Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2014

Novel Tak Bertuan

(Expresi diantar­­­­­­­a nilai-nilai moral dan agama)
Awalludin GD Mualif sastra-indonesia.com

Novel sebagai bagian dari karya sastra, mempunyai bentuk dan proses penceritaanya sendiri yang terikat dalam hukum-hukumnya. Proses dan bentuk yang menghasilkan kecemasan, ketakutan serta harapan, sebab akibat, penyampaian gagasan, nilai pesan-pesan dalam frame dan dunia yang diciptakan penulisnya. Seperti Tuhan yang menciptakan semesta, sebagai latar bagi insan, demikian juga manusia (penulis) mencipta karya sastra, dimana unsur sastra menjadi latar bagi para tokoh yang digambarkan oleh penulis.

Puasa dan Peradaban Bangsa

Musa Asy’arie
http://bagusprasetyo.blogspot.com

Marhaban ya Ramadhan. Dengan sukacita umat Islam menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan dengan berpuasa selama satu bulan. Orang tua, kaum muda, dan anak-anak menyambut bulan puasa dengan romantisme sendiri-sendiri. Suatu pengalaman spiritual yang sungguh indah.

Buku dan Pengisahan Proklamasi

Bandung Mawardi *
www.solopos.com, 16 Agu 2012

Sejarah bertaburan kisah. Sejarah memerlukan pengisahan. Indonesia bergerak di arus sejarah. Para pengisah memberi rujukan untuk pembukaan kembali halaman-halaman masa silam.

Kompetensi dan penggunaan bahasa dari para pengisah menentukan keberterimaan atau curiga. Kita justru bisa ada di persimpangan jalan saat para pengisah menyuguhkan perbedaan dan pertentangan.

Belajar Menulis dari Peter Elbow

Kasnadi *
http://sastra-indonesia.com

Peter Elbow adalah Profesor bahasa dan Direktur program Menulis di Universitas Massachusetts. Ia adalah penulis buku berjudul Writing Withaout Teacher: Merdeka dalam Menulis (2007). Sebagai penulis pengalaman empiriknya perlu dielaborasi untuk dijadikan model belajar menulis. Dalam tulisan ini akan dipaparkan kiat empirik yang dilakukan Peter Elbow sebagai penulis.

Puisi dan Korupsi

Putu Setia
Kompas, 06/10/13

Dalam penalaran dualistik biner, di dunia ini hanya ada (orang) yang korupsi dan tidak korupsi. Pada kenyataannya, ada banyak yang tercecer di antara korupsi dan tidak korupsi, ?bahkan terpanggil untuk memberantas korupsi. Si penegak hukum yang tidak korupsi tapi kemaruk menerima hasil korupsi, misalnya, bisa aktif mengatur dakwaan agar terperoleh vonis hukuman ringan atau penataan fasilitas penjara agar si koruptor nyaman.

Pentingnya Sastra di Sebuah Bangsa

Dorothea Rosa Herliany
Kompas, 07/10/13

Frankfurt Book Fair merupakan pameran buku terbesar di dunia, juga salah satu event budaya paling penting di Eropa. Diselenggarakan sekali setahun, pada bulan Oktober (9-13 Oktober). Pameran ini menjadi perhatian ribuan media dan publik di negara-negara berbahasa Jerman, juga di seluruh Eropa, bahkan dunia internasional.

Ketika Sastra Menjadi Senjata

Riduan Situmorang *
http://medanbisnisdaily.com, 28 Mei 2014

PADA berbagai kesempatan saya selalu menegaskan, sastra merupakan ruang publik sekaligus ruang khusus yang tidak bisa dimasuki intrik-intrik politik. sastra juga sebuah imaji yang sangat netral, tidak bergantung pada apa pun, apalagi kalau harus bergantung pada politik. Sastra, bahkan sejak dulu sudah didaulat sebagai sebuah ilmu yang sangat independen yang tidak boleh dicekoki dan dikaburkan, seperti halnya sejarah yang selama ini sering dikaburkan oleh penguasa. Sastra, sesuatu yang benar-benar mandiri.

Narsisme Kritik(us) Kritis Sastra Indonesia

Okta Adetya *
http://preteers.wordpress.com

Kritik sastra dewasa ini menemui titik fleksibilitas, artinya kegiatan kritik sastra mampu mempu mengekor perubahan dalam masyarakat. Lampau, kritik sastra identik dengan terbitnya sebuah buku kritik. Kemudian seiring mencuatnya geliat media massa, muncul kritik sastra dalam koran Minggu, majalah, atau media lain. Era digital tak pelak meniupkan ruh baru, terkait perkembangan pesat internet yang memunculan kritik sastra cyber.

PROSES KREATIF AMING AMINOEDHIN

amingaminoedhin.blogspot.com, 7 Okt 2008

Awal Menulis Puisi
Dalam hal menulis karya sastra, saya, selain lingkungan keluarga yang sangat mendukung, karena banyaknya yang suka membaca dan menulis, juga karena aktivitas di sekolah. Sewaktu di sekolah tingkat SMAN Ngawi (1974-1976), saya aktif ikut membuat majalah dinding. Selain aktif sebagai penulis majalah dinding, beberapa karyaku berupa puisi, saya kirimkan ke berbagai majalah di Jakarta.

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com