Kamis, 13 November 2008

GERAKAN SASTRAWAN “YOGYA”

Maman S Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Hery Mardianto, dkk. (editor), Pagelaran: Antologi 17 Cerpen
(Bentang Intervisi Utama, Yogyakarta: 1993) xxxiv + 152 halaman.

Ada kecenderungan baru dalam perkembangan cerpen Indonessia belakangan ini: munculnya antologi cerpen karya beberapa pengarang yang terbit di luar Jakarta. Surabaya menerbitkan Cerita Pendek dari Surabaya (1991) dan Limau Walikota (1992), Riau, Teh Hangat Sumirah (1992), dan kini Yogyakarta, Pagelaran (1993). Keadaan tersebut tentu saja menyemarakkan antologi cerpen terbitan Jakarta, antara lain Kado Istimewa dan Pelajaran Mengarang (Redaksi Kompas, 1992, 1993).

Pagelaran berisi 17 cerpen karya para pengarang yang konon dilahirkan dan dibesarkan di Yogya. Lewat usaha Panitia Festival Kesenian Yogya yang secara serius memilih ke-17 cerpen itu, terhampar semacam lanskap kiprah sastrawan yang lahir dan dibesarkan di kota itu dalam rentang waktu tahun 1950-an hingga 1990-an.

Kemudian, melalui seleksi yang cukup ketat dengan berbagai kriteria, terjaringlah 17 cerpen dari 17 sastrawan yang dipandang mewakili “dinamika kehidupan sastra” dalam lima dekade itu. Maka, muncullah nama-nama sastrawan mapan seperti Umar Kayam, Mohammad Diponegoro, Nasyah Djamin, Kuntowijoyo, Bakdi Sumanto, Emha A. Nadjib, Ragi Pragolapati, dan sederet nama lain yang karyanya banyak tersebar di berbagai media Ibu Kota. dari ke-17 cerpenis itu, hanya Nasyah Djamin satu-satunya yang tidak mewakili akar budaya Jawa.

Dalam konteks pendokumentasian, terbitnya Pagelaran merupakan langkah amat penting, betapapun itu belum dilakukan secara maksimal. Cerpen Mohammad Diponegoro, “Istri Sang Medium” misalnya, mengapa mesti dicomot dari Odah (Shalahudin Press, 1986), padahal cerpen lain karya Diponegoro yang muncul tahun 1950-an—di luar Odah—cukup tersebar. Cerpen “Kedatangan”(Indonesia, 8 Agustus 1952) atau “Kebohongannya yang Nyata” (Kisah, 4 Oktober 1953), misalnya, tidak kalah kualitasnya daripada “Istri Sang Medium”

Sungguhpun demikian, secara kualitatif, cerpen-cerpen dalam antologi ini cukup meyakinkan. Yang patut dicermati justru karya cerpenis kelahiran pasca-1960-an. Kecuali Dorothea Rosa Herliany yang sudah mapan, Indra Tranggono, Ida Bani Kadir, dan Agus Noor adalah generasi baru yang karyanya ternyata amat menjanjikan dan cukup matang. Indra mampu menyajikan ilusi tokohnya, hingga terjalin konflik yang hadir secara sambung-menyambung; Ida berhasil menampilkan nuansa peristiwa dalam greget yang dibangun oleh tokoh-tokoh “dunia”, macam Javid Namah-nya Iqbal; sementara Agus, betapapun Rachmat Djoko Pradopo dalam ulasannya menyebut cerpen itu “cuma mempertontonkan sensasi”, namun keberpihakan Agus terhadap wong cilik, dapat menjadi modal baginya untuk menampilkan kritik sosial asalkan disampaikan dengan nada lebih halus.

Secara keseluruhan, ke-17 cerpen yang termuat dalam antologi ini menampilkan tema dan latar yang beragam. Cerpen Mohammad Diponegoro sarat bernafaskan dunia mistis, semacam novelnya, Siklus (1975). Umar Kayam dengan “Secangkir Kopi dan Sepotong Donat “menampilkan sisi lain sebuah percintaan yang terjadi di New York—mengingatkan kita pada cerpen “Seribu Kunang-Kunang di Manhattan”. Kuntowijoyo, seperti juga cerpen-cerpennya dalam Dilarang Mencintai Bunga-Bunga (1992), mengalir panjang dalam nuansa penuh misteri. Emha secara simbolis menampilkan kritik atas kehidupan pemerintahan “desa”, sejenis dengan cerpen Bakdi Sumanto yang memakai baju dunia pewayangan.

