Selasa, 01 Desember 2015

BERMULA DARI OBSESI *

Bambang Kempling

Ernest Hemingway dalam novelnya, The Sun Also Rises mempertanyakan mengapa laut tidak pernah penuh. Albert Camus lewat beberapa karya abadinya, terus menerus mempertanyakan tentang kenisbian dunia. Dalam periode tertentu, Rendra mempertanyakan tentang ketidakadilan, Afrizal Malna mempertanyakan ketimpangan sosial. Melalui proses dan jalan panjang, serangkaian pertanyaan itu kemudian mereka perjuangkan jawabannya dalam wujud karya outentik.

Hendak ke Mana Sastra Indonesia?

Korrie Layun Rampan
Harian Analisa, 31 Mei 2015

Apakah sastra Indonesia itu? Siapakah sastra Indonesia itu? Di manakah sastra Indonesia itu? Apakah rumah sastra Indonesia itu? Mau apa sastra Indonesia itu? Hendak ke mana sastra Indonesia itu?

Saya tidak akan menjawab pertanyaan saya sendiri. Saya akan menelusuri sastra Indonesia mutakhir dalam konteks arah atau kecenderungannya pada masa akhir-akhir ini dan masa akan datang. Diakui, sastra futurisme pun juga tidak akan mungkin meramalkan kemana sesungguhnya arah sastra suatu komunitas, suatu etnik, atau sastra suatu bangsa.