Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2011

Pemberontakan Pamuk dan Kecamuk Dua Dunia

Anton Kurnia*
http://www.serambi.co.id/
http://www.pikiran-rakyat.com/

TAK bisa dimungkiri, Orhan Pamuk adalah salah satu sastrawan terdepan dunia saat ini. The New York Times Book Review yang berwibawa itu menulis tentang Pamuk dengan pujian melangit, “Bintang baru telah terbit di Timur: Orhan Pamuk, seorang penulis Turki.”

Pesona Dunia Tulis-Menulis

Yohanes Sehandi *
Flores Pos (Ende), 1 Feb 2010

Dunia tulis-menulis adalah dunia yang memiliki kekhasan dan keunikan yang tidak dimiliki oleh jenis kegiatan atau profesi manapun. Kekhasan dan keunikan inilah yang membuat dunia tulis-menulis atau karang-mengarang menarik minat banyak orang dan tergoda untuk menggelutinya. Kekhasan dan keunikan ini pulalah yang membuat dunia tulis-menulis penuh pesona. Apanya yang pesona? Berikut ini diuraikan secara singkat kepesonaan dunia tulis-menulis atau karang-mengarang.

Pengantar dalam Menjelajahi Kitab Para Malaikat

Hasnan Bachtiar
http://sastra-indonesia.com/

Pengantar dalam menjelajahi Kitab Para Malaikat sebagai suatu karya sastra pada umumnya, adalah hendak mengurai apakah suatu teks berpotensi sebagai kebenaran, kendati bukan merupakan teks keagamaan?

Teks merupakan fenomena yang sedemikian kaya dengan ketakterbatasan makna. Hal ini berlaku bagi teks apapun termasuk teks keagamaan yang berdimensi sakralitas (Northrop Frye, The Great Code: the Bible and Literature). Tetapi pada intinya, teks-teks bahasa sebenarnya adalah sarana untuk mengungkapkan realitas dengan cara tertentu.

Afrizal Malna dan Titarubi: Merajut Cinta Yang Hilang

Sabrank Suparno *
http://sastra-indonesia.com/

Bagi kalangan perteateran dan sastra (puisi), siapa yang tidak mengenal sosok melankolis Afrizal Malna? Tokoh yang disebut-sebut sebagai seniman multidimensi, tajam sebagai seniman, sekaligus peka sebagai sosiolog. Sosok kondang sebagai tokoh kontroversi di era-korup, kolusif terhadap kebijakan orba, sekaligus eksis menjumpai generasi kontemporer setelah rezim orba tumbang.

Salam dari Derrida, Jacques

Radhar Panca Dahana
http://majalah.tempointeraktif.com/

LELAKI tua berambut perak itu menunduk dan mengatupkan bibirnya. Dan ruang dua kali tiga meter dengan terang sekadarnya itu pun senyap, seolah mencoba mengakrabi suasana hati penghuninya. Aku duduk di hadapan, terpaku memandangnya. Begitu segera sepi menyergap lelaki itu. Mata-nya yang keras namun damai mengabarkan satu keteguhan, juga kesendirian. Ingatanku memanggil Hemingway, The Old Man and the Sea. “Monsieur Jacques, Je dois parti,” kataku sambil beranjak.

Radhar Panca Dahana: Gus Dur Jenderal Seni dan Kebudayaan

Yurnaldi
http://oase.kompas.com/

Budayawan Radhar Panca Dahana mengatakan, Gus Dur tidak hanya di masa ia jadi Presiden memberikan perhatian luas ke dunia seni dan kebudayaan, tapi sejak awal tahun 1980-an. Di masa itu, dunia seni dan kebudayaan sebenarnya mendapatkan jenderal baru, yang dengan senjata kata-katanya, rajin memperjuangkan posisi seni dan kebudayaan dalam berbagai sektor hidupnya lainnya, yakni sosial, politik, ekonomi, agama.

Jejak Langkah Dr. Ali Syariati: Sebuah Biografi Perjuangan

Ahmad Y. Samantho
http://www.al-shia.org/

“Sebentar lagi SBY akan jadi gubenur jendral AS negara bagian ke-51. Parpol-parpol Islam ibarat negara teluk yang diperas kekayaan minyaknya. Yang genting sekarang ialah masalah pengkhianatan, bahkan pelacuran intelektual. Diam-diam kita merindukan orang seperti Ali Syariati dan Morales. Bravo mustad’afin.” (Abdul Hadi WM)

Itulah bunyi satire sebuah pesan singkat (SMS) sekitar sebulan yang lalu (31 Mei) kepada penulis, dari salah seorang tokoh budayawan-intelektual terkemuka Indonesia. Dialah Prof.Dr. Abdul Hadi WM, Sastrawan-budayawan sufi dan juga dosen senior di beberapa kampus seperti UI, Universitas Paramadina, The Islamic College, dan lain-lain.

