Minggu, 23 November 2008

Sapardi Mencari Sunyi

Ilham Khoiri
http://cetak.kompas.com/

Sapardi Djoko Damono adalah penyair terkemuka Indonesia yang dikenal dengan puisi-puisi liris. Apakah rumah seniman ini juga bernuansa ”liris”, sebagaimana karakter karya sastranya?

Sebenarnya tidak selalu ada kaitan langsung antara pilihan kesenian dan bentuk rumah seorang penyair. Namun, jika dirunut pelan-pelan, ternyata dua hal itu akhirnya bisa juga bersambungan. Setidaknya, dalam beberapa hal, rumah Sapardi pun cukup mendukung suasana ”liris” itu.

Bagaimana bisa? Coba tengok rumah Sapardi di Kompleks Perumahan Dosen Universitas Indonesia (UI) di kawasan Ciputat, Tangerang, Banten. Di sinilah penyair ini tinggal sehari-hari.

Pohon mangga besar menandai halaman depan rumah yang berada di bagian belakang kompleks perumahan dosen di dekat sempadan Setu Gintung itu. Tak ada perombakan radikal terhadap bangunan. Tampilannya masih mengikuti desain asli rumah dosen yang bersahaja di atas lahan seluas 400-an meter persegi.

Luas bangunannya berapa, Pak? ”Aduh, sebentar,” tukas Sapardi. Dia lantas menghitung petakan-petakan tegel putih sambil melongok ke sekitar. ”Kira-kira 200-an meter persegilah.”

Sapardi semestinya cukup lelah, Rabu (19/3) malam itu. Kegiatannya seharian itu padat. Pagi hari, dia mengajar di Universitas Diponegoro, Semarang. Dari sana, dia langsung terbang ke UI Depok, juga untuk memberi kuliah. Sore hari sampai maghrib, dia tampil lagi sebagai pembicara dalam diskusi sastra di Bentara Budaya Jakarta.

Meski capek, guru besar dan mantan Dekan Fakultas Sastra UI itu tetap bersemangat saat diajak ngobrol. Kebugaran yang dijaga baik-baik jelas menutupi usianya yang sudah 68 tahun. Oh ya, Kamis (20/3) lalu, dia baru berulang tahun. Sapardi lahir di Solo, 20 Maret 1940.

Bersahaja
Kembali ke soal rumah, ”kelirisan” tempat tinggal Sapardi itu pertama-tama terasa dari kebersahajaannya. Suasana itu terbangun dari kelapangan dan kesederhanaan perabot. Hampir tidak ada barang mewah dan besar—apalagi yang berukir-ukir njelimet—yang menyesaki ruangan. Perabot yang hadir benar-benar fungsional, jauh dari kesan berhias-hias.

”Banyak barang bikin sumpek,” papar Sapardi.

Ruang tamu diisi meja dan beberapa kursi. Satu-satunya benda yang mencolok dalam ruang tamu—yang tidak disekat sampai batas dinding belakang itu—adalah rak buku. Rak yang berdiri di belakang kursi tamu itu berukuran sekitar 2,5 meter x 2,5 meter. Tumpukan berbagai buku di kotak-kotak kayu itu tampak menonjol.

Di depan rak, ada ”bale-bale” kayu kecil yang dibuat seperti undakan yang meninggi sekitar 30 sentimeter di atas lantai dasar. Di atas hamparan papan yang dilapisi karpet kuning itu, Sapardi sering membaca buku, menulis, memeriksa hasil kerja mahasiswa, atau tiduran sekenanya.

”Rak dan papan inilah salah satu tambahan penting dalam rumah ini,” katanya.

Selain di ruang tamu, ada dua rak buku lagi, masing-masing diletakkan di kamar belakang dan di kamar santai di dekat kamar mandi. Kamar tidur Sapardi sendiri berada di bagian tengah, berukuran sekitar 3 meter x 4 meter. Ruangan ini dilengkapi meja kerja, meja hias bercermin, serta beberapa lemari pakaian.

”Semua ruangan di rumah ini jadi tempat kerja saya. Saya tak bisa kerja terus di satu tempat. Saya suka pindah-pindah waktu menulis, kadang di meja makan, kamar, atau di atas papan kayu. Itulah enaknya punya laptop,” katanya sambil tersenyum.

Biasanya, penyair itu bekerja sambil ditemani lantunan musik jazz yang dihidupkan dari laptop atau dari VCD player. Banyak jenis jazz yang disukainya, seperti Bob James, Chet Baker, A Coustic Alchemy, atau George Benson. Saat mau tidur pun, dia masih gemar mendengar jazz dari walkman.

