Minggu, 16 November 2008

Menikmati Sastra Lamongan


Judul Buku : Gemuruh Ruh; Antologi Sastra Lamongan
Penulis : Nurel Javissyarqi dkk.
Penerbit : Pustaka Pujangga, Lamongan
Cetakan : I April 2008
Tebal : 140 halaman
Peresensi: MG. Sungatno *
Sumber: Jurnalnet.com

Dalam konteks pariwisata, seni, budaya dan sastra di Indonenesia, Bali, merupakan daerah di kawasan nusantara yang paling di 'anak emas' kan oleh Indonesia. Selain potensi alamiyyahnya yang memang mampu mempengaruhi tinggi rendahnya devisa Indonesia, Bali juga menjadi ikon Indonesia dalam mentransformasikan keIndonesiaannya terhadap masyarakat negara asing. Sehingga, tidak jarang ketika masyarakat asing apabila ditanya tentang Indonesia, mereka akan menyinggung tentang Bali. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, dalam mengenal Indonesia, masyarakat tersebut berangkat dari dikenalnya pulau dewata itu.

Pasca tragedi meledaknya Bom di Bali, 12 Oktober 2003 lalu, dengan gamang dan kekecewaannya, Bali terpaksa menggandeng 'saudara se-Indonesia-nya, yakni Lamongan, sebagai salah satu daerah di Jawa Timur (Jatim) yang patut untuk dikenal masyarakat asing, selain pulau dewata itu sendiri. Pasalnya, dari kasus yang menewaskan ratusan manusia, termasuk masyarakat asing, kala itu, tidak lepas dari peran putera-putera Lamongan, Amrozi bin H. Nurhasyim dan kawan-kawan.

Seiring melambungnya nama-nama putera Lamongan yang terkait dengan kasus tersebut, terlepas dari penilaian sebagai wujud misi jihad maupun menjadi penjahat, putera-putera tersebut mendatangkan sumbangaan masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia untuk sekedar menilai dan mengapresiasi Lamongan. Ironisnya, penilaian dan apresiasi tersebut, mejadikan Lamongan seakan milik Amrozi dan kawan-kawan saja, terbukti setiap masyarakat yang belum begitu mengenal tentang Lamongan.

Dalam membicarakan daearah yang satu ini, tidak luput dari sekedar nyebut atau nyeletuk nama-nama Amrozi dan kawan-kawan. Bahkan, yang lebih mengenaskan, kini citra positif yang dimiliki Lamongan selama ini, "teropeng-i kedok-kedok dan kostum-kostum angker" yang membuat merinding orang-orang yang membicarakannya.

Hal-hal itulah yang memantik keresahan tersendiri bagi putera-putera Lamongan lainnya dan pemerintah daerah tentunya. Meskipun Amrozi dan kawan-kawan tidak secara langsung "menyakiti" fisik masyarakat Lamongan, namun efek dari percikan-percikan api kebenciannya terhadap masyarakat asing yang dikatakan meresahkan dan mengganggu ketentraman hati dan keimanan mereka itulah yang menjadikan spirit masyarakat Lamongan untuk keluar dari kepompong anggapan-anggapan angker yang melilit Lamongan.

Adalah Nurel Javissyarqi dan kawan-kawan dari ribuan putera-putera Lamongan inilah yang mencoba membedah dan keluar dari kepompong-kepompong angker tersebut dengan bekal ketajaman, keindahan, keramahan, keromantisan dan ide-ide brillian mereka yang tertuang dalam karya sastra yang kemudian terbukukan dalam sebuah antologi yang berjudul Gemuruh Ruh; Antolongi Sastra Lamongan ini.

Meskipun antologi sastra ini hanya tertuang dalam 140 halaman yang disajikan oleh tujuh belas kawan-kawan dari Lamongan, namun spirit berjihad mereka dalam mengembalikan dan mengembangkan citra positif Lamongan cukup terasa. Karya sastra yang tidak hanya berkutat kedaerahan itulah yang menjadikan nilai lebih pada mereka, apabila dicocokkan dengan pengakuan mereka sebagai sosok penulis yang tersebar dan lahir didaerah pedesaan (Wong Ndeso) dikawasan Lamongan (hlm. 5).

Namun, walaupun dalam pendahuluan buku tipis ini mereka mengaku sebagai –meminjam istilah yang biasa dimantrakan Tukul Arwana- Wong Ndeso, apabila pembaca mengamati nama-nama yang tergabung dalam ke-17 sastrawan muda ini, pembaca akan mengabaikan pengakuan mereka sebagai Wong Ndeso yang dewasa ini lebih terilustrasikan sebagai sosok orang-orang yang katrok, kuno dan ketinggalan laju arus zaman. Sebab, ke-17 penulis ini sudah tak begitu ketinggalan lagi dalam mengenalkan nama-nama mereka terhadap pembaca melalui media massa, baik lokal maupun nasional, dengan guratan-guratan karyanya yang diakui dan diloloskan oleh redaktur media massa tersebut.

