Sigit Susanto
Bukan di Praha, juga bukan di Berlin, tapi di kota kecil Boja dan
Limbangan, Kendal, Jawa Tengah.
Sekitar tahun 2005 di warung remang di depan Taman Ismail Marzuki di
Jakarta, nongkrong beberapa teman penyuka sastra dari komunitas
Apresiasi-Sastra (APSAS). Mereka memintaku bercerita tentang pengalamanku
mengikuti Reading Group novel Ulysses di Yayasan James Joyce di Zürich,
Switzerland, sekaligus bercerita tentang ziarahku ke makam Franz Kafka di
Praha.
Wahyaning wahyu tumelung, tulus tan kena tinegor (wirid hidayat jati, R.Ng. Ronggowarsito)
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 05 September 2021
Minggu, 25 Juli 2021
Sastra Masa Depan Harus Kembali pada Perenungan
Isbedy Stiawan Z.S. *
Riau Pos, 21 Apr 2013
PADA November 2012 lalu, saya berjumpa lagi dengan penyair asal Madura ini, D. Zawawi Imron, pada acara Pertemuan Pengarang Indonesia (PPI) di Makassar. Setelah beberapa tahun tak bertemu, penulis buku puisi Bantalku Ombak Selimutku Angin ini sudah bertongkat. Kami pun berangkulan.
Riau Pos, 21 Apr 2013
PADA November 2012 lalu, saya berjumpa lagi dengan penyair asal Madura ini, D. Zawawi Imron, pada acara Pertemuan Pengarang Indonesia (PPI) di Makassar. Setelah beberapa tahun tak bertemu, penulis buku puisi Bantalku Ombak Selimutku Angin ini sudah bertongkat. Kami pun berangkulan.
Kamis, 15 Juli 2021
Pengantar ‘Mimpi Jakarta’
Rakhmat Giryadi
Menulis Cerita Pendek Karena Terpaksa
Saya menuls cerita pendek (cerpen) karena terpaksa. Ya, terpaksa saya lakukan karena memang tidak ada yang harus saya lakukan selain menulis cerpen. Karena terpaksa saya menulis cerpen dengan tangan di kertas folio bergaris. Saya menulis cerpen, karena hanya pada cerpen saya bisa ‘berbuat’.
Menulis Cerita Pendek Karena Terpaksa
Saya menuls cerita pendek (cerpen) karena terpaksa. Ya, terpaksa saya lakukan karena memang tidak ada yang harus saya lakukan selain menulis cerpen. Karena terpaksa saya menulis cerpen dengan tangan di kertas folio bergaris. Saya menulis cerpen, karena hanya pada cerpen saya bisa ‘berbuat’.
Minggu, 16 Mei 2021
Rabu, 05 Mei 2021
Sabtu, 27 Maret 2021
Senin, 01 Februari 2021
Gerilya Penulis Pemberontak
Fahrudin Nasrulloh *
Pontianak Post & jawapos.com
SETIAP penulis berdiri genting di kecamuk proses kreatifnya. Karena ia menyadari telah terlempar ke dunia, dirayapi gamang, terhirup waktu, diterbangkan iman. Telanjur sudah ia berlaga di padang kurusetra yang tak habis-habis itu. Sementara manusia lain, yang gentar nerjang nan alpa atas segala, cuma jadi ternak-ternak Tuhan belaka.
Pontianak Post & jawapos.com
SETIAP penulis berdiri genting di kecamuk proses kreatifnya. Karena ia menyadari telah terlempar ke dunia, dirayapi gamang, terhirup waktu, diterbangkan iman. Telanjur sudah ia berlaga di padang kurusetra yang tak habis-habis itu. Sementara manusia lain, yang gentar nerjang nan alpa atas segala, cuma jadi ternak-ternak Tuhan belaka.
Minggu, 31 Januari 2021
Kasus Film Binatang Jalang Chairil Anwar: “KEKHILAFAN”???
Kekhilafan atau Keawaman plus Kemalasan???
