Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2011

MUSIK-TARIAN KEABADIAN; EKSTASE DIMABUK CINTA

M.D. Atmaja
http://sastra-indonesia.com/

PENGANTAR

Cinta sebagai sesuatu yang lumrah dalam kehidupan manusia, yang di dalamnya dipenuhi dengan puja-puji atas sesuatu yang dicintai. Hidup yang dipenuhi dengan rasa cinta, membuat kehidupan menjadi lebih indah dan bermakna. Cinta yang menjadikan hidup indah, dan indah di sini tidak mengacu pada keindahan materi, melainkan lebih pada pengaruh dari keindahan rasa yang menentukan eksistensi dari dunia materi. Menurut saya, cinta itu jauh dari apa yang namanya nilai badaniah, karena cinta bersifat ruh yang suci dan membawa manusia pada jalan terang yang memabukkan.

Ibnu Al-Arabi (Shah, 1985: 95) mengungkapkan suatu “Cinta Istimewa” yang mana mampu memilih dalam pengungkapan yang lebih, “keindahan-keindahan semata terdiamkan: sifat kesederhanaan melimpah”. Bahwa cinta itu tidak hanya mengacu pada sesuatu yang indah secara bentuk, namun memberikan nilai yang lebih dari itu. keberadaannya terkadang tersembunyi, karena bersifat ruh dan berada di…

Orang Asing, Sebuah Naskah Teater

Karya: Rodli TL
http://sastra-indonesia.com/

Tokoh

Lurah Guru Modin Orang asing Perempuan Warga

Sinopsis

Adalah konspirasi orang asing dengan lurah. Orang asing membantu lurah untuk merealisasikan janji-janjinya dalam memimpin kampungnya untuk mensejahterakan rakyatnya. Rencana itu disambut baik oleh kebanyakan warga. Terlebih untuk pendidikan gratis, kesejahteraan guru dan modin.

Di tengah perencanaan tersebut, seringkali ibu-ibu merasa ketakutan. Mereka seringkali memahami informasi sepotong-potong tentang nasib anak-anaknya, informasi itu seringkali dikait-kaitkan dengan maraknya penculikan dan penjualan anak, tentang jual beli organ tubuh, dan tentang penyalagunaan asuransi jiwa.

Semua warga dan guru setuju dengan rencana tersebut kecuali pak Modin. Ia satu-satunya orang yang tidak setuju dengan tawaran orang asing itu, karena konpensasinya harus mau menerapkan sistem pendidikan dengan maksud membunuh potensi dan kreatifitas anak-anak, juga dianggap tidak menghargai pekerti yang l…

Takdir Sang Adonis

Asarpin
http://sastra-indonesia.com/

Hidup punya takdirnya sendiri. Dan takdir juga punya ceritanya sendiri.

Pada suatu hari di bawah langit malam, aku berjalan ke negeri mimpi. Di sana aku berjumpa dengan nujuman lama Babilonia, tentang sosok Dewa muda yang tampan bernama Adonis. Riwayat mencatat: Adonis tumbuh menjadi remaja yang cemas memikirkan nasib negerinya yang tak maju-maju. Sejak itu ia banyak merenung dan melontarkan ide-ide yang segar tentang masa depan kehidupan. Pikiran-pikirannya tampak aneh dan asing. Bahkan tak jarang ia menyulut polemik di antara para Dewa lantaran pendapat-pendapatnya dianggap lebih “maju” dari rekan-rekannya.

Wajahnya tampak menggoda. Maka tak heran jika dewi Aphrodite—dewi cinta Babilonia—jatuh cinta padanya. Tapi bukan lantaran itu saja yang membuat Aphrodite tak berdaya ketika dekat dengan Dewa muda ini. Adonis ternyata Dewa yang punya segudang kelebihan di bandingkan Dewa yang lain. Di antara kelebihan itu adalah: keindahan tutur, semangat menc…

Mengungkap Sisi Gelap Karl May

Lusiana Indriasari
Kompas, 2 Januari 2011

”ORANG kulit putih datang dengan senyum manis di wajah, tetapi menyelipkan pisau tajam di pinggang serta senjata api yang siap ditembakkan. Mereka menjanjikan cinta kasih dan perdamaian, tetapi menebar kebencian dan pertumpahan darah”.

Itulah penggalan kalimat yang selalu ditulis Karl May dalam buku-bukunya yang berkisah tentang dunia Barat. Salah satu karya besarnya, antara lain, adalah buku Winnetou yang menceritakan petualangan dan persahabatan kepala suku Indian Apache Winnetou dan orang berkulit putih Old Shatterhand.

Melalui buku-bukunya, penulis asal Jerman yang hidup tahun 1842-1912 ini mampu menyihir anak-anak muda dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, karya-karya Karl May ini sudah dibaca sejak tahun 1911 pada masa kolonial Hindia Belanda. Lalu, pada tahun 1950, buku Karl May mulai diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Buku-buku itu kemudian diterbitkan ulang secara mandiri oleh penggemar Karl May yang bergab…

PLAGIATOR VS PENGARANG

Nurel Javissyarqi
http://sastra-indonesia.com/

Pengarang yang mentalnya teriming-imingi keinginan menjiplak pesona karya para pendahulunya, ialah pengkarya yang tak memiliki keberanian mengeruk kesejatian di tengah peredaran sejarah. Terpedaya laluan kecil, lalu berhamburan bersuka ria, layaknya si bocah menyenangi permainan, tiada keinginan belajar lebih atas realitas. Sebayang-bayang terhapus, kala pamor yang dijiplak meningkatkan sorot cahaya, di siang hari jaman yang didengungkan.

Pilar-pilar keadaban insan tercipta oleh mereka yang sungguh menempuh nasib, bergulat pemahaman masa lalu ke jenjang dimungkinkan. Temuan dari kesadaran waktu dikumandangkan, bersegenap bacaan menguliti jatidiri, sebelum membangun segugus gagasan murni, sepantulan daya hidup menyerap-menggetarkan.

Tak terpungkiri, pergerakan hayat saling belajar, tentu tidak asal caplok menelan mentah sandaran yang ada. Harus menggapai bersemangat kuat, di sini fitroh mengangkat sumber mata air pribadi; tradisi juga wewa…

OLIMPIADE SASTRA: MEMBANGUN PARADIGMA

Maman S Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Olimpiade mulanya dimaksudkan sebagai penghormatan pada Zeus, Dewa Yunani kuno. Perayaan yang diselenggarakan di kota Olympia, Yunani itu sebagai cikal bakal pesta olahraga sejagat yang hingga kini diyakini sebagai perhelatan olahraga paling bergengsi dan reputasional. Pierre de Coubertin yang konon bertindak sebagai orang pertama yang membawa perhelatan itu menjadi olimpiade modern yang diselenggarakan pertama kali di Athena, Yunani tahun 1896. Selepas itu, setiap empat tahun sekali pesta olahraga termegah ini diselenggarakan yang melibatkan lebih dari separoh negara yang berada di jagat raya ini.

Awalnya tentu saja pesta olahraga itu semata-mata dimaksudkan sebagai ajang ujuk kekuatan fisik. Sesiapa pun yang mempunyai fisik yang tangguh dengan kekuatan yang prima, dialah yang kelak bakal jadi jawara. Di dalam perkembangannya, kekuatan fisik semata-mata kerap kali juga kalah oleh taktik dan siasat yang jitu. Maka, kepiawaian meracik sias…

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com