Rabu, 18 Agustus 2010

ZIARAH MANDAR, ZIARAH SASTRA, ZIARAH NUSANTARA

Sabrank Suparno
http://forumsastrajombang.blogspot.com/

Apa yang melebar dari sekedar acara remeh bedah buku? Tanggal 14 Juli 2010 lusa, komunitas Geladak Sastra meneruskan estafet agenda sastranya yang ke-4 : membedah Kumpulan Cerpen Zirah Mandar karya Bustan Basir Maras : cerpenis kelahiran Mandar Sulawesi Barat : propinsi termuda di Indonesia. Enam belas kumpulan cerpen itu dibedah 3 aktor penggiat sastra : Abdul Malik (pengelola Balai Belajar Bersama Banyumili, Mojokerto), Nasrul Ilaihi (Cak Nas) pemerhati budaya dari Dinas Porbupora Jombang dan sastrawati Surabaya Gita Pratama. Masing-masing pembedah mengudal penyerapan makna yang amat sublim terhadap buku Ziarah Mandar.

Cak Nas membagi penilaian kumpulan cerpen ini menjadi 2 peta. Pertama, cerpen Paglao, Perahu-Perahu Berlayar ke Barat, Pak Sholeh, Mbah Sung, Ziarah Mandar, tergolong cerpen beralur datar dan lurus. Suspensi yang dibangun penulis tidak setinggi, bahkan setajam gunung Semeru disbanding gunung Anjasmara. Pada cerpen ini bentuk tidak menjadi esensi, tetapi melepaskan perenungan yang membuat pembacanya seolah mendapat PR tersendiri. Kedua : pada pilihan cerpen Kartu Pos dari Australia, Goresan Noktah Hitam, Lelaki Kamar Mandi, Menanti Keretamu Tiba, Sekedar Menunda Kematia, dan Surat dari Ayah dikemas penulis dengan plot dinamis. Suspensi yang dibangun terasa menggetarkan buhul dan persendian.

Yang menarik dalam cerpen kategori ke 2 di atas, penulis memilih tehnik dengan anding cerita menggantung. Sehingga rasa penasaran membubung dan mengimajinasikan seribu tanya. Dalam cerpen Kartu Pos dari Australia misalnya; Bustan Basir Maras seperti menunutkan keprihatinannya terhadap peristiwa heroik yang menggemparkan Pradisclub di Legian Kuta Bali tanggal 12 September 2002 lalu. Sepenggal kisah tragis yang menewaskan 104 nyawa dan 92 yang diantaranya berwarganegaraan Australia itu direkam Bustan dalam cerpen kartu Pos dari Australia. Ide-ide keprihatinan Bustan seolah menyetarai serentetan shoting sebuah stasiun televisi yang menampilkan Emha Ainun Najib dalam acara ‘refleksi’, dimana durasi komentar Emha Ainun Najib yang tak sampai 5 menit itu, mampu meredahkan kegaduhan politik waktu itu dan sekaligus mampu meluruskan cara berfikir Balians dalam menyikapi intrik politik masa presiden Abdurrahman Wahid waktu itu. Penghargaan salut atas kepiawaian Emha di ungkapkan Rohaniawan Hindu Bali Made Gunung dalam berbagai ceramah di televisi lokal Bali. Disinilah kecerdikan Bustan Basir Maras. Meski empatinya tidak persis meniru Emha, tetapi melalui Kartu Pos dari Australia cukup menjadi medania atas refleksi social yang terjadi.

Penggeledahan lebih komprehensif juga dilakukan Abdul Malik. Penilaian yang dilakukan Cak Malik dari 16 cerpen dalam buku Ziarah Mandar, 5 diantaranya kental dengan budaya lokal Mandar, yakni dalam cerpen Paglao, Perahu-Perahu Berlayar ke Barat, Ziarah Mandar, Damarcinna, dan Tammalarance. Dalam 5 cerpen ini, Bustan lebih memerankan dirinya secara verbal sebagai sosok pejalan jauh yang syarat dengan kegeraman rindu terhadap kampung halaman. Seolah ada yang tak tercatat di langit dan kitab suci, yakni “Rindu Kampung Halaman”. Abdul Malik menjajarkan Bustan Basir Maras dengan deretan penulis Milan Kundera, Julio Costazor, Octavio Paz, Gunter Grass, Carlos Fuentes, Eugene Lonesco yang melatari geliga nostalgia sebagai ‘sumur inspirasi’ tulisannya dari rasa rindu kampung halaman.