Sunlie Thomas AlexanderKok si wartawan Kompas NAWA TUNGGAL itu tidak berani mengakui keawamannya sendiri dalam ulasannya pada Kompas Minggu lalu? Ini malah cuma ngutip klarifikasi si Exan Zen di Facebook doang seolah-olah ia sendiri tidak punya salah apa-apa dalam ulasannya terdahulu! Seolah-olah yang salah cuma si Exan saja! Sementara si Exan juga seolah-olah hendak melemparkan kesalahan kepada Gasbanter Journal dan analisa ngawur Listi Mora Rangkuti di Riausastra.com!
Selasa, 29 Desember 2020
Iman Budhi Santosa (IBS) dan Kami
Sohifur Ridho’i
Radar Madura, 20 Des 2020
Acap saya mendengar sebuah lelucon di kalangan sastrawan di Jogjakarta ketika mempercakapkan tentang puisi dan/atau penyair Madura. Misalnya, ”kalau kamu nyebrang dari Surabaya ke Madura, pulang-pulangnya kamu sudah jadi penyair.” Atau, ”di Madura, kalau kamu lempar batu ke atas, ketika turun batu itu sudah jadi penyair.” Misalnya lagi, ”jangan kelamaan parkir motor di UIN, nanti motormu jadi penyair.”
Radar Madura, 20 Des 2020
Acap saya mendengar sebuah lelucon di kalangan sastrawan di Jogjakarta ketika mempercakapkan tentang puisi dan/atau penyair Madura. Misalnya, ”kalau kamu nyebrang dari Surabaya ke Madura, pulang-pulangnya kamu sudah jadi penyair.” Atau, ”di Madura, kalau kamu lempar batu ke atas, ketika turun batu itu sudah jadi penyair.” Misalnya lagi, ”jangan kelamaan parkir motor di UIN, nanti motormu jadi penyair.”
Kamis, 12 November 2020
Sudah diterbitkan majalah Koreana edisi musim gugur 2020!
MUSIM GUGUR DI TENGAH PANDEMI CORONA
Koh Young Hun *
Keindahan musim gugur yang selalu ditunggu setiap tahunnya, tahun ini menjadi sangat berbeda. Bisa jadi guguran daun-daun ginko dan maple tak lagi terinjak kaki. Masyarakat Korea harus menahan diri untuk tetap tinggal di rumah. Corona memberikan pesan alam agar manusia lebih peduli lagi terhadap lingkungan flora dan fauna, tidak boleh abai terhadap pentingnya menjaga dan merawat alam.
Koh Young Hun *
Keindahan musim gugur yang selalu ditunggu setiap tahunnya, tahun ini menjadi sangat berbeda. Bisa jadi guguran daun-daun ginko dan maple tak lagi terinjak kaki. Masyarakat Korea harus menahan diri untuk tetap tinggal di rumah. Corona memberikan pesan alam agar manusia lebih peduli lagi terhadap lingkungan flora dan fauna, tidak boleh abai terhadap pentingnya menjaga dan merawat alam.
Senin, 20 Juli 2020
Minggu, 14 Juni 2020
Minggu, 17 Mei 2020
Senin, 09 September 2019
Minggu, 29 April 2018
Nurel Javissyarqi di Gerakan Surah Buku (GSB)
Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia di Kelas GSB
Sabena Jogja
Awalludin GD Mualif
Gerakan Surah Buku (GSB) bersama Nurel Javissyarqi
Tanggal 27-28 April 2018, Pukul 21.00-03.00 WIB
Kelas GSB Sabena Jl. Taman Siswa
No: 13 a, Wirogunan, Yogyakarta.