Sunyi
Apa yang dicari Sapardi dari kebersahajaan rumah itu? ”Ruang-ruang yang longgar membuat hati lega. Tetapi, yang paling penting, saya memperoleh suasana tenang, sunyi,” katanya.

Sunyi yang diidamkan itu memang mengental dalam rumah tersebut. Pertama-tama, karena Sapardi tinggal sendirian di situ. Jadi, tak ada suara anak-anak atau keriuhan rumah tangga sehari-hari. Hanya sesekali, sahabat datang bertandang.

Kedua, dia sangat menjaga suasana itu. Bahkan, demi ketenangan, dia tidak memasang televisi dan tak langganan koran. ”Televisi itu mengganggu, siksaan. Bunyinya tak bisa dihindari, menguber kita terus. Sementara berita di koran kan umumnya buruk- buruk, hanya bikin marah saja!”

Kesendirian itu bukan tanpa risiko. Pernah, tahun 1998, setelah tiga tahun tinggal sendirian rumah itu, Sapardi jatuh sakit. ”Jantung saya rasanya ’duk, duk, duk’. Saya panggil taksi untuk mengantar ke dokter. Akhirnya saya dirawat tiga hari di rumah sakit,” katanya.

Namun, setelah sembuh, dan lewat beberapa tahun kemudian, Sapardi tak kapok untuk kembali mencari sunyi dengan menyendiri ke rumah ini.

Lalu, apa sejatinya makna kesunyian bagi penyair ini? ”Sunyi itu menyentuh. Dalam sunyi, saya bisa dengarkan bunyi-bunyi yang paling lembut, termasuk bunyi dari tubuh sendiri,” katanya.

Untuk mencapai momen itu, dia kerap tidur sore-sore agar bisa bangun dini hari, sekitar pukul 03.00. Saat itulah dia menemukan rentang waktu yang paling sublim, yang merangsangnya menulis karya sastra (puisi, esai, atau cerita) sampai subuh.

Dari senyap yang mengundang permenungan itulah sebagian puisi Sapardi lahir. Kalangan sastra menyebut karyanya sebagai puisi liris, yaitu puisi yang memproses perkembangan pikiran dan perasaan yang subtil. Subtil, karena diksi-nya tajam, halus, dan rumit, tetapi tak kentara.

Simak saja puisi Sapardi berjudul Aku Ingin yang sangat terkenal itu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:/dengan kata yang tak sempat diucapkan/kayu kepada api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:/dengan isyarat yang tak sempat disampaikan/awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Tidak ada komentar:

