Sabtu, 08 November 2008

Memaknai Puasa dengan Puisi Tardji

Kuswaidi Syafi'ie
http://www.jawapos.com/

Ibadah puasa adalah sebujur ritual yang paling rahasia di antara sekian ritual yang lain. Salat, zakat, dan haji adalah ritual-ritual yang selalu ''terpublikasikan'' dengan sendirinya dan bersinggungan secara langsung dengan orang-orang sekitar. Sementara puasa sepenuhnya merupakan ''perjumpaan aku-Engkau'' yang tidak mungkin terendus oleh siapa pun yang lain kecuali kalau perjumpaan sakral itu sengaja dipamerkan.

Dalam telaga dan diskursus sufisme, pelaksanaan puasa yang ideal sesungguhnya tak lain merupakan penyerahan diri seseorang (shaim) secara habis-habisan ke hadapan-Nya. Ketika dia menahan diri dari kemungkinan makan, mencegah diri dari kemungkinan minum, menyingkirkan diri dari kemungkinan melakukan hubungan seksual di siang hari, pada dasarnya dia sebenanrnya sedang berusaha memampatkan ''jalan-jalan'' hidupnya yang nisbi demi memutlakkan dan menyuburkan satu-satunya jalan lempang yang berujung nun di hadirat-Nya sana.

Berupaya memutlakkan dan menyuburkan satu-satunya jalan itu tentu saja tidak bisa serta merta membuat seseorang terhindar dari cekaman risiko. Dirinya yang merupakan adonan kuat antara dimensi kebendaan dan kerohanian yang nirbenda, antara dimensi nasut yang sumpek dan dimensi lahut yang melampaui angkasa, pada tahap-tahap awal pasti dia merasakan gigitan-gigitan sakit, bahkan mungkin sakit itu tidak kepalang.

Inilah barangkali yang coba diisyaratkan oleh penyair Sutardji Calzoum Bachri dalam sebiji puisinya yang berumbul Perjalanan Kubur (Jakarta: O Amuk Kapak, Yayasan Indonesia dan Majalah Horison, cet. ke-2, 2002): ''luka ngucap dalam badan/ kau telah membawaku ke atas bukit ke atas karang ke atas gunung/ ke bintang-bintang.''

Idiom luka itu pastilah merupakan referensi sekaligus representasi dari sekujur badan, tidak boleh tidak. Sebab pasti, hanya badan dan bayang-bayangnya yang berujud dunia psikis yang sangat mungkin tergocoh luka. Sementara dimensi rohani yang tak lain merupakan semburan ruh-Nya sendiri, dengan sendirinya pasti berkelebat ketika luka mau mencengkeramnya.

Luka yang bertaut dengan badan itu minimal terbelah menjadi dua. Yang satu adalah luka yang tidak tertanggungkan, baik oleh badan maupun oleh dimensi psikis. Luka jenis ini adalah badai prahara yang pasti tega menyorong seseorang pada jurang kehancuran yang kelam. Orang yang digandoli luka jenis ini tidak akan menemukan kejembaran dan keceriaan hakiki dalam hidupnya. Yang bertahta padanya hanyalah murung dan rengsa. Baik di dunia ini maupun di akhirat nanti. Na'udzu billahi min dzalik.

Sedangkan yang satunya lagi adalah luka yang tertampung secara apik di lubuk keimanan seseorang. Luka macam ini tertebus oleh tangguhnya kesabaran yang secara sufistik jauh lebih kukuh dan lebih luas ketimbang seluruh alam raya. Orang yang memiliki kesabaran seperti ini menjelma keluasan tak terkira sehingga dia menjadi makrokosmos di hadapan semesta yang ''mengecil'' menjadi mikrokosmos. Segala sesuatu yang beraneka ragam dan berjibun-jibun bisa tertampung di dalam hatinya. Bahkan Allah swt pun sudi untuk bersemayam di dalamnya, sebagaimana yang pernah diwartakan-Nya sendiri melalui sepotong hadis qudsi: ''Langit dan bumiKu tidak sanggup menampungKu, tapi hati seorang hambaKu yang beriman dan sabar sanggup menampungKu.''

Luka jenis yang terakhir inilah yang sewaktu-waktu bisa menjadi piranti bagi seseorang untuk mendapatkan sayap-sayap rohani yang menjuntai ramah dari alam malakut-Nya. Dan ketika dia telah mengenakan sayap-sayap rohani itu, maka dia akan mudah sekali untuk terbang ke bukit, ke karang, ke puncak gunung, ke bintang-bintang, sebagaimana diungkap oleh baris puisi di atas.