Jumat, 23 Februari 2018
Jejak Langkah Damiri Mahmud
badanbahasa.kemdikbud.go.id
Salah seorang sastrawan yang terkenal dari Sumatera Utara adalah Damiri Mahmud. Damiri adalah putra asli Sumatera Utara. Damiri lahir di Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara, tanggal 17 Januari 1945. Ia merupakan putra bungsu dari pasangan H. Mahmud Khatib dan Hj. Siti Rahmah. Pada usia 27 tahun, ia mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi seorang gadis yang bernama Mariani (lahir tanggal 31 Desember 1949). Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai enam orang anak, tetapi dua di antara anaknya telah meninggal dunia. Anaknya yang ada saat ini adalah Fahmi, Chairunnisa, Kurnia, dan Siti Hidayati. Dari anak-anaknya yang telah menikah, Damiri mendapat empat orang cucu.
Salah seorang sastrawan yang terkenal dari Sumatera Utara adalah Damiri Mahmud. Damiri adalah putra asli Sumatera Utara. Damiri lahir di Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara, tanggal 17 Januari 1945. Ia merupakan putra bungsu dari pasangan H. Mahmud Khatib dan Hj. Siti Rahmah. Pada usia 27 tahun, ia mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi seorang gadis yang bernama Mariani (lahir tanggal 31 Desember 1949). Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai enam orang anak, tetapi dua di antara anaknya telah meninggal dunia. Anaknya yang ada saat ini adalah Fahmi, Chairunnisa, Kurnia, dan Siti Hidayati. Dari anak-anaknya yang telah menikah, Damiri mendapat empat orang cucu.
Minggu, 07 Januari 2018
Memeriksa Klaim Pelopor Sastra NTT, Apa Benar Gerson Poyk Pelopornya?
Gusty Fahik *
Pos Kupang, 21 Nov 2017
Perdebatan menarik terjadi di sebuah grup media sosial berlabel Komunitas Sastra NTT. Salah satu topik perdebatan adalah pertanyaan tentang siapa pelopor sastra NTT?
Sebelumnya, Yohanes Sehandi (selanjutnya disingkat YS) mempublikasikan hasil penelusurannya, dimana YS menyimpulkan bahwa pelopor sastra NTT adalah Gerson Poyk (GP).
Pos Kupang, 21 Nov 2017
Perdebatan menarik terjadi di sebuah grup media sosial berlabel Komunitas Sastra NTT. Salah satu topik perdebatan adalah pertanyaan tentang siapa pelopor sastra NTT?
Sebelumnya, Yohanes Sehandi (selanjutnya disingkat YS) mempublikasikan hasil penelusurannya, dimana YS menyimpulkan bahwa pelopor sastra NTT adalah Gerson Poyk (GP).
Sabtu, 16 Desember 2017
AKU DAN PUISIKU (Sekilas Catatan Proses Kreatif)
Iverdixon Tinungki
iverdixontinungki.blogspot.co.id
Sejatinya, jalan menuju puisi adalah jalan tanpa ujung berhenti. Semacam upaya terus menerus membongkar diri, mencari penghayatan yang dalam dan sublim tentang hidup dan kehidupan. Karena ada yang selalu menarik untuk diburu, ada yang selalu meminta untuk ditulis. Kesadaran dan perasaan ini barangkali yang muncul dalam ungkapan, “puisi yang baik dan indah selalu berupa puisi yang belum ditulis”.
iverdixontinungki.blogspot.co.id
Sejatinya, jalan menuju puisi adalah jalan tanpa ujung berhenti. Semacam upaya terus menerus membongkar diri, mencari penghayatan yang dalam dan sublim tentang hidup dan kehidupan. Karena ada yang selalu menarik untuk diburu, ada yang selalu meminta untuk ditulis. Kesadaran dan perasaan ini barangkali yang muncul dalam ungkapan, “puisi yang baik dan indah selalu berupa puisi yang belum ditulis”.
