Selasa, 29 Januari 2019

Eksistensi Karya Sastra di Media Massa

Safitri Ningrum *

Zaman beredar menurut aturan dan menghasilkan fungsi. Tidak terkecuali media dan sastra. Keduanya sama-sama memiliki kegunaan masing-masing bagi pemakaianya. sesuatu yang tak berfungsi sama halnya dengan benda mati. Akan terlupakan begitu saja.

Sejak lama diyakini, media adalah perantara pesan. Keyakinan ini terselenggara secara terselubung ataupun terang-terangan. Apa saja kejadian atau hal yang dianggap penting, menarik dan unik dengan mudah bisa dipublikasikan lewat perantara media. Tidak terkecuali karya sastra.

Secara umum media terbagi menjadi tiga yakni media cetak, media elektronik dan media online. Ketiganya menawarkan informasi yang sarat aktualitas dan makna.

Pembaca tentunya kian selektif dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan. Begitu banyak tipe pembaca. Ada yang memang membutuhkan informasi akurat, ada pula hanya sekedar mencari hiburan semata. Salah satu sasaran pembaca yang hanya membutuhkan hiburan atau penyegaran diri adalah tulisan sastra.

Menemukan karya sastra tidak hanya dalam bentuk tekstual tetapi juga bisa dalam bentuk kontekstual. Hal ini berkenaan dengan selera masyarakat penikmat sastra. sastra tidak hanya dapat ditemukan dalam bentuk tulisan seperti puisi, prosa, namun dalam bentuk pertunjukan drama dan film di atas panggung. Kesemua bentuk itu dapat disaksikan lewat media masa.

Kecanggihan teknologi, membuat manusia mudah mendapatkan informasi secara cepat dan tepat. Tidak perlu mencari buku antologi puisi untuk menemukan satu naskah puisi. Lewat browsing internet, hanya butuh waktu beberapa menit sudah bisa kita dapatkan beberapa naskah puisi. Sebab kini internet dapat diakses dimana pun kita berada selama jaringan internet terkoneksi.

Sastra tentu bermanfaat bagi manusia. Pertanyaan seputar apakah sastra itu dan apakah manfaat karya sastra bagi manusia, bila dijabarkan akan rumit. Sadar atau tidak kita telah menjawabnya dengan mengkonsumsi sastra. kita telah bisa membedakan mana tulisan sastra dan nonsastra. Dengan mudah menilai mana karya sastra yang baik dan mana yang tidak.

Sejalan dengan dibutuhkannya karya sastra bagi manusia, maka begitu banyak karya sastra yang dilahirkan. Banyak bermunculan para pujangga, para novelis, para dramawan, para cerpenis yang menciptakan karya yang tentunya berkualitas. Seiring dengan perkembangan zaman, setiap hari kita bisa menyaksikan terbitnya karya-karya baru. Di mana? Tentu saja di media masa.

Beberapa contoh media masa yang setiap hari, minggu, atau bulan mampu menerbitkan karya sastra adalah surat kabar, majalah, tabloid dan sebagainya. Media ini mempublikasikan karya sastra seperti puisi, cerpen, cerbung, cernak, esai, bahkan kritik. Karya-karya yang fresh dan baru yang akan menjadi penyegaran atas beragamnya tulisan seputar berita ekonomi, bencana alam, berita politik, masalah pendidikan dan lain-lain. Karya sastra hadir sebagai oasenya. Sastra terselip di tengah-tengah gersangnya tulisan yang haus akan keestetikaan.

Tidak semua surat kabar, majalah, tabloid media cetak lainnya mengekspos karya sastra. Bahkan juga ada yang tidak memberi ruang sama sekali untuk keberadaan karya sastra. Mungkin karya sastra dianggap tidak akan menjadi sasaran bacaan bagi para pembaca. Media yang seperti ini seakan menganggap karya sastra tidak begitu penting untuk dikonsumsi oleh pembaca. Padalah sastra tidak hanya sekedar tulisan tak bermakna. Karya sastra itu hidup.

Ada sebagian media yang tetap setia memberi ranah kosong untuk keberadaan karya sastra. Media-media ini membantu para sastrawan baik yang senior maupun junior dalam publikasi karyanya. Ada sebagian media yang benar-benar menempatkan karya sastra di tempat yang khusus sehingga layak untuk dibaca. Berarti para media yang selalu menyajikan karya-karya sastra baru menganggap sastra akan dibutuhkan para pembaca.

Pengarang tentunya patut berterima kasih atas pengeksposan karya-karyanya pada media yang mempublikasikan. Lewat perantara media tersebut, karya sastra yang tadinya susah dibaca orang lain kini menjadi mudah. Karya yang tadinya hanya tersirat kini tersurat.