Sebagaimana yang lazim digunakan dalam kepustakaan bahasa puisi, idiom bukit, karang, gunung, dan bintang-bintang dalam puisi Sutardji itu pastilah bermakna majazi atau simbolik. Idiom-idiom itu tidaklah menunjuk kepada benda-benda atau wilayah-wilayah tertentu secara wadag, akan tetapi mengacu pada sejumlah tahapan atau pengalaman spiritual (experience of religion) yang merupakan penanda bagi adanya pencapaian-pencapaian yang telah diterobos oleh seseorang.

Ketika seseorang dengan girang mengalami pencapaian-pencapaian rohani itu, maka puasa secara substansial baginya betul-betul merupakan sumbat terhadap berbagai lubang atau jalan yang menuju ke arah selain-Nya. Hidupnya menjadi laksana pohon yang tidak bercabang, tapi sepenuhnya runcing dan ''menohok'' ke arah ketakterhinggaan-Nya.

Seseorang yang berpuasa secara hakiki seperti ini tidak akan merasa menahan lapar ataupun haus. Sebab, lapar dan hausnya semata tertuju kepada Allah swt, bukan terutama kepada makanan ataupun minuman yang sangat menggiurkan sekalipun. Dan, Allah swt yang keramahan-Nya tidak perlu diragukan oleh siapa pun itu senantiasa bersedia untuk memenuhi raungan lapar dan gelegar hausnya dalam sebuah perjumpaan transendental yang bernama cinta.

Seluruh rangkaian hidup dan mati orang itu diletakkan di atas nampan cinta dan disodorkan sepenuhnya kepada Allah swt. Dan, tidak tanggung-tanggung balasannya: Dia Yang Mahapemurah itu juga menghablurkan seluruh kedirian-Nya kepada orang itu. Itulah yang oleh orang-orang sufi disebut dengan ridha, nilainya bisa melampaui keimanan seluruh alam semesta. Sehingga kalau ditimbang antara ''sebutir'' ridha dengan seluruh keimanan yang ada, maka seluruh keimanan itu belumlah berarti apa-apa.

Dalam kondisi dibaluri oleh ridha itu, dia bisa dengan legawa berucap sebagaimana Sutardji berucap: ''lalat-lalat menggali perigi dalam dagingku/ untuk kuburmu alina.'' Yakni, segala sesuatu yang pahit begitu leluasa menggedor-gedor lapis permukaan dari aku-lirik. Dan, si aku-lirik membiarkannya dengan penuh ketulusan dan penerimaan demi sesuatu yang sungguh mulia: terkuburnya segala kekasih yang selain-Nya (alina) demi tercapainya puncak pergulatan cinta dengan Yang Mahaesa.

Allahummaj'al hubbaka ahabba ilayna minal mail barid. Amin.

*) Kuswaidi Syafi'ie, penyair yang juga dosen Tasawuf di PP Universitas Islam Indonesia Jogjakarta

Tidak ada komentar:

A Rodhi Murtadho A. Azis Masyhuri A. Qorib Hidayatullah A.C. Andre Tanama A.S. Laksana Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi WM Abdul Malik Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Adi Prasetyo Afnan Malay Afrizal Malna Afthonul Afif Aguk Irawan M.N. Agus B. Harianto Agus Himawan Agus Noor Agus R. Sarjono Agus Sri Danardana Agus Sulton Agus Sunyoto Agus Wibowo Ahda Imran Ahmad Fatoni Ahmad Maltup SA Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Musthofa Haroen Ahmad Suyudi Ahmad Syubbanuddin Alwy Ahmad Tohari Ahmad Y. Samantho Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ajip Rosidi Akhmad Sekhu Akmal Nasery Basral Alex R. Nainggolan Alexander G.B. Almania Rohmah Alunk Estohank Amalia Sulfana Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminullah HA Noor Andari Karina Anom Andi Nur Aminah Anes Prabu Sadjarwo Anindita S Thayf Anindita S. Thayf Anitya Wahdini Anton Bae Anton Kurnia Anung Wendyartaka Anwar Nuris Anwari WMK Aprinus Salam APSAS (Apresiasi Sastra) Indonesia Ardus M Sawega Arie MP Tamba Arief Budiman Ariel Heryanto Arif Saifudin Yudistira Arif Zulkifli Arifi Saiman Aris Kurniawan Arman A.Z. Arsyad Indradi Arti Bumi Intaran Ary Wibowo AS Sumbawi Asarpin Asbari N. Krisna Asep Salahudin Asep Sambodja Asti Musman Atep Kurnia Atih Ardiansyah Aulia A Muhammad Awalludin GD Mualif Aziz Abdul Gofar B. Nawangga Putra Badaruddin Amir Bagja Hidayat Bakdi Sumanto Balada Bale Aksara Bambang Agung Bambang Kempling Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Bedah Buku Beni Setia Benni Indo Benny Arnas Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Duka Berita Utama Bernando J Sujibto Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Bonari Nabonenar Bre Redana Brunel University London Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budiman S. Hartoyo Buku Kritik Sastra Bung Tomo Burhanuddin Bella Butet Kartaredjasa Cahyo Junaedy Cak Kandar Caroline Damanik Catatan Cecep Syamsul Hari Cerbung Cerpen Chairil Anwar Chamim Kohari Chavchay Saifullah Cornelius Helmy Herlambang D. Zawawi Imron Dad Murniah Dadang Sunendar Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Danarto Daniel Paranamesa Dante Alighieri David Krisna Alka Deddy Arsya Dedi Pramono Delvi Yandra Deni Andriana Denny Mizhar Dessy Wahyuni Dewan Kesenian Lamongan (DKL) Dewey Setiawan Dewi Rina Cahyani Dewi Sri Utami Dian Hartati Diana A.V. Sasa Dianing Widya Yudhistira Dina Jerphanion Djadjat Sudradjat Djasepudin Djoko Pitono Djoko Saryono Dodiek Adyttya Dwiwanto Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dony P. Herwanto Dorothea Rosa Herliany Dr Junaidi Dudi Rustandi Dwi Arjanto Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Dwijo Maksum E. M. Cioran E. Syahputra Egidius Patnistik Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Darmoko Eko Hendrawan Sofyan Eko Triono Elisa Dwi Wardani Ellyn Novellin Elokdyah Meswati Emha Ainun Nadjib Endro Yuwanto Eriyanti Erwin Edhi Prasetya Esai Evi Idawati F Dewi Ria Utari F. Dewi Ria Utari Fadlillah Malin Sutan Kayo Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fajar Alayubi Fakhrunnas MA Jabbar Fanani Rahman Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fazabinal Alim Fazar Muhardi Felix K. Nesi Festival Sastra Gresik Fikri. MS Frans Ekodhanto Fransiskus X. Taolin Franz Kafka Fuad Nawawi Gabriel García Márquez Gde Artawa Geger Riyanto Gendhotwukir Gerakan Surah Buku (GSB) Ging Ginanjar Gita Pratama Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gufran A. Ibrahim Gunoto Saparie Gusty Fahik H. Rosihan Anwar H.B. Jassin Hadi Napster Halim HD Halimi Zuhdy Hamdy Salad Hamsad Rangkuti Han Gagas Haris del Hakim Hary B Kori’un Hasan Junus Hasnan Bachtiar Hasta Indriyana Hasyuda Abadi Hawe Setiawan Helvy Tiana Rosa Hendra Makmur Hepi Andi Bastoni Herdiyan Heri KLM Heri Latief Heri Ruslan Herman Hasyim Hermien Y. Kleden Hernadi Tanzil Herry Lamongan Heru Emka Hikmat Gumelar Holy Adib Hudan Hidayat Humam S Chudori I Nyoman Darma Putra I Nyoman Suaka I Tito Sianipar Ian Ahong Guruh IBM. Dharma Palguna Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IDG Windhu Sancaya Iffah Nur Arifah Ignas Kleden Ignasius S. Roy Tei Seran Ignatius Haryanto Ignatius Liliek Ika Karlina Idris Ilham Khoiri Imam Muhtarom Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Rosyid Imron Tohari Indah S. Pratidina Indiar Manggara Indra Tranggono Indrian Koto Insaf Albert Tarigan Ipik Tanoyo Irine Rakhmawati Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Norman Istiqomatul Hayati Iswara N Raditya Iverdixon Tinungki Iwan Gunadi Iwan Nurdaya Djafar Jadid Al Farisy Jakob Sumardjo Jamal D. Rahman Jamrin Abubakar Janual Aidi Javed Paul Syatha Jay Am Jaya Suprana Jean-Paul Sartre JJ. Kusni Joanito De Saojoao Jodhi Yudono John Js Joko Pinurbo Joko Sandur Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Junaidi