Kamis, 19 Oktober 2017
Perseteruan dalam Dunia Sastra Indonesia
Irine Rakhmawati
kompasiana.com/irinerakhmawati
Seperti banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari, ruang sastra di Indonesia ternyata juga tidak terlepas dari beragam konflik. Dan tulisan ini, hanya dimaksudkan sebagai wacana belaka berdasarkan pengamatan pribadi selama beberapa tahun belakangan.
kompasiana.com/irinerakhmawati
Seperti banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari, ruang sastra di Indonesia ternyata juga tidak terlepas dari beragam konflik. Dan tulisan ini, hanya dimaksudkan sebagai wacana belaka berdasarkan pengamatan pribadi selama beberapa tahun belakangan.
Jumat, 22 September 2017
Langganan:
Postingan (Atom)
A Rodhi Murtadho
A. Azis Masyhuri
A. Qorib Hidayatullah
A.C. Andre Tanama
A.S. Laksana
Abdul Aziz Rasjid
Abdul Hadi WM
Abdul Malik
Abdurrahman Wahid
Abidah El Khalieqy
Acep Iwan Saidi
Acep Zamzam Noor
Adi Prasetyo
Afnan Malay
Afrizal Malna
Afthonul Afif
Aguk Irawan M.N.
Agus B. Harianto
Agus Himawan
Agus Noor
Agus R. Sarjono
Agus Sri Danardana
Agus Sulton
Agus Sunyoto
Agus Wibowo
Ahda Imran
Ahmad Fatoni
Ahmad Maltup SA
Ahmad Muchlish Amrin
Ahmad Musthofa Haroen
Ahmad Suyudi
Ahmad Syubbanuddin Alwy
Ahmad Tohari
Ahmad Y. Samantho
Ahmad Yulden Erwin
Ahmad Zaini
Ahmadun Yosi Herfanda
Ajip Rosidi
Akhmad Sekhu
Akmal Nasery Basral
Alex R. Nainggolan
Alexander G.B.
Almania Rohmah
Alunk Estohank
Amalia Sulfana
Amien Wangsitalaja
Aming Aminoedhin
Aminullah HA Noor
Andari Karina Anom
Andi Nur Aminah
Anes Prabu Sadjarwo
Anindita S Thayf
Anindita S. Thayf
Anitya Wahdini
Anton Bae
Anton Kurnia
Anung Wendyartaka
Anwar Nuris
Anwari WMK
Aprinus Salam
APSAS (Apresiasi Sastra) Indonesia
Ardus M Sawega
Arie MP Tamba
Arief Budiman
Ariel Heryanto
Arif Saifudin Yudistira
Arif Zulkifli
Arifi Saiman
Aris Kurniawan
Arman A.Z.
Arsyad Indradi
Arti Bumi Intaran
Ary Wibowo
AS Sumbawi
Asarpin
Asbari N. Krisna
Asep Salahudin
Asep Sambodja
Asti Musman
Atep Kurnia
Atih Ardiansyah
Aulia A Muhammad
Awalludin GD Mualif
Aziz Abdul Gofar
B. Nawangga Putra
Badaruddin Amir
Bagja Hidayat
Bakdi Sumanto
Balada
Bale Aksara
Bambang Agung
Bambang Kempling
Bamby Cahyadi
Bandung Mawardi
Bedah Buku
Beni Setia
Benni Indo
Benny Arnas
Benny Benke
Bentara Budaya Yogyakarta
Berita Duka
Berita Utama
Bernando J Sujibto
Berthold Damshauser
Binhad Nurrohmat
Bonari Nabonenar
Bre Redana
Brunel University London
Budi Darma
Budi Hutasuhut
Budi P. Hatees
Budiman S. Hartoyo
Buku Kritik Sastra