Sementara itu, cerpen Nasyah Djamin, Ziarah menampilkan keterasingan tokoh “Aku” yang barangkali merupakan cikal bakal Hilanglah Si Anak Hilang (1963). Cerpen lainnya dalam antologi ini, cukup mengesankan. Ada cerita tentang wong picek yang punya kearifan sufistik (Ahmadun Y. HErfanda); ada yang bergaya surealis (Kuswahyo S. S. Rahardjo); ada pula kisah dukun lepus (Darwis Khudori). Yang lainnya tentang kehidupan rumah tangga dengan aneka masalahnya yang amat khas (Ahmad Munif, ragil Pragolapati, Arwan Tuti Artha, Dorothea Rosa Heraliany), dan tergusurnya kehidupan wong cilik (Agnes Yani Sardjono).

***

Di luar itu, “Catatan Kaki Tim Editor” (hlm. vii-xii) yang mewartakan proses pemilihan dan pemilihan cerpen yang hendak dimuat dalam antologi ini, mengisyaratkan betapa sesungguhnya sastrawan “Yogyakarta” tidak dapat diabaikan dalam peta kesusastraan Indonesai. Oleh karena itu, usaha pendataan dan pendokumentasian karya mereka secara keseluruhan, perlu ditangani serius; satu langkah yang masih belum terlambat.

Sekedar catatan kecil menyangkut ulasan yang dipaparkan Rachmat Djoko Pradopo. Uraiannya yang tidak terlalu mendalam dan ditempatkan di halaman awal (hlm. xv—xxxi), justru malah dapat mengganggu penikmatan kita (: pembaca) pada ke-17 cerpen itu. Masalahnya akan menjadi lain jika ulasannya lebih analitis dan ditempatkan di bagian akhir semacam “Kata Penutup”. Begitu juga mengenai gambar jilid yang menampilkan Punakawan dengan latar belakang wayang kurang mewakili isi keseluruhan cerpen yang termuat dalam antologi itu.

Antologi ini pantas disebut “Gerakan Sastrawan Yogya”, walaupun isinya tidak begitu menjawa, malah cenderung lebih mengindonesia. Kita tunggu “gerakan” sastrawan daerah lainnya yang tentu tidak apat diabaikan kontribusinya bagi perkembangan kesusastraan Indonesia modern.

Tidak ada komentar:

A Rodhi Murtadho A. Azis Masyhuri A. Qorib Hidayatullah A.C. Andre Tanama A.S. Laksana Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi WM Abdul Malik Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Adi Prasetyo Afnan Malay Afrizal Malna Afthonul Afif Aguk Irawan M.N. Agus B. Harianto Agus Himawan Agus Noor Agus R. Sarjono Agus Sri Danardana Agus Sulton Agus Sunyoto Agus Wibowo Ahda Imran Ahmad Fatoni Ahmad Maltup SA Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Musthofa Haroen Ahmad Suyudi Ahmad Syubbanuddin Alwy Ahmad Tohari Ahmad Y. Samantho Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ajip Rosidi Akhmad Sekhu Akmal Nasery Basral Alex R. Nainggolan Alexander G.B. Almania Rohmah Alunk Estohank Amalia Sulfana Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminullah HA Noor Andari Karina Anom Andi Nur Aminah Anes Prabu Sadjarwo Anindita S Thayf Anindita S. Thayf Anitya Wahdini Anton Bae Anton Kurnia Anung Wendyartaka Anwar Nuris Anwari WMK Aprinus Salam APSAS (Apresiasi Sastra) Indonesia Ardus M Sawega Arie MP Tamba Arief Budiman Ariel Heryanto Arif Saifudin Yudistira Arif Zulkifli Arifi Saiman Aris Kurniawan Arman A.Z. Arsyad Indradi Arti Bumi Intaran Ary Wibowo AS Sumbawi Asarpin Asbari N. Krisna Asep Salahudin Asep Sambodja Asti Musman Atep Kurnia Atih Ardiansyah Aulia A Muhammad Awalludin GD Mualif Aziz Abdul Gofar B. Nawangga Putra Badaruddin Amir Bagja Hidayat Bakdi Sumanto Balada Bale Aksara Bambang Agung Bambang Kempling Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Bedah Buku Beni Setia Benni Indo Benny Arnas Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Duka Berita Utama Bernando J Sujibto Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Bonari Nabonenar Bre Redana Brunel University London Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budiman S. Hartoyo Buku Kritik Sastra Bung Tomo Burhanuddin Bella Butet Kartaredjasa Cahyo Junaedy Cak Kandar Caroline Damanik Catatan Cecep Syamsul Hari Cerbung Cerpen Chairil Anwar Chamim Kohari Chavchay Saifullah Cornelius Helmy Herlambang D. Zawawi Imron Dad Murniah Dadang Sunendar Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Danarto Daniel Paranamesa Dante Alighieri David Krisna Alka Deddy Arsya Dedi Pramono Delvi Yandra Deni Andriana Denny Mizhar Dessy Wahyuni Dewan Kesenian Lamongan (DKL) Dewey Setiawan Dewi Rina Cahyani Dewi Sri Utami Dian Hartati Diana A.V. Sasa Dianing Widya Yudhistira Dina Jerphanion Djadjat Sudradjat Djasepudin Djoko Pitono Djoko Saryono Dodiek Adyttya Dwiwanto Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dony P. Herwanto Dorothea Rosa Herliany Dr Junaidi Dudi Rustandi Dwi Arjanto Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Dwijo Maksum E. M. Cioran E. Syahputra Egidius Patnistik Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Darmoko Eko Hendrawan Sofyan Eko Triono Elisa Dwi Wardani Ellyn Novellin Elokdyah Meswati Emha Ainun Nadjib Endro Yuwanto Eriyanti Erwin Edhi Prasetya Esai Evi Idawati F Dewi Ria Utari F. Dewi Ria Utari Fadlillah Malin Sutan Kayo Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fajar Alayubi Fakhrunnas MA Jabbar Fanani Rahman Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fazabinal Alim Fazar Muhardi Felix K. Nesi Festival Sastra Gresik Fikri. MS Frans Ekodhanto Fransiskus X. Taolin Franz Kafka Fuad Nawawi Gabriel García Márquez Gde Artawa Geger Riyanto Gendhotwukir Gerakan Surah Buku (GSB) Ging Ginanjar Gita Pratama Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gufran A. Ibrahim Gunoto Saparie Gusty Fahik H. Rosihan Anwar H.B. Jassin Hadi Napster Halim HD Halimi Zuhdy Hamdy Salad Hamsad Rangkuti Han Gagas Haris del Hakim Hary B Kori’un Hasan Junus Hasnan Bachtiar Hasta Indriyana Hasyuda Abadi Hawe Setiawan Helvy Tiana Rosa Hendra Makmur Hepi Andi Bastoni Herdiyan Heri KLM Heri Latief Heri Ruslan Herman Hasyim Hermien Y. Kleden Hernadi Tanzil Herry Lamongan Heru Emka Hikmat Gumelar Holy Adib Hudan Hidayat Humam S Chudori I Nyoman Darma Putra I Nyoman Suaka I Tito Sianipar Ian Ahong Guruh IBM. Dharma Palguna Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IDG Windhu Sancaya Iffah Nur Arifah Ignas Kleden Ignasius S. Roy Tei Seran Ignatius Haryanto Ignatius Liliek Ika Karlina Idris Ilham Khoiri Imam Muhtarom Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Rosyid Imron Tohari Indah S. Pratidina Indiar Manggara Indra Tranggono Indrian Koto Insaf Albert Tarigan Ipik Tanoyo Irine Rakhmawati Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Norman Istiqomatul Hayati Iswara N Raditya Iverdixon Tinungki Iwan Gunadi Iwan Nurdaya Djafar Jadid Al Farisy Jakob Sumardjo Jamal D. Rahman Jamrin Abubakar Janual Aidi Javed Paul Syatha Jay Am Jaya Suprana Jean-Paul Sartre JJ. Kusni Joanito De Saojoao Jodhi Yudono John Js Joko Pinurbo Joko Sandur Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Junaidi