Ungkapan Abdul Hadi, yang dikenal juga sebagai sastrawan sufistik, boleh jadi hanya sebuah opini. Bisa benar bisa tidak. Tergantung dari sudut pandang mana melihatnya. Apalagi di masa gaduh kampanye para capres-cawapres beserta tim suksesnya. Namun demikian Abdul Hadi dikenal non-partisan dan buk…

Pram, Sastra, dan Religiusitas

Asarpin
http://sastra-indonesia.com/

Kebimbangan dan kesaksian yang sehat
lebih baik daripada kepercayaan atau keyakinan yang buta
dan yang hanya baik bagi golongan yang kehilangan akalnya.
Pemujaan pada Tuhan adalah sahabat karib kefanatikan
yang biasanya bergandengan tangan dan tiap kesempatan
dipergunakan mereka untuk membunuh akal
–malakulmaut kemerdekaan berpikir dan kemajuan.
–PRAMOEDYA ANANTA TOER, Masalah Ketuhanan dalam Kesusastraan

Pram seorang realis besar Indonesia abad ke-20. Kecintaan pada dunia realis telah ditunjukkan dalam sebagian besar novelnya. Namun realisme Pram bukan sesuatu yang gepeng atau kering, melainkan sebaliknya; realisme yang percaya pada revolusi seorang diri dengan mendudukkan karya sastra kepada tanggungjawab sosial.

Sebenarnya antara pemikiran Pram dengan Takdir Alisjahbana tentang tanggungjawab dan selera seni berdekatan. Bahkan beberapa gagasan progres Takdir kita temukan dalam esai-esai Pram. Kendati begitu, Pram tentu tak seperti Takdir yang hen…

Dunia Jawa dalam Serat Centhini

Andi Nur Aminah
Republika, 9 Des 2011

Sebagai ensiklopedia, naskah dalam Centhini berisi berbagai pengetahuan dan kehidupan masyakat Jawa yang disajikan dalam bentuk macapat.
SEBUAH tempat makan sederhana menyajikan menu yang unik. Tongseng bajing mlumpat atau tongseng bajing melompat. Biasanya, jenis masakan ini, umumnya menggunakan daging kambing yang dimasak menggunakan kuah berwarna kuning kecokelatan. Rasanya cukup bisa menghangatkan badan dengan perpaduan rempah, seperti kunyit, jahe, bawang merah, bawang putih, dan merica.

Tapi, Waroeng Dhahar Pulo Segaran, yang ada di kawasan Sewon, Bantul, Yogyakarta, menyajikannya lain. Seperti namanya, masakan ini terbuat dari bajing atau tupai. “Saya pernah mencobanya, disarankan oleh teman ke sana karena makanan ini sebagai obat,” ujar Ika Saraswati, seorang ibu asal Bandung. Ibu dua anak ini memiliki penyakit asma yang cukup berat. Menurut Ika, informasi tentang hidangan tongseng tupai ini diperolehnya dari rekannya. “Katanya bagus untuk…

Lawatan Budaya Menggugah Kekuatan Desa

Sabrank Suparno *
http://sastra-indonesia.com/

Perubahan Anda sudah disimpan

Berawal dari grenang-greneng antar seniman yang mengandaikan bagaimana caranya bisa mengekspresikan diri dalam satu forum dan tidak berbelit dengan urusan dana, lembaga dan atau instansi terkait, dari sanalah ide Lawatan Budaya muncul. Kemudian para seniman tersebut menyiasati daya untuk mewujutkan terlaksananya titik sentral ide tersebut. Sertamerta bagi yang ingin terlibat, pletikan kekuatan pun mulai terumus, bahwa tidak ada kata kunci yang jitu, kecuali membakar lemak jiwa dengan sistem‘rewang, soyo, gotongroyong, semua yang terlibat mengikhlaskan energi untuk urun mengisi agenda.

Berangkat dari gejolak kebebasan dan terlaksananya kemampuan berkesenian dimaksud, menandai awal ‘Komunitas Suket Indonesia’ terpanggil untuk terlibat. Namun keterlibatan ‘Suket’ dalam pelaksanaan ini hanyalah sebagai fasilitator yang mewadahi geliat para seniman. Jauh hari sebelumnya, seperti yang diungkapkan salah satu pentola…

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com