Karya sastra yang dimuat oleh media masa tentu bukan karya asal jadi. Pasti ada proses penyeleksian karya mana yang layak diterbitkan. Sebab hal ini dilakukan guna menjaga kualitas tulisan-tulisan yang terbit di media. Setiap media masa, ingin dianggap bermutu tinggi di mata dunia. Media masa akan begitu selektif dalam memilih tulisan atau karya yang akan ditayangkan atau diterbitkan.

Bahkan ada majalah khusus sastra yang kini masih eksis. Majalah ini bersaing ketat dengan majalah-majalah lain yang tidak memuat karya sastra seutuhnya bahkan yang tidak memuat karya sastra sama sekali. Bersaing dengan majalah-majalah di luar bidang sastra yang sudah memiliki nama besar serta pembaca setia.

Menjadi sorotan penting, media-media yang memberi tempat untuk karya sastra adalah media yang populer. Media yang bersedia memberi tempat bagi karya sastra tidka kalah tenarnya dengan media yang tidak memuat karya sastra sama sekali. Media ini memiliki pembaca setia. Sebab masih begitu manusia yang haus membaca karya sastra. Bahkan tidak hanya para sastrawan, namun juga para pembaca umum.

Sayangnya surat kabar yang menerbitkan karya sastra setiap harinya masih sangat jarang. Ada yang menerbitkan seminggu sekali, ada yang seminggu dua kali menerbitkan karya sastra seperti puisi atau cerpen. Tidak menjadi masalah, sebab sastra adalah tulisan mahal. Mencipta karya sastra tentu butuh daya yang besar dan nilai estetika yang tinggi. Tidak semua orang bisa mencipta karya sastra yang berkualitas.

Tetap eksisnya media-media yang menerbitkan karya sastra berarti eksis pula dunia sastra. Lewat media, sastra bisa dipublikasikan juga bisa dikritik atau diulas pula. Media yang seperti ini membantu sastrawan berada di puncak zona nyamannya. Keduanya sama-sama mendapat keuntungan. Dengan kerjasama antara penulis dan penerbit pasti akan mendapatkan feedback yang positif. Intinya keduanya akan sama-sama sukses.

Keberadaan sastra akan diakui oleh semua kalangan. Tidak hanya sastrawan, pengkaji sastra, pembaca sastra namun juga semua orang yang menyentuh media masa. Karya sastra bukan lagi sesuatu yang sulit didapati. Kini karya sastra yang bermutu ada di mana-mana. Lewat media, karya sastra semakin eksis dengan manis.

*) Penulis mahasiswa semester VIII FKIP UMSU

Tidak ada komentar:

A Rodhi Murtadho A. Azis Masyhuri A. Qorib Hidayatullah A.C. Andre Tanama A.S. Laksana Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi WM Abdul Malik Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Adi Prasetyo Afnan Malay Afrizal Malna Afthonul Afif Aguk Irawan M.N. Agus B. Harianto Agus Himawan Agus Noor Agus R. Sarjono Agus Sri Danardana Agus Sulton Agus Sunyoto Agus Wibowo Ahda Imran Ahmad Fatoni Ahmad Maltup SA Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Musthofa Haroen Ahmad Suyudi Ahmad Syubbanuddin Alwy Ahmad Tohari Ahmad Y. Samantho Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ajip Rosidi Akhmad Sekhu Akmal Nasery Basral Alex R. Nainggolan Alexander G.B. Almania Rohmah Alunk Estohank Amalia Sulfana Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminullah HA Noor Andari Karina Anom Andi Nur Aminah Anes Prabu Sadjarwo Anindita S Thayf Anindita S. Thayf Anitya Wahdini Anton Bae Anton Kurnia Anung Wendyartaka Anwar Nuris Anwari WMK Aprinus Salam APSAS (Apresiasi Sastra) Indonesia Ardus M Sawega Arie MP Tamba Arief Budiman Ariel Heryanto Arif Saifudin Yudistira Arif Zulkifli Arifi Saiman Aris Kurniawan Arman A.Z. Arsyad Indradi Arti Bumi Intaran Ary Wibowo AS Sumbawi Asarpin Asbari N. Krisna Asep Salahudin Asep Sambodja Asti Musman Atep Kurnia Atih Ardiansyah Aulia A Muhammad Awalludin GD Mualif Aziz Abdul Gofar B. Nawangga Putra Badaruddin Amir Bagja Hidayat Bakdi Sumanto Balada Bale Aksara Bambang Agung Bambang Kempling Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Bedah Buku Beni Setia Benni Indo Benny Arnas Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Duka Berita Utama Bernando J Sujibto Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Bonari Nabonenar Bre Redana Brunel University London Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budiman S. Hartoyo Buku Kritik Sastra Bung Tomo Burhanuddin Bella Butet Kartaredjasa Cahyo Junaedy Cak Kandar Caroline Damanik Catatan Cecep Syamsul Hari Cerbung Cerpen Chairil Anwar Chamim Kohari Chavchay Saifullah Cornelius Helmy Herlambang D. Zawawi Imron Dad Murniah Dadang Sunendar Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Danarto Daniel Paranamesa Dante Alighieri David Krisna Alka Deddy Arsya Dedi Pramono Delvi Yandra Deni Andriana Denny Mizhar Dessy Wahyuni Dewan Kesenian Lamongan (DKL) Dewey Setiawan Dewi Rina Cahyani Dewi Sri Utami Dian Hartati Diana A.V. Sasa Dianing Widya Yudhistira Dina Jerphanion Djadjat Sudradjat Djasepudin Djoko Pitono Djoko Saryono Dodiek Adyttya Dwiwanto Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dony P. Herwanto Dorothea Rosa Herliany Dr Junaidi Dudi Rustandi Dwi Arjanto Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Dwijo Maksum E. M. Cioran E. Syahputra Egidius Patnistik Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Darmoko Eko Hendrawan Sofyan Eko Triono Elisa Dwi Wardani Ellyn Novellin Elokdyah Meswati Emha Ainun Nadjib Endro Yuwanto Eriyanti Erwin Edhi Prasetya Esai Evi Idawati F Dewi Ria Utari F. Dewi Ria Utari Fadlillah Malin Sutan Kayo Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fajar Alayubi Fakhrunnas MA Jabbar Fanani Rahman Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fazabinal Alim Fazar Muhardi Felix K. Nesi Festival Sastra Gresik Fikri. MS Frans Ekodhanto Fransiskus X. Taolin Franz Kafka Fuad Nawawi Gabriel García Márquez Gde Artawa Geger Riyanto Gendhotwukir Gerakan Surah Buku (GSB) Ging Ginanjar Gita Pratama Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gufran A. Ibrahim Gunoto Saparie Gusty Fahik H. Rosihan Anwar H.B. Jassin Hadi Napster Halim HD Halimi Zuhdy Hamdy Salad Hamsad Rangkuti Han Gagas Haris del Hakim Hary B Kori’un Hasan Junus Hasnan Bachtiar Hasta Indriyana Hasyuda Abadi Hawe Setiawan Helvy Tiana Rosa Hendra Makmur Hepi Andi Bastoni Herdiyan Heri KLM Heri Latief Heri Ruslan Herman Hasyim Hermien Y. Kleden Hernadi Tanzil Herry Lamongan Heru Emka Hikmat Gumelar Holy Adib Hudan Hidayat Humam S Chudori I Nyoman Darma Putra I Nyoman Suaka I Tito Sianipar Ian Ahong Guruh IBM. Dharma Palguna Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IDG Windhu Sancaya Iffah Nur Arifah Ignas Kleden Ignasius S. Roy Tei Seran Ignatius Haryanto Ignatius Liliek Ika Karlina Idris Ilham Khoiri Imam Muhtarom Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Rosyid Imron Tohari Indah S. Pratidina Indiar Manggara Indra Tranggono Indrian Koto Insaf Albert Tarigan Ipik Tanoyo Irine Rakhmawati Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Norman Istiqomatul Hayati Iswara N Raditya Iverdixon Tinungki Iwan Gunadi Iwan Nurdaya Djafar Jadid Al Farisy Jakob Sumardjo Jamal D. Rahman Jamrin Abubakar Janual Aidi Javed Paul Syatha Jay Am Jaya Suprana Jean-Paul Sartre JJ. Kusni Joanito De Saojoao Jodhi Yudono John Js Joko Pinurbo Joko Sandur Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Junaidi