Senin, 08 Oktober 2018

Sastrawan Tengsoe Tjahjono Luncurkan Buku “60 Kali Oktober”

Penulis: Benni Indo
Editor: Yuli
suryamalang.tribunnews 7 Okt 2018

Merayakan usianya yang ke-60, sastrawan Tengsoe Tjahjono merayakannya dengan meluncurkan buku berjudul 60 Kali Oktober, Minggu (7/10/2018). Tak seperti pada perayaan ulang tahun umumnya, justru perayaan ulang tahun Tengsoe bernuansa diskusi.

Ulang tahunnya dimeriahkan dengan kumpul bersama dan bedah buku 60 Kali Oktober di kediamannya di Sawojajar, Kota Malang.

Keluarga, para koleganya yang beragam latar belakang hadir turut merayakan ulang tahun. Ada musisi, sastrawan, guru, dosen hingga wartawan.

“Peristiwa kelahiran bukanlah hal luar biasa. Kelahiran merupakan keniscayaan yang tak mungkin ditolak bagi yang hidup,” kata Tengsoe seperti yang tertulis di buku 60 Kali Oktober.

Tulisan itu mengawali sejumlah cerita dan puisi yang berada di dalam buku berhalaman 178 itu. Pria kelahiran Jember, 3 Oktober 1960 itu sengaja memilih konsep perayaan ulang tahun dengan diskusi. Lelaki yang tumbuh besar di Kabupaten Banyuwangi itu ingin bersyukur karena hingga usianya yang ke-60, banyak dilalui bersama keluarga dan kerabat dekatnya.

Diskusi yang dilakukan bersama kerabat dekatnya itu, selain menyambung tali silaturahmi, juga untuk menggelorakan semangat berkarya. Musikalisasi puisi yang dibawakan oleh Anto Yunus menjadi momentum pembuka perayaan ulang tahunnya.

“Karena melampaui usia ini sebetulnya tidak mudah juga. Bentuk syukur bisa bermacam-macam. Karena saya ini kan banyak kawan dalam konteks berkesenian dan sastra. Maka bagus sekali beryukur bersama teman-teman,” ujar Tengsoe.

Dilanjutkan Tengsoe, secara batin, berkesenian, dan sosial mereka yang mendukungnya hingga seperti saat ini. Katanya, tanpa orang-orang terdekat yang mencintainya, ia tidak bisa menjadi seperti ini.

“Maka saya membuat buku, diisi oleh 87 penyair di Indonesia. Dengan tema waktu dan musim karena saya pikir hidup harus bercermin pada filosofi waktu dan musim,” tegasnya, Minggu (7/10/2018).

Sejumlah sastrawan yang juga teman dekat Tengsoe tampak hadir. Di antaranya ada Yusri Fajar, Abdul Mukhid, dan Eka Budianta. Selain diskusi, para tamu juga berkesempatan membaca puisi.
***

Tengsoe berharap, hadirnya sejumlah tamu undangan dari yang muda hingga tua bisa memberikan spirit berkarya khususnya karya sastra. Kata Tengsoe, dalam konteks bersastra tidak melihat batasan usia. Melainkan melihat kualitas karyanya.

“Di buku ini saja mencerminkan kekuatannya merata. Jadi masing-masing punya kekuatan. Masing-masing punya karakter. Tidak terbatas oleh usia,” paparnya.

Lelaki yang pernah mengajar Bahasa dan Sastra Indonesia di Hankuk University, Korea Selatan itu juga mengaku selalu menjaga nuansa usia muda dalam karya-karyanya. Tengsoe mengatakan bahasa dalam karyanya banyak terinspirasi dari para anak-anak muda yang dia ajak berdiskusi.

“Belajar dengan yang muda sehingga karyanya kelihatan muda. Kerendahan hati untuk belajar, meskipun kepada yang lebih muda itu juga penting,” katanya memberi saran.

Yusri Fajar, sastrawan yang juga rekan sejawat Tengsoe mengatakan ultah yang dikonsep dengan diskusi sastra mencerminkan kalau Tengsoe adalah seorang sastrawan.

“Saya pikir memang karena pak Tengsoe adalah sastrawan, ultah seperti ini lebih mengena. Dalam arti penulis, pegiat seni dan sastra sehingga mereka ikut serta merayakan. Dengan cara ini juga bisa mengekspresikan kesan mereka terhadap pak Tengsoe,” katanya.

Yusri mengenal Tengsoe sebagai sosok yang bisa bergaul dengan siapa saja. Bahka Yusri mengatakan kalau baginya Tengsoe adalah guru.