Seperti yang tercermin dalam media massa dan buku atau karya dalam bentuk lain yang mungkin pernah kita baca itulah, para penulis menambatkan karya-karya sastra mereka dalam buku ini. Mulai dari puisi, cerita pendek (cerpen), esei, prosa bahkan naskah drama atau teater.

Selain tema-tema yang dianggkat beraroma isu-isu sastra nasional yang sedang hangat (hlm. 7-36), antologi ini juga mengangkat budaya lokal Lamongan dan hal-hal yang unik yang terdapat pada daerah tersebut (hlm. 37-42).

Begitu juga tentang persaudaraan dan persahabatan dengan penulis karya sastra lainnya, terasa akrab dan saling menghormati dan menyayangi (hlm. 132-138). Dari ke-17 penulis buku ini, antara lain; Masyhuri, Rodli TL, Anis Ceha, Rian Sindu, Pringgo HR, Joko Sandur, Ridwan Rachid, Imamuddin SA, Heri Kurniawan, Herry Lamongan, Haris Del Hakim, M. Bagus Pribadi, Javed paul Syatha, A. Rodhi Murtadho, Ahmad Syauqi Sumbawi, Bambang Kemling dan Nurel Javissyarqi.

Meskipun membaca buku ini terasa asik dan kagum dengan kepedulian penulis terhadap citra Lamongan yang sempat bergolak, pembaca akan digertak Adi Ganteng, sebagai desaigner cover, dengan hasil rancangan kover buku ini yang menampilkan peta Indonesia beserta negara sekitar menjadi terbalik, sementara daerah Lamongan terlihat mengkobarkan api besar dan menjilat-jilat keangkasa.

Apakah artikulasi ilustrasi yang ditampilkan Ade pada kover tersebut? mungkinkah dunia akan gonjang ganjing dan Lamongan terbakar duluan, atau paradigma dunia akan berbalik dan mengelu-elukan Lamongan atas cahaya kobaran api semangat yang dimunculkan putera-putera Lamongan dalam menyadarkan dunia? Teka-teki inilah yang bergelayutan dan hendak dijawab oleh arek-arek asal Lamongan ini.***

*) Aktivis Scriptorium Lintang Satra Yogyakarta.

http://sastra-indonesia.com/2008/09/menikmati-sastra-lamongan/

Tidak ada komentar:

A Rodhi Murtadho A. Azis Masyhuri A. Qorib Hidayatullah A.C. Andre Tanama A.S. Laksana Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi WM Abdul Malik Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Adi Prasetyo Afnan Malay Afrizal Malna Afthonul Afif Aguk Irawan M.N. Agus B. Harianto Agus Himawan Agus Noor Agus R. Sarjono Agus Sri Danardana Agus Sulton Agus Sunyoto Agus Wibowo Ahda Imran Ahmad Fatoni Ahmad Maltup SA Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Musthofa Haroen Ahmad Suyudi Ahmad Syubbanuddin Alwy Ahmad Tohari Ahmad Y. Samantho Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ajip Rosidi Akhmad Sekhu Akmal Nasery Basral Alex R. Nainggolan Alexander G.B. Almania Rohmah Alunk Estohank Amalia Sulfana Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminullah HA Noor Andari Karina Anom Andi Nur Aminah Anes Prabu Sadjarwo Anindita S Thayf Anindita S. Thayf Anitya Wahdini Anton Bae Anton Kurnia Anung Wendyartaka Anwar Nuris Anwari WMK Aprinus Salam APSAS (Apresiasi Sastra) Indonesia Ardus M Sawega Arie MP Tamba Arief Budiman Ariel Heryanto Arif Saifudin Yudistira Arif Zulkifli Arifi Saiman Aris Kurniawan Arman A.Z. Arsyad Indradi Arti Bumi Intaran Ary Wibowo AS Sumbawi Asarpin Asbari N. Krisna Asep Salahudin Asep Sambodja Asti Musman Atep Kurnia Atih Ardiansyah Aulia A Muhammad Awalludin GD Mualif Aziz Abdul Gofar B. Nawangga Putra Badaruddin Amir Bagja Hidayat Bakdi Sumanto Balada Bale Aksara Bambang Agung Bambang Kempling Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Bedah Buku Beni Setia Benni Indo Benny Arnas Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Duka Berita Utama Bernando J Sujibto Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Bonari Nabonenar Bre Redana Brunel University London Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budiman S. Hartoyo Buku Kritik Sastra Bung Tomo Burhanuddin Bella Butet Kartaredjasa Cahyo Junaedy Cak Kandar Caroline Damanik Catatan Cecep Syamsul Hari Cerbung Cerpen Chairil Anwar Chamim Kohari Chavchay Saifullah Cornelius Helmy Herlambang D. Zawawi Imron Dad Murniah Dadang Sunendar Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Danarto Daniel Paranamesa Dante Alighieri David Krisna Alka Deddy Arsya Dedi Pramono Delvi Yandra Deni Andriana Denny Mizhar Dessy Wahyuni Dewan Kesenian Lamongan (DKL) Dewey Setiawan Dewi Rina Cahyani Dewi Sri Utami Dian Hartati Diana A.V. Sasa Dianing Widya Yudhistira Dina Jerphanion Djadjat Sudradjat Djasepudin Djoko Pitono Djoko Saryono Dodiek Adyttya Dwiwanto Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dony P. Herwanto Dorothea Rosa Herliany Dr Junaidi Dudi Rustandi Dwi Arjanto Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Dwijo Maksum E. M. Cioran E. Syahputra Egidius Patnistik Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Darmoko Eko Hendrawan Sofyan Eko Triono Elisa Dwi Wardani Ellyn Novellin Elokdyah Meswati Emha Ainun Nadjib Endro Yuwanto Eriyanti Erwin Edhi Prasetya Esai Evi Idawati F Dewi Ria Utari F. Dewi Ria Utari Fadlillah Malin Sutan Kayo Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fajar Alayubi Fakhrunnas MA Jabbar Fanani Rahman Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fazabinal Alim Fazar Muhardi Felix K. Nesi Festival Sastra Gresik Fikri. MS Frans Ekodhanto Fransiskus X. Taolin Franz Kafka Fuad Nawawi Gabriel García Márquez Gde Artawa Geger Riyanto Gendhotwukir Gerakan Surah Buku (GSB) Ging Ginanjar Gita Pratama Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gufran A. Ibrahim Gunoto Saparie Gusty Fahik H. Rosihan Anwar H.B. Jassin Hadi Napster Halim HD Halimi Zuhdy Hamdy Salad Hamsad Rangkuti Han Gagas Haris del Hakim Hary B Kori’un Hasan Junus Hasnan Bachtiar Hasta Indriyana Hasyuda Abadi Hawe Setiawan Helvy Tiana Rosa Hendra Makmur Hepi Andi Bastoni Herdiyan Heri KLM Heri Latief Heri Ruslan Herman Hasyim Hermien Y. Kleden Hernadi Tanzil Herry Lamongan Heru Emka Hikmat Gumelar Holy Adib Hudan Hidayat Humam S Chudori I Nyoman Darma Putra I Nyoman Suaka I Tito Sianipar Ian Ahong Guruh IBM. Dharma Palguna Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IDG Windhu Sancaya Iffah Nur Arifah Ignas Kleden Ignasius S. Roy Tei Seran Ignatius Haryanto Ignatius Liliek Ika Karlina Idris Ilham Khoiri Imam Muhtarom Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Rosyid Imron Tohari Indah S. Pratidina Indiar Manggara Indra Tranggono Indrian Koto Insaf Albert Tarigan Ipik Tanoyo Irine Rakhmawati Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Norman Istiqomatul Hayati Iswara N Raditya Iverdixon Tinungki Iwan Gunadi Iwan Nurdaya Djafar Jadid Al Farisy Jakob Sumardjo Jamal D. Rahman Jamrin Abubakar Janual Aidi Javed Paul Syatha Jay Am Jaya Suprana Jean-Paul Sartre JJ. Kusni Joanito De Saojoao Jodhi Yudono John Js Joko Pinurbo Joko Sandur Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Junaidi