Abdul Munif Jusuf AN Karya Lukisan: Andry Deblenk Kasnadi Katrin Bandel Kedung Darma Romansha Khairul Mufid Jr Ki Panji Kusmin Kingkin Puput Kinanti Kirana Kejora Ko Hyeong Ryeol Koh Young Hun Komarudin Komunitas Deo Gratias Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias Korrie Layun Rampan Kritik Sastra Kurniawan Kuswaidi Syafi'ie Lathifa Akmaliyah Latief S. Nugraha Leila S. Chudori Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember Lenah Susianty Leon Trotsky Linda Christanty Liza Wahyuninto Lona Olavia Lucia Idayani Luhung Sapto Nugroho Lukman Santoso Az Luky Setyarini Lusiana Indriasari Lutfi Mardiansyah M Syakir M. Faizi M. Fauzi Sukri M. Mustafied M. Yoesoef M.D. Atmaja M.H. Abid M.Harir Muzakki Made Wianta Mahmoud Darwish Mahmud Jauhari Ali Majalah Budaya Jejak Makmur Dimila Malkan Junaidi Maman S Mahayana Manneke Budiman Mardi Luhung Mardiyah Chamim Marhalim Zaini Maria Hartiningsih Mariana Amiruddin Martin Aleida Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masuki M. Astro Media Dunia Sastra Media: Crayon on Paper Mega Vristian Melani Budianta Mezra E Pellondou MG. Sungatno Micky Hidayat Mikael Johani Mikhael Dua Misbahus Surur Moch Arif Makruf Mohamad Fauzi Mohamad Sobary Mohamed Nasser Mohamed Mohammad Takdir Ilahi Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Muhibbuddin Muhammad Nanda Fauzan Muhammad Qodari Muhammad Rain Muhammad Subarkah Muhammad Taufiqurrohman Muhammad Yasir Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun AS Muhyidin Mujtahid Munawir Aziz Musa Asy’arie Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Mustofa W Hasyim N. Mursidi Nafi’ah Al-Ma’rab Naqib Najah Narudin Pituin Naskah Teater Nasru Alam Aziz Nelson Alwi Neni Ridarineni Nezar Patria Ni Made Purnamasari Ni Putu Rastiti Nirwan Ahmad Arsuka Nirwan Dewanto Noval Jubbek Novelet Nunung Nurdiah Nur Utami Sari’at Kurniati Nurdin Kalim Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Obrolan Odhy`s Okta Adetya Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Orhan Pamuk Otto Sukatno CR Pablo Neruda Patricia Pawestri PDS H.B. Jassin Pipiet Senja Pramoedya Ananta Toer Pranita Dewi Prosa Proses Kreatif Puisi Puisi Pertemuan Mahasiswa Puji Santosa Pustaka Bergerak PUstaka puJAngga Putu Fajar Arcana Putu Setia Putu Wijaya R. Timur Budi Raja Radhar Panca Dahana Rahmah Maulidia Rahmi Hattani Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rambuana Ramzah Dambul Raudal Tanjung Banua Redhitya Wempi Ansori Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Ria Febrina Rialita Fithra Asmara Ribut Wijoto Richard Strauss Rida K Liamsi Riduan Situmorang Ridwan Munawwar Galuh Riki Dhamparan Putra Rina Mahfuzah Nst Rinto Andriono Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rita Zahara Riza Multazam Luthfy Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Roland Barthes Romi Zarman Romo Jansen Boediantono Rosidi Ruslani S Prana Dharmasta S Yoga S. Jai S.W. Teofani Sabine Müller Sabrank Suparno Safitri Ningrum Saiful Amin Ghofur Sajak Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sarabunis Mubarok Sartika Dian Nuraini Sastra Using Satmoko Budi Santoso Saut Poltak Tambunan Saut Situmorang Sayuri Yosiana Sayyid Madany Syani Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) Sem Purba Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Shiny.ane el’poesya Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sindu Putra Siti Mugi Rahayu Siti Sa’adah Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Slamet Rahardjo Rais Soeprijadi Tomodihardjo Sofyan RH. Zaid Sohifur Ridho’i Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sonya Helen Sinombor Sosiawan Leak Sri Rominah Sri Wintala Achmad St. Sularto STKIP PGRI Ponorogo Subagio Sastrowardoyo Sudarmoko Sudaryono Sudirman Sugeng Satya Dharma Suhadi Sujiwo Tedjo Sukar Suminto A. Sayuti Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Suryadi Suryanto Sastroatmodjo Susilowati Sutan Iwan Soekri Munaf Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Sutrisno Buyil Syaifuddin Gani Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Winarsho AS Tengsoe Tjahjono Th. Sumartana Theresia Purbandini Tia Setiadi Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto TS Pinang Tu-ngang Iskandar Tulus Wijanarko Udo Z. Karzi Umbu Landu Paranggi Universitas Indonesia Urwatul Wustqo Usman Arrumy Usman Awang UU Hamidy Vinc. Kristianto Batuadji Vladimir I. Braginsky W.S. Rendra Wahib Muthalib Wahyu Utomo Wardjito Soeharso Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Sunarta Weni Suryandari Wiko Antoni Wina Karnie Winarta Adisubrata Wiwik Widayaningtias Yanto le Honzo Yanuar Widodo Yetti A. KA Yohanes Sehandi Yudhis M. Burhanudin Yukio Mishima Yulhasni Yuli Yulia Permata Sari Yurnaldi Yusmar Yusuf Yusri Fajar Yuswinardi Yuval Noah Harari Zaki Zubaidi Zakky Zulhazmi Zawawi Se Zen Rachmat Sugito Zuriati