Bung Tomo
Burhanuddin Bella
Butet Kartaredjasa
Cahyo Junaedy
Cak Kandar
Caroline Damanik
Catatan
Cecep Syamsul Hari
Cerbung
Cerpen
Chairil Anwar
Chamim Kohari
Chavchay Saifullah
Cornelius Helmy Herlambang
D. Zawawi Imron
Dad Murniah
Dadang Sunendar
Damhuri Muhammad
Damiri Mahmud
Danarto
Daniel Paranamesa
Dante Alighieri
David Krisna Alka
Deddy Arsya
Dedi Pramono
Delvi Yandra
Deni Andriana
Denny Mizhar
Dessy Wahyuni
Dewan Kesenian Lamongan (DKL)
Dewey Setiawan
Dewi Rina Cahyani
Dewi Sri Utami
Dian Hartati
Diana A.V. Sasa
Dianing Widya Yudhistira
Dina Jerphanion
Djadjat Sudradjat
Djasepudin
Djoko Pitono
Djoko Saryono
Dodiek Adyttya Dwiwanto
Dody Kristianto
Donny Anggoro
Donny Syofyan
Dony P. Herwanto
Dorothea Rosa Herliany
Dr Junaidi
Dudi Rustandi
Dwi Arjanto
Dwi Fitria
Dwi Pranoto
Dwi S. Wibowo
Dwicipta
Dwijo Maksum
E. M. Cioran
E. Syahputra
Egidius Patnistik
Eka Budianta
Eka Kurniawan
Eko Darmoko
Eko Hendrawan Sofyan
Eko Triono
Elisa Dwi Wardani
Ellyn Novellin
Elokdyah Meswati
Emha Ainun Nadjib
Endro Yuwanto
Eriyanti
Erwin Edhi Prasetya
Esai
Evi Idawati
F Dewi Ria Utari
F. Dewi Ria Utari
Fadlillah Malin Sutan Kayo
Fahrudin Nasrulloh
Faisal Kamandobat
Fajar Alayubi
Fakhrunnas MA Jabbar
Fanani Rahman
Faruk HT
Fatah Yasin Noor
Fatkhul Anas
Fazabinal Alim
Fazar Muhardi
Felix K. Nesi
Festival Sastra Gresik
Fikri. MS
Frans Ekodhanto
Fransiskus X. Taolin
Franz Kafka
Fuad Nawawi
Gabriel García Márquez
Gde Artawa
Geger Riyanto
Gendhotwukir
Gerakan Surah Buku (GSB)
Ging Ginanjar
Gita Pratama
Goenawan Mohamad
Grathia Pitaloka
Gufran A. Ibrahim
Gunoto Saparie
Gusty Fahik
H. Rosihan Anwar
H.B. Jassin
Hadi Napster
Halim HD
Halimi Zuhdy
Hamdy Salad
Hamsad Rangkuti
Han Gagas
Haris del Hakim
Hary B Kori’un
Hasan Junus
Hasnan Bachtiar
Hasta Indriyana
Hasyuda Abadi
Hawe Setiawan
Helvy Tiana Rosa
Hendra Makmur
Hepi Andi Bastoni
Herdiyan
Heri KLM
Heri Latief
Heri Ruslan
Herman Hasyim
Hermien Y. Kleden
Hernadi Tanzil
Herry Lamongan
Heru Emka
Hikmat Gumelar
Holy Adib
Hudan Hidayat
Humam S Chudori
I Nyoman Darma Putra
I Nyoman Suaka
I Tito Sianipar
Ian Ahong Guruh
IBM. Dharma Palguna
Ibnu Rusydi
Ibnu Wahyudi
IDG Windhu Sancaya
Iffah Nur Arifah
Ignas Kleden
Ignasius S. Roy Tei Seran
Ignatius Haryanto
Ignatius Liliek
Ika Karlina Idris
Ilham Khoiri
Imam Muhtarom
Imam Nawawi
Imamuddin SA
Iman Budhi Santosa
Imron Rosyid
Imron Tohari
Indah S. Pratidina
Indiar Manggara
Indra Tranggono
Indrian Koto
Insaf Albert Tarigan
Ipik Tanoyo
Irine Rakhmawati
Isbedy Stiawan Z.S.