Bustan Basir Maras sendiri saat ditanya oleh rekan Inwiardi (penulis Jombang yang hadir) tentang kemungkinannya digalih lebih jauh penyilangan kebudayaan antara Jombang dengan Mandar, lelaki kelahiran Sulawesi Barat itu menjawab : optimismenya penyilangan itu bisa terjadi, sebab selama ini sudah ada kantung-kantung komunitas sastra dan kebudayaan yang sudah dijalin oleh Emha Ainun Najib, Halim HD, dan tokoh lain di pedalaman Cammana, Mandar dan wilayah-wilayah sekitar.

Bedah buku Ziarah Mandar itu di komunitas Geladak Sastra merupakan serentetan serial Bustan keberbagai wilayah di Indonesia : Sumenep, Pamekasan, Surabaya, Jombang dan sedang mempersiapkan dengan jaringan komunitas di Jakarta dan Mandar. Sebab jajaran pemkab Mandar sendiri sudah meminta agar buku itu segera dibedah di kampung halamannya.

Gita Pratama, penyair dari komunitas Esok, Serawung Surabaya ini didapuk sebagai pembicara terakhir, Gita menitik pusatkan bedahannya pada cuplikan “maka ketahuilah kini kekasih, jika aku terus mengadu dan selalu rindu, maka itulah kedekatanku denganmu, tetapi jika terasa kau dekat dan aku malas menyapamu, dan tidak rindu lagi, maka sesungguhnya aku telah jauh darimu. Bermil-mil. Bermusim-musim hingga sejauh gurun-gurun sahara” (Perahu-Perahu Berlayar ke Barat). Perlawanan batin penulis dituangkan dengan kalimat majemuk berlawanan ; jika aku terus mengau dan selalu rindu//jika terAsa kau dekat dan aku malas menyapamu. Disatu sisi, penulis harus bertahan diperantauan, disisi lain penulis prihatin dengan budaya lokal Mandar yang terus tergerus kapitalisme global yang mulai mengeksplorasi tanah kelahirannya, dengan dalih mengangkat bangkai pesawat Lion Air yang raib beberapa tahun lalu.Sebagaimana kegelisahan perantau Jombang yang prihatin dengan proyek perehapan lokasi pemakaman Gus Dur di Ponpes Tebu Ireng yang akan mengganti suasana klasik artistik dan tektur bangunannya dengan eksterior moderen.

Tidak ada komentar:

A Rodhi Murtadho A. Azis Masyhuri A. Qorib Hidayatullah A.C. Andre Tanama A.S. Laksana Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi WM Abdul Malik Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Adi Prasetyo Afnan Malay Afrizal Malna Afthonul Afif Aguk Irawan M.N. Agus B. Harianto Agus Himawan Agus Noor Agus R. Sarjono Agus Sri Danardana Agus Sulton Agus Sunyoto Agus Wibowo Ahda Imran Ahmad Fatoni Ahmad Maltup SA Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Musthofa Haroen Ahmad Suyudi Ahmad Syubbanuddin Alwy Ahmad Tohari Ahmad Y. Samantho Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ajip Rosidi Akhmad Sekhu Akmal Nasery Basral Alex R. Nainggolan Alexander G.B. Almania Rohmah Alunk Estohank Amalia Sulfana Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminullah HA Noor Andari Karina Anom Andi Nur Aminah Anes Prabu Sadjarwo Anindita S Thayf Anindita S. Thayf Anitya Wahdini Anton Bae Anton Kurnia Anung Wendyartaka Anwar Nuris Anwari WMK Aprinus Salam APSAS (Apresiasi Sastra) Indonesia Ardus M Sawega Arie MP Tamba Arief Budiman Ariel Heryanto Arif Saifudin Yudistira Arif Zulkifli Arifi Saiman Aris Kurniawan Arman A.Z. Arsyad Indradi Arti Bumi Intaran Ary Wibowo AS Sumbawi Asarpin Asbari N. Krisna Asep Salahudin Asep Sambodja Asti Musman Atep Kurnia Atih Ardiansyah Aulia A Muhammad Awalludin GD Mualif Aziz Abdul Gofar B. Nawangga Putra Badaruddin Amir Bagja Hidayat Bakdi Sumanto Balada Bale Aksara Bambang Agung Bambang Kempling Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Bedah Buku Beni Setia Benni Indo Benny Arnas Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Duka Berita Utama Bernando J Sujibto Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Bonari Nabonenar Bre Redana Brunel University London Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budiman S. Hartoyo Buku Kritik Sastra Bung Tomo Burhanuddin Bella Butet Kartaredjasa Cahyo Junaedy Cak Kandar Caroline Damanik Catatan Cecep Syamsul Hari Cerbung Cerpen Chairil Anwar Chamim Kohari Chavchay Saifullah Cornelius Helmy Herlambang D. Zawawi Imron Dad Murniah Dadang Sunendar Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Danarto Daniel Paranamesa Dante Alighieri David Krisna Alka Deddy Arsya Dedi Pramono Delvi Yandra Deni Andriana Denny Mizhar Dessy Wahyuni Dewan Kesenian Lamongan (DKL) Dewey Setiawan Dewi Rina Cahyani Dewi Sri Utami Dian Hartati Diana A.V. Sasa Dianing Widya Yudhistira Dina Jerphanion Djadjat Sudradjat Djasepudin Djoko Pitono Djoko Saryono Dodiek Adyttya Dwiwanto Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dony P. Herwanto Dorothea Rosa Herliany Dr Junaidi Dudi Rustandi Dwi Arjanto Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Dwijo Maksum E. M. Cioran E. Syahputra Egidius Patnistik Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Darmoko Eko Hendrawan Sofyan Eko Triono Elisa Dwi Wardani Ellyn Novellin Elokdyah Meswati Emha Ainun Nadjib Endro Yuwanto Eriyanti Erwin Edhi Prasetya Esai Evi Idawati F Dewi Ria Utari F. Dewi Ria Utari Fadlillah Malin Sutan Kayo Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fajar Alayubi Fakhrunnas MA Jabbar Fanani Rahman Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fazabinal Alim Fazar Muhardi Felix K. Nesi Festival Sastra Gresik Fikri. MS Frans Ekodhanto Fransiskus X. Taolin Franz Kafka Fuad Nawawi Gabriel García Márquez Gde Artawa Geger Riyanto Gendhotwukir Gerakan Surah Buku (GSB) Ging Ginanjar Gita Pratama Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gufran A. Ibrahim Gunoto Saparie Gusty Fahik H. Rosihan Anwar H.B. Jassin Hadi Napster Halim HD Halimi Zuhdy Hamdy Salad Hamsad Rangkuti Han Gagas Haris del Hakim Hary B Kori’un Hasan Junus Hasnan Bachtiar Hasta Indriyana Hasyuda Abadi Hawe Setiawan Helvy Tiana Rosa Hendra Makmur Hepi Andi Bastoni Herdiyan Heri KLM Heri Latief Heri Ruslan Herman Hasyim Hermien Y. Kleden Hernadi Tanzil Herry Lamongan Heru Emka Hikmat Gumelar Holy Adib Hudan Hidayat Humam S Chudori I Nyoman Darma Putra I Nyoman Suaka I Tito Sianipar Ian Ahong Guruh IBM. Dharma Palguna Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IDG Windhu Sancaya Iffah Nur Arifah Ignas Kleden Ignasius S. Roy Tei Seran Ignatius Haryanto Ignatius Liliek Ika Karlina Idris Ilham Khoiri Imam Muhtarom Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Rosyid Imron Tohari Indah S. Pratidina Indiar Manggara Indra Tranggono Indrian Koto Insaf Albert Tarigan Ipik Tanoyo Irine Rakhmawati Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Norman Istiqomatul Hayati Iswara N Raditya Iverdixon Tinungki Iwan Gunadi Iwan Nurdaya Djafar Jadid Al Farisy Jakob Sumardjo Jamal D. Rahman Jamrin Abubakar Janual Aidi Javed Paul Syatha Jay Am Jaya Suprana Jean-Paul Sartre JJ. Kusni Joanito De Saojoao Jodhi Yudono John Js Joko Pinurbo Joko Sandur Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Junaidi