“Hal ini semakin membuat saya bersemangat. Saya pikir, pak Tengsoe juga akan terjaga spirit dan semangatnya karena rekan-rekannya ada untuk mendukung,” ungkpa Yusri.

Kata Yusri, menjadi sastrawan adalah sebuah kenikmatan yang tidak dibatasi usia. Tengsoe sudah membuktikan hal itu. Selain itu, pergaulan dengan komunitas juga mengantarkan banyak pengalaman dan cerita baru yang bisa menjadi insipirasi untuk membuat karya.

“Karena dengan komunitas kehidupan orang tidak sepi. Akan ada dialog dan diskusi. Kalau di komunitas itu kan bertemu di situ, intinya tua, muda giat berproses sehingga terlecut,” paparnya.
***

Di akhiri Yusri berharap Tengsoe tetap diberi kesehatan agar tetap terus berkarya dan mau menemani proses kreatif orang-orang yang peduli ataupun sedang belajar sastra.

Sekilas tentang Tengose seperti yang tertulis di buku 60 Kali Oktober, ia dilahirkan di Jember pada 3 Oktober 1958. Pada usia tiga tahun ia pindah ke Banyuwangi dan besar di sana.

Ia mengenyam pendidikan di SD Negeri Ngandong-Tegalsari, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri Genteng. Setelah itu melanjutkan ke SPG Negeri Pandan 2 Genteng. Saat di SPG ini, Tengsoe mulai menyukai puisi.

Ia kerap menempelkan karya puisinya di mading sekolah. Para guru yang mengetahui bakat Tengsoe, menyarankan agar Tengsoe melanjutkan pendidikan di IKIP Malang yang kini menjadi Universitas Negeri Malang.

Dalam perjalanan karirnya, Tengsoe beberapa kali menjuarai lomba cipta puisi. Bahkan pada 2012 ia mendapat penghargaan dari Gubernur Jawa Timur sebagai seorang seniman berprestasi. Buku puisinya Meditasi Kimchi memperoleh Anugerah Sutasoma pada 2017 lalu.

Ia juga pernah mengajar di Hankuk University, Korea Selatan sebagai dosen tamu.Saat ini, Tengsoe tengah menggelorakan sebuah aliran sastra baru yakni cerpen tiga paragraf yang populer disebut cerpen pentigraf.
***

Tidak ada komentar:

A Rodhi Murtadho A. Azis Masyhuri A. Qorib Hidayatullah A.C. Andre Tanama A.S. Laksana Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi WM Abdul Malik Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Adi Prasetyo Afnan Malay Afrizal Malna Afthonul Afif Aguk Irawan M.N. Agus B. Harianto Agus Himawan Agus Noor Agus R. Sarjono Agus Sri Danardana Agus Sulton Agus Sunyoto Agus Wibowo Ahda Imran Ahmad Fatoni Ahmad Maltup SA Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Musthofa Haroen Ahmad Suyudi Ahmad Syubbanuddin Alwy Ahmad Tohari Ahmad Y. Samantho Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ajip Rosidi Akhmad Sekhu Akmal Nasery Basral Alex R. Nainggolan Alexander G.B. Almania Rohmah Alunk Estohank Amalia Sulfana Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminullah HA Noor Andari Karina Anom Andi Nur Aminah Anes Prabu Sadjarwo Anindita S Thayf Anindita S. Thayf Anitya Wahdini Anton Bae Anton Kurnia Anung Wendyartaka Anwar Nuris Anwari WMK Aprinus Salam APSAS (Apresiasi Sastra) Indonesia Ardus M Sawega Arie MP Tamba Arief Budiman Ariel Heryanto Arif Saifudin Yudistira Arif Zulkifli Arifi Saiman Aris Kurniawan Arman A.Z. Arsyad Indradi Arti Bumi Intaran Ary Wibowo AS Sumbawi Asarpin Asbari N. Krisna Asep Salahudin Asep Sambodja Asti Musman Atep Kurnia Atih Ardiansyah Aulia A Muhammad Awalludin GD Mualif Aziz Abdul Gofar B. Nawangga Putra Badaruddin Amir Bagja Hidayat Bakdi Sumanto Balada Bale Aksara Bambang Agung Bambang Kempling Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Bedah Buku Beni Setia Benni Indo Benny Arnas Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Duka Berita Utama Bernando J Sujibto Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Bonari Nabonenar Bre Redana Brunel University London Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budiman S. Hartoyo Buku Kritik Sastra Bung Tomo Burhanuddin Bella Butet Kartaredjasa Cahyo Junaedy Cak Kandar Caroline Damanik Catatan Cecep Syamsul Hari Cerbung Cerpen Chairil Anwar Chamim Kohari Chavchay Saifullah Cornelius Helmy Herlambang D. Zawawi Imron Dad Murniah Dadang Sunendar Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Danarto Daniel Paranamesa Dante Alighieri David Krisna Alka Deddy Arsya Dedi Pramono Delvi Yandra Deni Andriana Denny Mizhar Dessy Wahyuni Dewan Kesenian Lamongan (DKL) Dewey Setiawan Dewi Rina Cahyani Dewi Sri Utami Dian Hartati Diana A.V. Sasa Dianing Widya Yudhistira Dina Jerphanion Djadjat Sudradjat Djasepudin Djoko Pitono Djoko Saryono Dodiek Adyttya Dwiwanto Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dony P. Herwanto Dorothea Rosa Herliany Dr Junaidi Dudi Rustandi Dwi Arjanto Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Dwijo Maksum E. M. Cioran E. Syahputra Egidius Patnistik Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Darmoko Eko Hendrawan Sofyan Eko Triono Elisa Dwi Wardani Ellyn Novellin Elokdyah Meswati Emha Ainun Nadjib Endro Yuwanto Eriyanti Erwin Edhi Prasetya Esai Evi Idawati F Dewi Ria Utari F. Dewi Ria Utari Fadlillah Malin Sutan Kayo Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fajar Alayubi Fakhrunnas MA Jabbar Fanani Rahman Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fazabinal Alim Fazar Muhardi Felix K. Nesi Festival Sastra Gresik Fikri. MS Frans Ekodhanto Fransiskus X. Taolin Franz Kafka Fuad Nawawi Gabriel García Márquez Gde Artawa Geger Riyanto Gendhotwukir Gerakan Surah Buku (GSB) Ging Ginanjar Gita Pratama Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gufran A. Ibrahim Gunoto Saparie Gusty Fahik H. Rosihan Anwar H.B. Jassin Hadi Napster Halim HD Halimi Zuhdy Hamdy Salad Hamsad Rangkuti Han Gagas Haris del Hakim Hary B Kori’un Hasan Junus Hasnan Bachtiar Hasta Indriyana Hasyuda Abadi Hawe Setiawan Helvy Tiana Rosa Hendra Makmur Hepi Andi Bastoni Herdiyan Heri KLM Heri Latief Heri Ruslan Herman Hasyim Hermien Y. Kleden Hernadi Tanzil Herry Lamongan Heru Emka Hikmat Gumelar Holy Adib Hudan Hidayat Humam S Chudori I Nyoman Darma Putra I Nyoman Suaka I Tito Sianipar Ian Ahong Guruh IBM. Dharma Palguna Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IDG Windhu Sancaya Iffah Nur Arifah Ignas Kleden Ignasius S. Roy Tei Seran Ignatius Haryanto Ignatius Liliek Ika Karlina Idris Ilham Khoiri Imam Muhtarom Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Rosyid Imron Tohari Indah S. Pratidina Indiar Manggara Indra Tranggono Indrian Koto Insaf Albert Tarigan Ipik Tanoyo Irine Rakhmawati Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Norman Istiqomatul Hayati Iswara N Raditya Iverdixon Tinungki Iwan Gunadi Iwan Nurdaya Djafar Jadid Al Farisy Jakob Sumardjo Jamal D. Rahman Jamrin Abubakar Janual Aidi Javed Paul Syatha Jay Am Jaya Suprana Jean-Paul Sartre JJ. Kusni Joanito De Saojoao Jodhi Yudono John Js Joko Pinurbo Joko Sandur Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Junaidi