A Rodhi Murtadho A. Azis Masyhuri A. Qorib Hidayatullah A.C. Andre Tanama A.S. Laksana Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi WM Abdul Malik Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Adi Prasetyo Afnan Malay Afrizal Malna Afthonul Afif Aguk Irawan M.N. Agus B. Harianto Agus Himawan Agus Noor Agus R. Sarjono Agus Sri Danardana Agus Sulton Agus Sunyoto Agus Wibowo Ahda Imran Ahmad Fatoni Ahmad Maltup SA Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Musthofa Haroen Ahmad Suyudi Ahmad Syubbanuddin Alwy Ahmad Tohari Ahmad Y. Samantho Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ajip Rosidi Akhmad Sekhu Akmal Nasery Basral Alex R. Nainggolan Alexander G.B. Almania Rohmah Alunk Estohank Amalia Sulfana Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminullah HA Noor Andari Karina Anom Andi Nur Aminah Anes Prabu Sadjarwo Anindita S Thayf Anindita S. Thayf Anitya Wahdini Anton Bae Anton Kurnia Anung Wendyartaka Anwar Nuris Anwari WMK Aprinus Salam APSAS (Apresiasi Sastra) Indonesia Ardus M Sawega Arie MP Tamba Arief Budiman Ariel Heryanto Arif Saifudin Yudistira Arif Zulkifli Arifi Saiman Aris Kurniawan Arman A.Z. Arsyad Indradi Arti Bumi Intaran Ary Wibowo AS Sumbawi Asarpin Asbari N. Krisna Asep Salahudin Asep Sambodja Asti Musman Atep Kurnia Atih Ardiansyah Aulia A Muhammad Awalludin GD Mualif Aziz Abdul Gofar B. Nawangga Putra Badaruddin Amir Bagja Hidayat Bakdi Sumanto Balada Bale Aksara Bambang Agung Bambang Kempling Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Bedah Buku Beni Setia Benni Indo Benny Arnas Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Duka Berita Utama Bernando J Sujibto Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Bonari Nabonenar Bre Redana Brunel University London Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budiman S. Hartoyo Buku Kritik Sastra Bung Tomo Burhanuddin Bella Butet Kartaredjasa Cahyo Junaedy Cak Kandar Caroline Damanik Catatan Cecep Syamsul Hari Cerbung Cerpen Chairil Anwar Chamim Kohari Chavchay Saifullah Cornelius Helmy Herlambang D. Zawawi Imron Dad Murniah Dadang Sunendar Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Danarto Daniel Paranamesa Dante Alighieri David Krisna Alka Deddy Arsya Dedi Pramono Delvi Yandra Deni Andriana Denny Mizhar Dessy Wahyuni Dewan Kesenian Lamongan (DKL) Dewey Setiawan Dewi Rina Cahyani Dewi Sri Utami Dian Hartati Diana A.V. Sasa Dianing Widya Yudhistira Dina Jerphanion Djadjat Sudradjat Djasepudin Djoko Pitono Djoko Saryono Dodiek Adyttya Dwiwanto Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dony P. Herwanto Dorothea Rosa Herliany Dr Junaidi Dudi Rustandi Dwi Arjanto Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Dwijo Maksum E. M. Cioran E. Syahputra Egidius Patnistik Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Darmoko Eko Hendrawan Sofyan Eko Triono Elisa Dwi Wardani Ellyn Novellin Elokdyah Meswati Emha Ainun Nadjib Endro Yuwanto Eriyanti Erwin Edhi Prasetya Esai Evi Idawati F Dewi Ria Utari F. Dewi Ria Utari Fadlillah Malin Sutan Kayo Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fajar Alayubi Fakhrunnas MA Jabbar Fanani Rahman Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fazabinal Alim Fazar Muhardi Felix K. Nesi Festival Sastra Gresik Fikri. MS Frans Ekodhanto Fransiskus X. Taolin Franz Kafka Fuad Nawawi Gabriel García Márquez Gde Artawa Geger Riyanto Gendhotwukir Gerakan Surah Buku (GSB) Ging Ginanjar Gita Pratama Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gufran A. Ibrahim Gunoto Saparie Gusty Fahik H. Rosihan Anwar H.B. Jassin Hadi Napster Halim HD Halimi Zuhdy Hamdy Salad Hamsad Rangkuti Han Gagas Haris del Hakim Hary B Kori’un Hasan Junus Hasnan Bachtiar Hasta Indriyana Hasyuda Abadi Hawe Setiawan Helvy Tiana Rosa Hendra Makmur Hepi Andi Bastoni Herdiyan Heri KLM Heri Latief Heri Ruslan Herman Hasyim Hermien Y. Kleden Hernadi Tanzil Herry Lamongan Heru Emka Hikmat Gumelar Holy Adib Hudan Hidayat Humam S Chudori I Nyoman Darma Putra I Nyoman Suaka I Tito Sianipar Ian Ahong Guruh IBM. Dharma Palguna Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IDG Windhu Sancaya Iffah Nur Arifah Ignas Kleden Ignasius S. Roy Tei Seran Ignatius Haryanto Ignatius Liliek Ika Karlina Idris Ilham Khoiri Imam Muhtarom Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Rosyid Imron Tohari Indah S. Pratidina Indiar Manggara Indra Tranggono Indrian Koto Insaf Albert Tarigan Ipik Tanoyo Irine Rakhmawati Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Norman Istiqomatul Hayati Iswara N Raditya Iverdixon Tinungki Iwan Gunadi Iwan Nurdaya Djafar Jadid Al Farisy Jakob Sumardjo Jamal D. Rahman Jamrin Abubakar Janual Aidi Javed Paul Syatha Jay Am Jaya Suprana Jean-Paul Sartre JJ. Kusni Joanito De Saojoao Jodhi Yudono John Js Joko Pinurbo Joko Sandur Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Junaidi