Abdul Munif Jusuf AN Karya Lukisan: Andry Deblenk Kasnadi Katrin Bandel Kedung Darma Romansha Khairul Mufid Jr Ki Panji Kusmin Kingkin Puput Kinanti Kirana Kejora Ko Hyeong Ryeol Koh Young Hun Komarudin Komunitas Deo Gratias Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias Korrie Layun Rampan Kritik Sastra Kurniawan Kuswaidi Syafi'ie Lathifa Akmaliyah Latief S. Nugraha Leila S. Chudori Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember Lenah Susianty Leon Trotsky Linda Christanty Liza Wahyuninto Lona Olavia Lucia Idayani Luhung Sapto Nugroho Lukman Santoso Az Luky Setyarini Lusiana Indriasari Lutfi Mardiansyah M Syakir M. Faizi M. Fauzi Sukri M. Mustafied M. Yoesoef M.D. Atmaja M.H. Abid M.Harir Muzakki Made Wianta Mahmoud Darwish Mahmud Jauhari Ali Majalah Budaya Jejak Makmur Dimila Malkan Junaidi Maman S Mahayana Manneke Budiman Mardi Luhung Mardiyah Chamim Marhalim Zaini Maria Hartiningsih Mariana Amiruddin Martin Aleida Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masuki M. Astro Media Dunia Sastra Media: Crayon on Paper Mega Vristian Melani Budianta Mezra E Pellondou MG. Sungatno Micky Hidayat Mikael Johani Mikhael Dua Misbahus Surur Moch Arif Makruf Mohamad Fauzi Mohamad Sobary Mohamed Nasser Mohamed Mohammad Takdir Ilahi Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Muhibbuddin Muhammad Nanda Fauzan Muhammad Qodari Muhammad Rain Muhammad Subarkah Muhammad Taufiqurrohman Muhammad Yasir Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun AS Muhyidin Mujtahid Munawir Aziz Musa Asy’arie Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Mustofa W Hasyim N. Mursidi Nafi’ah Al-Ma’rab Naqib Najah Narudin Pituin Naskah Teater Nasru Alam Aziz Nelson Alwi Neni Ridarineni Nezar Patria Ni Made Purnamasari Ni Putu Rastiti Nirwan Ahmad Arsuka Nirwan Dewanto Noval Jubbek Novelet Nunung Nurdiah Nur Utami Sari’at Kurniati Nurdin Kalim Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Obrolan Odhy`s Okta Adetya Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Orhan Pamuk Otto Sukatno CR Pablo Neruda Patricia Pawestri PDS H.B. Jassin Pipiet Senja Pramoedya Ananta Toer Pranita Dewi Prosa Proses Kreatif Puisi Puisi Pertemuan Mahasiswa Puji Santosa Pustaka Bergerak PUstaka puJAngga Putu Fajar Arcana Putu Setia Putu Wijaya R. Timur Budi Raja Radhar Panca Dahana Rahmah Maulidia Rahmi Hattani Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rambuana Ramzah Dambul Raudal Tanjung Banua Redhitya Wempi Ansori Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Ria Febrina Rialita Fithra Asmara Ribut Wijoto Richard Strauss Rida K Liamsi Riduan Situmorang Ridwan Munawwar Galuh Riki Dhamparan Putra Rina Mahfuzah Nst Rinto Andriono Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rita Zahara Riza Multazam Luthfy Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Roland Barthes Romi Zarman Romo Jansen Boediantono Rosidi Ruslani S Prana Dharmasta S Yoga S. Jai S.W. Teofani Sabine Müller Sabrank Suparno Safitri Ningrum Saiful Amin Ghofur Sajak Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sarabunis Mubarok Sartika Dian Nuraini Sastra Using Satmoko Budi Santoso Saut Poltak Tambunan Saut Situmorang Sayuri Yosiana Sayyid Madany Syani Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) Sem Purba Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Shiny.ane el’poesya Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sindu Putra Siti Mugi Rahayu Siti Sa’adah Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Slamet Rahardjo Rais Soeprijadi Tomodihardjo Sofyan RH. Zaid Sohifur Ridho’i Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sonya Helen Sinombor Sosiawan Leak Sri Rominah Sri Wintala Achmad St. Sularto STKIP PGRI Ponorogo Subagio Sastrowardoyo Sudarmoko Sudaryono Sudirman Sugeng Satya Dharma Suhadi Sujiwo Tedjo Sukar Suminto A. Sayuti Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Suryadi Suryanto Sastroatmodjo Susilowati Sutan Iwan Soekri Munaf Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Sutrisno Buyil Syaifuddin Gani Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Winarsho AS Tengsoe Tjahjono Th. Sumartana Theresia Purbandini Tia Setiadi Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto TS Pinang Tu-ngang Iskandar Tulus Wijanarko Udo Z. Karzi Umbu Landu Paranggi Universitas Indonesia Urwatul Wustqo Usman Arrumy Usman Awang UU Hamidy Vinc. Kristianto Batuadji Vladimir I. Braginsky W.S. Rendra Wahib Muthalib Wahyu Utomo Wardjito Soeharso Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Sunarta Weni Suryandari Wiko Antoni Wina Karnie Winarta Adisubrata Wiwik Widayaningtias Yanto le Honzo Yanuar Widodo Yetti A. KA Yohanes Sehandi Yudhis M. Burhanudin Yukio Mishima Yulhasni Yuli Yulia Permata Sari Yurnaldi Yusmar Yusuf Yusri Fajar Yuswinardi Yuval Noah Harari Zaki Zubaidi Zakky Zulhazmi Zawawi Se Zen Rachmat Sugito Zuriati