Mugi Rahayu Siti Sa’adah Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Slamet Rahardjo Rais Soeprijadi Tomodihardjo Sofyan RH. Zaid Sohifur Ridho’i Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sonya Helen Sinombor Sosiawan Leak Sri Rominah Sri Wintala Achmad St. Sularto STKIP PGRI Ponorogo Subagio Sastrowardoyo Sudarmoko Sudaryono Sudirman Sugeng Satya Dharma Suhadi Sujiwo Tedjo Sukar Suminto A. Sayuti Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Suryadi Suryanto Sastroatmodjo Susilowati Sutan Iwan Soekri Munaf Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Sutrisno Buyil Syaifuddin Gani Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Winarsho AS Tengsoe Tjahjono Th. Sumartana Theresia Purbandini Tia Setiadi Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto TS Pinang Tu-ngang Iskandar Tulus Wijanarko Udo Z. Karzi Umbu Landu Paranggi Universitas Indonesia Urwatul Wustqo Usman Arrumy Usman Awang UU Hamidy Vinc. Kristianto Batuadji Vladimir I. Braginsky W.S. Rendra Wahib Muthalib Wahyu Utomo Wardjito Soeharso Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Sunarta Weni Suryandari Wiko Antoni Wina Karnie Winarta Adisubrata Wiwik Widayaningtias Yanto le Honzo Yanuar Widodo Yetti A. KA Yohanes Sehandi Yudhis M. Burhanudin Yukio Mishima Yulhasni Yuli Yulia Permata Sari Yurnaldi Yusmar Yusuf Yusri Fajar Yuswinardi Yuval Noah Harari Zaki Zubaidi Zakky Zulhazmi Zawawi Se Zen Rachmat Sugito Zuriati