Iskandar Norman
Istiqomatul Hayati
Iswara N Raditya
Iverdixon Tinungki
Iwan Gunadi
Iwan Nurdaya Djafar
Jadid Al Farisy
Jakob Sumardjo
Jamal D. Rahman
Jamrin Abubakar
Janual Aidi
Javed Paul Syatha
Jay Am
Jaya Suprana
Jean-Paul Sartre
JJ. Kusni
Joanito De Saojoao
Jodhi Yudono
John Js
Joko Pinurbo
Joko Sandur
Joni Ariadinata
Jual Buku Paket Hemat
Junaidi Abdul Munif
Jusuf AN
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Kasnadi
Katrin Bandel
Kedung Darma Romansha
Khairul Mufid Jr
Ki Panji Kusmin
Kingkin Puput Kinanti
Kirana Kejora
Ko Hyeong Ryeol
Koh Young Hun
Komarudin
Komunitas Deo Gratias
Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias
Korrie Layun Rampan
Kritik Sastra
Kurniawan
Kuswaidi Syafi'ie
Lathifa Akmaliyah
Latief S. Nugraha
Leila S. Chudori
Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember
Lenah Susianty
Leon Trotsky
Linda Christanty
Liza Wahyuninto
Lona Olavia
Lucia Idayani
Luhung Sapto Nugroho
Lukman Santoso Az
Luky Setyarini
Lusiana Indriasari
Lutfi Mardiansyah
M Syakir
M. Faizi
M. Fauzi Sukri
M. Mustafied
M. Yoesoef
M.D. Atmaja
M.H. Abid
M.Harir Muzakki
Made Wianta
Mahmoud Darwish
Mahmud Jauhari Ali
Majalah Budaya Jejak
Makmur Dimila
Malkan Junaidi
Maman S Mahayana
Manneke Budiman
Mardi Luhung
Mardiyah Chamim
Marhalim Zaini
Maria Hartiningsih
Mariana Amiruddin
Martin Aleida
Marwanto
Mas Ruscitadewi
Masdharmadji
Mashuri
Masuki M. Astro
Media Dunia Sastra
Media: Crayon on Paper
Mega Vristian
Melani Budianta
Mezra E Pellondou
MG. Sungatno
Micky Hidayat
Mikael Johani
Mikhael Dua
Misbahus Surur
Moch Arif Makruf
Mohamad Fauzi
Mohamad Sobary
Mohamed Nasser Mohamed
Mohammad Takdir Ilahi
Muhammad Al-Fayyadl
Muhammad Amin
Muhammad Muhibbuddin
Muhammad Nanda Fauzan
Muhammad Qodari
Muhammad Rain
Muhammad Subarkah
Muhammad Taufiqurrohman
Muhammad Yasir
Muhammad Zuriat Fadil
Muhammadun AS
Muhyidin
Mujtahid
Munawir Aziz
Musa Asy’arie
Musa Ismail
Musfi Efrizal
Mustafa Ismail
Mustofa W Hasyim
N. Mursidi
Nafi’ah Al-Ma’rab
Naqib Najah
Narudin Pituin
Naskah Teater
Nasru Alam Aziz
Nelson Alwi
Neni Ridarineni
Nezar Patria
Ni Made Purnamasari
Ni Putu Rastiti
Nirwan Ahmad Arsuka
Nirwan Dewanto
Noval Jubbek
Novelet
Nunung Nurdiah
Nur Utami Sari’at Kurniati
Nurdin Kalim
Nurel Javissyarqi
Nurhadi BW
Obrolan
Odhy`s
Okta Adetya
Orasi Budaya Akhir Tahun 2018
Orhan Pamuk
Otto Sukatno CR
Pablo Neruda
Patricia Pawestri
PDS H.B. Jassin
Pipiet Senja
Pramoedya Ananta Toer
Pranita Dewi
Prosa
Proses Kreatif
Puisi
Puisi Pertemuan Mahasiswa
Puji Santosa