Abdul Munif Jusuf AN Karya Lukisan: Andry Deblenk Kasnadi Katrin Bandel Kedung Darma Romansha Khairul Mufid Jr Ki Panji Kusmin Kingkin Puput Kinanti Kirana Kejora Ko Hyeong Ryeol Koh Young Hun Komarudin Komunitas Deo Gratias Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias Korrie Layun Rampan Kritik Sastra Kurniawan Kuswaidi Syafi'ie Lathifa Akmaliyah Latief S. Nugraha Leila S. Chudori Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember Lenah Susianty Leon Trotsky Linda Christanty Liza Wahyuninto Lona Olavia Lucia Idayani Luhung Sapto Nugroho Lukman Santoso Az Luky Setyarini Lusiana Indriasari Lutfi Mardiansyah M Syakir M. Faizi M. Fauzi Sukri M. Mustafied M. Yoesoef M.D. Atmaja M.H. Abid M.Harir Muzakki Made Wianta Mahmoud Darwish Mahmud Jauhari Ali Majalah Budaya Jejak Makmur Dimila Malkan Junaidi Maman S Mahayana Manneke Budiman Mardi Luhung Mardiyah Chamim Marhalim Zaini Maria Hartiningsih Mariana Amiruddin Martin Aleida Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masuki M. Astro Media Dunia Sastra Media: Crayon on Paper Mega Vristian Melani Budianta Mezra E Pellondou MG. Sungatno Micky Hidayat Mikael Johani Mikhael Dua Misbahus Surur Moch Arif Makruf Mohamad Fauzi Mohamad Sobary Mohamed Nasser Mohamed Mohammad Takdir Ilahi Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Muhibbuddin Muhammad Nanda Fauzan Muhammad Qodari Muhammad Rain Muhammad Subarkah Muhammad Taufiqurrohman Muhammad Yasir Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun AS Muhyidin Mujtahid Munawir Aziz Musa Asy’arie Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Mustofa W Hasyim N. Mursidi Nafi’ah Al-Ma’rab Naqib Najah Narudin Pituin Naskah Teater Nasru Alam Aziz Nelson Alwi Neni Ridarineni Nezar Patria Ni Made Purnamasari Ni Putu Rastiti Nirwan Ahmad Arsuka Nirwan Dewanto Noval Jubbek Novelet Nunung Nurdiah Nur Utami Sari’at Kurniati Nurdin Kalim Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Obrolan Odhy`s Okta Adetya Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Orhan Pamuk Otto Sukatno CR Pablo Neruda Patricia Pawestri PDS H.B. Jassin Pipiet Senja Pramoedya Ananta Toer Pranita Dewi Prosa Proses Kreatif Puisi Puisi Pertemuan Mahasiswa Puji Santosa Pustaka Bergerak PUstaka puJAngga Putu Fajar Arcana Putu Setia Putu Wijaya R. Timur Budi Raja Radhar Panca Dahana Rahmah Maulidia Rahmi Hattani Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rambuana Ramzah Dambul Raudal Tanjung Banua Redhitya Wempi Ansori Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Ria Febrina Rialita Fithra Asmara Ribut Wijoto Richard Strauss Rida K Liamsi Riduan Situmorang Ridwan Munawwar Galuh Riki Dhamparan Putra Rina Mahfuzah Nst Rinto Andriono Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rita Zahara Riza Multazam Luthfy Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Roland Barthes Romi Zarman Romo Jansen Boediantono Rosidi Ruslani S Prana Dharmasta S Yoga S. Jai S.W. Teofani Sabine Müller Sabrank Suparno Safitri Ningrum Saiful Amin Ghofur Sajak Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sarabunis Mubarok Sartika Dian Nuraini Sastra Using Satmoko Budi Santoso Saut Poltak Tambunan Saut Situmorang Sayuri Yosiana Sayyid Madany Syani Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) Sem Purba Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Shiny.ane el’poesya Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sindu Putra Siti Mugi Rahayu Siti Sa’adah Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Slamet Rahardjo Rais Soeprijadi Tomodihardjo Sofyan RH. Zaid Sohifur Ridho’i Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sonya Helen Sinombor Sosiawan Leak Sri Rominah Sri Wintala Achmad St. Sularto STKIP PGRI Ponorogo Subagio Sastrowardoyo Sudarmoko Sudaryono Sudirman Sugeng Satya Dharma Suhadi Sujiwo Tedjo Sukar Suminto A. Sayuti Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Suryadi Suryanto Sastroatmodjo Susilowati Sutan Iwan Soekri Munaf Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Sutrisno Buyil Syaifuddin Gani Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Winarsho AS Tengsoe Tjahjono Th. Sumartana Theresia Purbandini Tia Setiadi Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto TS Pinang Tu-ngang Iskandar Tulus Wijanarko Udo Z. Karzi Umbu Landu Paranggi Universitas Indonesia Urwatul Wustqo Usman Arrumy Usman Awang UU Hamidy Vinc. Kristianto Batuadji Vladimir I. Braginsky W.S. Rendra Wahib Muthalib Wahyu Utomo Wardjito Soeharso Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Sunarta Weni Suryandari Wiko Antoni Wina Karnie Winarta Adisubrata Wiwik Widayaningtias Yanto le Honzo Yanuar Widodo Yetti A. KA Yohanes Sehandi Yudhis M. Burhanudin Yukio Mishima Yulhasni Yuli Yulia Permata Sari Yurnaldi Yusmar Yusuf Yusri Fajar Yuswinardi Yuval Noah Harari Zaki Zubaidi Zakky Zulhazmi Zawawi Se Zen Rachmat Sugito Zuriati