Abdul Munif Jusuf AN Karya Lukisan: Andry Deblenk Kasnadi Katrin Bandel Kedung Darma Romansha Khairul Mufid Jr Ki Panji Kusmin Kingkin Puput Kinanti Kirana Kejora Ko Hyeong Ryeol Koh Young Hun Komarudin Komunitas Deo Gratias Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias Korrie Layun Rampan Kritik Sastra Kurniawan Kuswaidi Syafi'ie Lathifa Akmaliyah Latief S. Nugraha Leila S. Chudori Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember Lenah Susianty Leon Trotsky Linda Christanty Liza Wahyuninto Lona Olavia Lucia Idayani Luhung Sapto Nugroho Lukman Santoso Az Luky Setyarini Lusiana Indriasari Lutfi Mardiansyah M Syakir M. Faizi M. Fauzi Sukri M. Mustafied M. Yoesoef M.D. Atmaja M.H. Abid M.Harir Muzakki Made Wianta Mahmoud Darwish Mahmud Jauhari Ali Majalah Budaya Jejak Makmur Dimila Malkan Junaidi Maman S Mahayana Manneke Budiman Mardi Luhung Mardiyah Chamim Marhalim Zaini Maria Hartiningsih Mariana Amiruddin Martin Aleida Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masuki M. Astro Media Dunia Sastra Media: Crayon on Paper Mega Vristian Melani Budianta Mezra E Pellondou MG. Sungatno Micky Hidayat Mikael Johani Mikhael Dua Misbahus Surur Moch Arif Makruf Mohamad Fauzi Mohamad Sobary Mohamed Nasser Mohamed Mohammad Takdir Ilahi Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Muhibbuddin Muhammad Nanda Fauzan Muhammad Qodari Muhammad Rain Muhammad Subarkah Muhammad Taufiqurrohman Muhammad Yasir Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun AS Muhyidin Mujtahid Munawir Aziz Musa Asy’arie Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Mustofa W Hasyim N. Mursidi Nafi’ah Al-Ma’rab Naqib Najah Narudin Pituin Naskah Teater Nasru Alam Aziz Nelson Alwi Neni Ridarineni Nezar Patria Ni Made Purnamasari Ni Putu Rastiti Nirwan Ahmad Arsuka Nirwan Dewanto Noval Jubbek Novelet Nunung Nurdiah Nur Utami Sari’at Kurniati Nurdin Kalim Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Obrolan Odhy`s Okta Adetya Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Orhan Pamuk Otto Sukatno CR Pablo Neruda Patricia Pawestri PDS H.B. Jassin Pipiet Senja Pramoedya Ananta Toer Pranita Dewi Prosa Proses Kreatif Puisi Puisi Pertemuan Mahasiswa Puji Santosa Pustaka Bergerak PUstaka puJAngga Putu Fajar Arcana Putu Setia Putu Wijaya R. Timur Budi Raja Radhar Panca Dahana Rahmah Maulidia Rahmi Hattani Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rambuana Ramzah Dambul Raudal Tanjung Banua Redhitya Wempi Ansori Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Ria Febrina Rialita Fithra Asmara Ribut Wijoto Richard Strauss Rida K Liamsi Riduan Situmorang Ridwan Munawwar Galuh Riki Dhamparan Putra Rina Mahfuzah Nst Rinto Andriono Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rita Zahara Riza Multazam Luthfy Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Roland Barthes Romi Zarman Romo Jansen Boediantono Rosidi Ruslani S Prana Dharmasta S Yoga S. Jai S.W. Teofani Sabine Müller Sabrank Suparno Safitri Ningrum Saiful Amin Ghofur Sajak Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sarabunis Mubarok Sartika Dian Nuraini Sastra Using Satmoko Budi Santoso Saut Poltak Tambunan Saut Situmorang Sayuri Yosiana Sayyid Madany Syani Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) Sem Purba Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Shiny.ane el’poesya Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sindu Putra Siti Mugi Rahayu Siti Sa’adah Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Slamet Rahardjo Rais Soeprijadi Tomodihardjo Sofyan RH. Zaid Sohifur Ridho’i Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sonya Helen Sinombor Sosiawan Leak Sri Rominah Sri Wintala Achmad St. Sularto STKIP PGRI Ponorogo Subagio Sastrowardoyo Sudarmoko Sudaryono Sudirman Sugeng Satya Dharma Suhadi Sujiwo Tedjo Sukar Suminto A. Sayuti Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Suryadi Suryanto Sastroatmodjo Susilowati Sutan Iwan Soekri Munaf Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Sutrisno Buyil Syaifuddin Gani Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Winarsho AS Tengsoe Tjahjono Th. Sumartana Theresia Purbandini Tia Setiadi Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto TS Pinang Tu-ngang Iskandar Tulus Wijanarko Udo Z. Karzi Umbu Landu Paranggi Universitas Indonesia Urwatul Wustqo Usman Arrumy Usman Awang UU Hamidy Vinc. Kristianto Batuadji Vladimir I. Braginsky W.S. Rendra Wahib Muthalib Wahyu Utomo Wardjito Soeharso Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Sunarta Weni Suryandari Wiko Antoni Wina Karnie Winarta Adisubrata Wiwik Widayaningtias Yanto le Honzo Yanuar Widodo Yetti A. KA Yohanes Sehandi Yudhis M. Burhanudin Yukio Mishima Yulhasni Yuli Yulia Permata Sari Yurnaldi Yusmar Yusuf Yusri Fajar Yuswinardi Yuval Noah Harari Zaki Zubaidi Zakky Zulhazmi Zawawi Se Zen Rachmat Sugito Zuriati