Pustaka Bergerak
PUstaka puJAngga
Putu Fajar Arcana
Putu Setia
Putu Wijaya
R. Timur Budi Raja
Radhar Panca Dahana
Rahmah Maulidia
Rahmi Hattani
Rakai Lukman
Rakhmat Giryadi
Rambuana
Ramzah Dambul
Raudal Tanjung Banua
Redhitya Wempi Ansori
Reiny Dwinanda
Remy Sylado
Resensi
Revolusi
Ria Febrina
Rialita Fithra Asmara
Ribut Wijoto
Richard Strauss
Rida K Liamsi
Riduan Situmorang
Ridwan Munawwar Galuh
Riki Dhamparan Putra
Rina Mahfuzah Nst
Rinto Andriono
Riris K. Toha-Sarumpaet
Risang Anom Pujayanto
Rita Zahara
Riza Multazam Luthfy
Robin Al Kautsar
Robin Dos Santos Soares
Rodli TL
Rofiqi Hasan
Roland Barthes
Romi Zarman
Romo Jansen Boediantono
Rosidi
Ruslani
S Prana Dharmasta
S Yoga
S. Jai
S.W. Teofani
Sabine Müller
Sabrank Suparno
Safitri Ningrum
Saiful Amin Ghofur
Sajak
Salamet Wahedi
Salman Rusydie Anwar
Samsudin Adlawi
Sapardi Djoko Damono
Sarabunis Mubarok
Sartika Dian Nuraini
Sastra Using
Satmoko Budi Santoso
Saut Poltak Tambunan
Saut Situmorang
Sayuri Yosiana
Sayyid Madany Syani
Sejarah
Sekolah Literasi Gratis (SLG)
Sem Purba
Seno Gumira Ajidarma
Seno Joko Suyono
Shiny.ane el’poesya
Sigit Susanto
Sihar Ramses Simatupang
Sindu Putra
Siti Mugi Rahayu
Siti Sa’adah
Siwi Dwi Saputro
Sjifa Amori
Slamet Rahardjo Rais
Soeprijadi Tomodihardjo
Sofyan RH. Zaid
Sohifur Ridho’i
Soni Farid Maulana
Sony Prasetyotomo
Sonya Helen Sinombor
Sosiawan Leak
Sri Rominah
Sri Wintala Achmad
St. Sularto
STKIP PGRI Ponorogo
Subagio Sastrowardoyo
Sudarmoko
Sudaryono
Sudirman
Sugeng Satya Dharma
Suhadi
Sujiwo Tedjo
Sukar
Suminto A. Sayuti
Sunaryono Basuki Ks
Sungatno
Sunlie Thomas Alexander
Suryadi
Suryanto Sastroatmodjo
Susilowati
Sutan Iwan Soekri Munaf
Sutardji Calzoum Bachri
Sutejo
Sutrisno Buyil
Syaifuddin Gani
Taufiq Ismail
Taufiq Wr. Hidayat
Teguh Winarsho AS
Tengsoe Tjahjono
Th. Sumartana
Theresia Purbandini
Tia Setiadi
Tjahjono Widarmanto
Tjahjono Widijanto
TS Pinang
Tu-ngang Iskandar
Tulus Wijanarko
Udo Z. Karzi
Umbu Landu Paranggi
Universitas Indonesia
Urwatul Wustqo
Usman Arrumy
Usman Awang
UU Hamidy
Vinc. Kristianto Batuadji
Vladimir I. Braginsky
W.S. Rendra
Wahib Muthalib
Wahyu Utomo
Wardjito Soeharso
Wawan Eko Yulianto
Wawancara
Wayan Sunarta
Weni Suryandari
Wiko Antoni
Wina Karnie
Winarta Adisubrata
Wiwik Widayaningtias
Yanto le Honzo
Yanuar Widodo
Yetti A. KA
Yohanes Sehandi
Yudhis M. Burhanudin
Yukio Mishima
Yulhasni
Yuli
Yulia Permata Sari
Yurnaldi
Yusmar Yusuf
Yusri Fajar
Yuswinardi
Yuval Noah Harari
Zaki Zubaidi
Zakky Zulhazmi
Zawawi Se
Zen Rachmat Sugito
Zuriati