Abdul Munif Jusuf AN Karya Lukisan: Andry Deblenk Kasnadi Katrin Bandel Kedung Darma Romansha Khairul Mufid Jr Ki Panji Kusmin Kingkin Puput Kinanti Kirana Kejora Ko Hyeong Ryeol Koh Young Hun Komarudin Komunitas Deo Gratias Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias Korrie Layun Rampan Kritik Sastra Kurniawan Kuswaidi Syafi'ie Lathifa Akmaliyah Latief S. Nugraha Leila S. Chudori Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember Lenah Susianty Leon Trotsky Linda Christanty Liza Wahyuninto Lona Olavia Lucia Idayani Luhung Sapto Nugroho Lukman Santoso Az Luky Setyarini Lusiana Indriasari Lutfi Mardiansyah M Syakir M. Faizi M. Fauzi Sukri M. Mustafied M. Yoesoef M.D. Atmaja M.H. Abid M.Harir Muzakki Made Wianta Mahmoud Darwish Mahmud Jauhari Ali Majalah Budaya Jejak Makmur Dimila Malkan Junaidi Maman S Mahayana Manneke Budiman Mardi Luhung Mardiyah Chamim Marhalim Zaini Maria Hartiningsih Mariana Amiruddin Martin Aleida Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masuki M. Astro Media Dunia Sastra Media: Crayon on Paper Mega Vristian Melani Budianta Mezra E Pellondou MG. Sungatno Micky Hidayat Mikael Johani Mikhael Dua Misbahus Surur Moch Arif Makruf Mohamad Fauzi Mohamad Sobary Mohamed Nasser Mohamed Mohammad Takdir Ilahi Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Muhibbuddin Muhammad Nanda Fauzan Muhammad Qodari Muhammad Rain Muhammad Subarkah Muhammad Taufiqurrohman Muhammad Yasir Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun AS Muhyidin Mujtahid Munawir Aziz Musa Asy’arie Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Mustofa W Hasyim N. Mursidi Nafi’ah Al-Ma’rab Naqib Najah Narudin Pituin Naskah Teater Nasru Alam Aziz Nelson Alwi Neni Ridarineni Nezar Patria Ni Made Purnamasari Ni Putu Rastiti Nirwan Ahmad Arsuka Nirwan Dewanto Noval Jubbek Novelet Nunung Nurdiah Nur Utami Sari’at Kurniati Nurdin Kalim Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Obrolan Odhy`s Okta Adetya Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Orhan Pamuk Otto Sukatno CR Pablo Neruda Patricia Pawestri PDS H.B. Jassin Pipiet Senja Pramoedya Ananta Toer Pranita Dewi Prosa Proses Kreatif Puisi Puisi Pertemuan Mahasiswa Puji Santosa Pustaka Bergerak PUstaka puJAngga Putu Fajar Arcana Putu Setia Putu Wijaya R. Timur Budi Raja Radhar Panca Dahana Rahmah Maulidia Rahmi Hattani Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rambuana Ramzah Dambul Raudal Tanjung Banua Redhitya Wempi Ansori Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Ria Febrina Rialita Fithra Asmara Ribut Wijoto Richard Strauss Rida K Liamsi Riduan Situmorang Ridwan Munawwar Galuh Riki Dhamparan Putra Rina Mahfuzah Nst Rinto Andriono Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rita Zahara Riza Multazam Luthfy Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Roland Barthes Romi Zarman Romo Jansen Boediantono Rosidi Ruslani S Prana Dharmasta S Yoga S. Jai S.W. Teofani Sabine Müller Sabrank Suparno Safitri Ningrum Saiful Amin Ghofur Sajak Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sarabunis Mubarok Sartika Dian Nuraini Sastra Using Satmoko Budi Santoso Saut Poltak Tambunan Saut Situmorang Sayuri Yosiana Sayyid Madany Syani Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) Sem Purba Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Shiny.ane el’poesya Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sindu Putra Siti Mugi Rahayu Siti Sa’adah Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Slamet Rahardjo Rais Soeprijadi Tomodihardjo Sofyan RH. Zaid Sohifur Ridho’i Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sonya Helen Sinombor Sosiawan Leak Sri Rominah Sri Wintala Achmad St. Sularto STKIP PGRI Ponorogo Subagio Sastrowardoyo Sudarmoko Sudaryono Sudirman Sugeng Satya Dharma Suhadi Sujiwo Tedjo Sukar Suminto A. Sayuti Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Suryadi Suryanto Sastroatmodjo Susilowati Sutan Iwan Soekri Munaf Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Sutrisno Buyil Syaifuddin Gani Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Winarsho AS Tengsoe Tjahjono Th. Sumartana Theresia Purbandini Tia Setiadi Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto TS Pinang Tu-ngang Iskandar Tulus Wijanarko Udo Z. Karzi Umbu Landu Paranggi Universitas Indonesia Urwatul Wustqo Usman Arrumy Usman Awang UU Hamidy Vinc. Kristianto Batuadji Vladimir I. Braginsky W.S. Rendra Wahib Muthalib Wahyu Utomo Wardjito Soeharso Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Sunarta Weni Suryandari Wiko Antoni Wina Karnie Winarta Adisubrata Wiwik Widayaningtias Yanto le Honzo Yanuar Widodo Yetti A. KA Yohanes Sehandi Yudhis M. Burhanudin Yukio Mishima Yulhasni Yuli Yulia Permata Sari Yurnaldi Yusmar Yusuf Yusri Fajar Yuswinardi Yuval Noah Harari Zaki Zubaidi Zakky Zulhazmi Zawawi Se Zen Rachmat Sugito Zuriati