Abdul Munif Jusuf AN Karya Lukisan: Andry Deblenk Kasnadi Katrin Bandel Kedung Darma Romansha Khairul Mufid Jr Ki Panji Kusmin Kingkin Puput Kinanti Kirana Kejora Ko Hyeong Ryeol Koh Young Hun Komarudin Komunitas Deo Gratias Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias Korrie Layun Rampan Kritik Sastra Kurniawan Kuswaidi Syafi'ie Lathifa Akmaliyah Latief S. Nugraha Leila S. Chudori Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember Lenah Susianty Leon Trotsky Linda Christanty Liza Wahyuninto Lona Olavia Lucia Idayani Luhung Sapto Nugroho Lukman Santoso Az Luky Setyarini Lusiana Indriasari Lutfi Mardiansyah M Syakir M. Faizi M. Fauzi Sukri M. Mustafied M. Yoesoef M.D. Atmaja M.H. Abid M.Harir Muzakki Made Wianta Mahmoud Darwish Mahmud Jauhari Ali Majalah Budaya Jejak Makmur Dimila Malkan Junaidi Maman S Mahayana Manneke Budiman Mardi Luhung Mardiyah Chamim Marhalim Zaini Maria Hartiningsih Mariana Amiruddin Martin Aleida Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masuki M. Astro Media Dunia Sastra Media: Crayon on Paper Mega Vristian Melani Budianta Mezra E Pellondou MG. Sungatno Micky Hidayat Mikael Johani Mikhael Dua Misbahus Surur Moch Arif Makruf Mohamad Fauzi Mohamad Sobary Mohamed Nasser Mohamed Mohammad Takdir Ilahi Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Muhibbuddin Muhammad Nanda Fauzan Muhammad Qodari Muhammad Rain Muhammad Subarkah Muhammad Taufiqurrohman Muhammad Yasir Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun AS Muhyidin Mujtahid Munawir Aziz Musa Asy’arie Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Mustofa W Hasyim N. Mursidi Nafi’ah Al-Ma’rab Naqib Najah Narudin Pituin Naskah Teater Nasru Alam Aziz Nelson Alwi Neni Ridarineni Nezar Patria Ni Made Purnamasari Ni Putu Rastiti Nirwan Ahmad Arsuka Nirwan Dewanto Noval Jubbek Novelet Nunung Nurdiah Nur Utami Sari’at Kurniati Nurdin Kalim Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Obrolan Odhy`s Okta Adetya Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Orhan Pamuk Otto Sukatno CR Pablo Neruda Patricia Pawestri PDS H.B. Jassin Pipiet Senja Pramoedya Ananta Toer Pranita Dewi Prosa Proses Kreatif Puisi Puisi Pertemuan Mahasiswa Puji Santosa Pustaka Bergerak PUstaka puJAngga Putu Fajar Arcana Putu Setia Putu Wijaya R. Timur Budi Raja Radhar Panca Dahana Rahmah Maulidia Rahmi Hattani Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rambuana Ramzah Dambul Raudal Tanjung Banua Redhitya Wempi Ansori Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Ria Febrina Rialita Fithra Asmara Ribut Wijoto Richard Strauss Rida K Liamsi Riduan Situmorang Ridwan Munawwar Galuh Riki Dhamparan Putra Rina Mahfuzah Nst Rinto Andriono Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rita Zahara Riza Multazam Luthfy Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Roland Barthes Romi Zarman Romo Jansen Boediantono Rosidi Ruslani S Prana Dharmasta S Yoga S. Jai S.W. Teofani Sabine Müller Sabrank Suparno Safitri Ningrum Saiful Amin Ghofur Sajak Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sarabunis Mubarok Sartika Dian Nuraini Sastra Using Satmoko Budi Santoso Saut Poltak Tambunan Saut Situmorang Sayuri Yosiana Sayyid Madany Syani Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) Sem Purba Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Shiny.ane el’poesya Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sindu Putra Siti Mugi Rahayu Siti Sa’adah Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Slamet Rahardjo Rais Soeprijadi Tomodihardjo Sofyan RH. Zaid Sohifur Ridho’i Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sonya Helen Sinombor Sosiawan Leak Sri Rominah Sri Wintala Achmad St. Sularto STKIP PGRI Ponorogo Subagio Sastrowardoyo Sudarmoko Sudaryono Sudirman Sugeng Satya Dharma Suhadi Sujiwo Tedjo Sukar Suminto A. Sayuti Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Suryadi Suryanto Sastroatmodjo Susilowati Sutan Iwan Soekri Munaf Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Sutrisno Buyil Syaifuddin Gani Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Winarsho AS Tengsoe Tjahjono Th. Sumartana Theresia Purbandini Tia Setiadi Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto TS Pinang Tu-ngang Iskandar Tulus Wijanarko Udo Z. Karzi Umbu Landu Paranggi Universitas Indonesia Urwatul Wustqo Usman Arrumy Usman Awang UU Hamidy Vinc. Kristianto Batuadji Vladimir I. Braginsky W.S. Rendra Wahib Muthalib Wahyu Utomo Wardjito Soeharso Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Sunarta Weni Suryandari Wiko Antoni Wina Karnie Winarta Adisubrata Wiwik Widayaningtias Yanto le Honzo Yanuar Widodo Yetti A. KA Yohanes Sehandi Yudhis M. Burhanudin Yukio Mishima Yulhasni Yuli Yulia Permata Sari Yurnaldi Yusmar Yusuf Yusri Fajar Yuswinardi Yuval Noah Harari Zaki Zubaidi Zakky Zulhazmi Zawawi Se Zen Rachmat Sugito Zuriati