Abdul Munif Jusuf AN Karya Lukisan: Andry Deblenk Kasnadi Katrin Bandel Kedung Darma Romansha Khairul Mufid Jr Ki Panji Kusmin Kingkin Puput Kinanti Kirana Kejora Ko Hyeong Ryeol Koh Young Hun Komarudin Komunitas Deo Gratias Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias Korrie Layun Rampan Kritik Sastra Kurniawan Kuswaidi Syafi'ie Lathifa Akmaliyah Latief S. Nugraha Leila S. Chudori Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember Lenah Susianty Leon Trotsky Linda Christanty Liza Wahyuninto Lona Olavia Lucia Idayani Luhung Sapto Nugroho Lukman Santoso Az Luky Setyarini Lusiana Indriasari Lutfi Mardiansyah M Syakir M. Faizi M. Fauzi Sukri M. Mustafied M. Yoesoef M.D. Atmaja M.H. Abid M.Harir Muzakki Made Wianta Mahmoud Darwish Mahmud Jauhari Ali Majalah Budaya Jejak Makmur Dimila Malkan Junaidi Maman S Mahayana Manneke Budiman Mardi Luhung Mardiyah Chamim Marhalim Zaini Maria Hartiningsih Mariana Amiruddin Martin Aleida Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masuki M. Astro Media Dunia Sastra Media: Crayon on Paper Mega Vristian Melani Budianta Mezra E Pellondou MG. Sungatno Micky Hidayat Mikael Johani Mikhael Dua Misbahus Surur Moch Arif Makruf Mohamad Fauzi Mohamad Sobary Mohamed Nasser Mohamed Mohammad Takdir Ilahi Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Muhibbuddin Muhammad Nanda Fauzan Muhammad Qodari Muhammad Rain Muhammad Subarkah Muhammad Taufiqurrohman Muhammad Yasir Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun AS Muhyidin Mujtahid Munawir Aziz Musa Asy’arie Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Mustofa W Hasyim N. Mursidi Nafi’ah Al-Ma’rab Naqib Najah Narudin Pituin Naskah Teater Nasru Alam Aziz Nelson Alwi Neni Ridarineni Nezar Patria Ni Made Purnamasari Ni Putu Rastiti Nirwan Ahmad Arsuka Nirwan Dewanto Noval Jubbek Novelet Nunung Nurdiah Nur Utami Sari’at Kurniati Nurdin Kalim Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Obrolan Odhy`s Okta Adetya Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Orhan Pamuk Otto Sukatno CR Pablo Neruda Patricia Pawestri PDS H.B. Jassin Pipiet Senja Pramoedya Ananta Toer Pranita Dewi Prosa Proses Kreatif Puisi Puisi Pertemuan Mahasiswa Puji Santosa Pustaka Bergerak PUstaka puJAngga Putu Fajar Arcana Putu Setia Putu Wijaya R. Timur Budi Raja Radhar Panca Dahana Rahmah Maulidia Rahmi Hattani Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rambuana Ramzah Dambul Raudal Tanjung Banua Redhitya Wempi Ansori Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Ria Febrina Rialita Fithra Asmara Ribut Wijoto Richard Strauss Rida K Liamsi Riduan Situmorang Ridwan Munawwar Galuh Riki Dhamparan Putra Rina Mahfuzah Nst Rinto Andriono Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rita Zahara Riza Multazam Luthfy Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Roland Barthes Romi Zarman Romo Jansen Boediantono Rosidi Ruslani S Prana Dharmasta S Yoga S. Jai S.W. Teofani Sabine Müller Sabrank Suparno Safitri Ningrum Saiful Amin Ghofur Sajak Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sarabunis Mubarok Sartika Dian Nuraini Sastra Using Satmoko Budi Santoso Saut Poltak Tambunan Saut Situmorang Sayuri Yosiana Sayyid Madany Syani Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) Sem Purba Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Shiny.ane el’poesya Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sindu Putra Siti Mugi Rahayu Siti Sa’adah Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Slamet Rahardjo Rais Soeprijadi Tomodihardjo Sofyan RH. Zaid Sohifur Ridho’i Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sonya Helen Sinombor Sosiawan Leak Sri Rominah Sri Wintala Achmad St. Sularto STKIP PGRI Ponorogo Subagio Sastrowardoyo Sudarmoko Sudaryono Sudirman Sugeng Satya Dharma Suhadi Sujiwo Tedjo Sukar Suminto A. Sayuti Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Suryadi Suryanto Sastroatmodjo Susilowati Sutan Iwan Soekri Munaf Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Sutrisno Buyil Syaifuddin Gani Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Winarsho AS Tengsoe Tjahjono Th. Sumartana Theresia Purbandini Tia Setiadi Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto TS Pinang Tu-ngang Iskandar Tulus Wijanarko Udo Z. Karzi Umbu Landu Paranggi Universitas Indonesia Urwatul Wustqo Usman Arrumy Usman Awang UU Hamidy Vinc. Kristianto Batuadji Vladimir I. Braginsky W.S. Rendra Wahib Muthalib Wahyu Utomo Wardjito Soeharso Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Sunarta Weni Suryandari Wiko Antoni Wina Karnie Winarta Adisubrata Wiwik Widayaningtias Yanto le Honzo Yanuar Widodo Yetti A. KA Yohanes Sehandi Yudhis M. Burhanudin Yukio Mishima Yulhasni Yuli Yulia Permata Sari Yurnaldi Yusmar Yusuf Yusri Fajar Yuswinardi Yuval Noah Harari Zaki Zubaidi Zakky Zulhazmi Zawawi Se Zen Rachmat Sugito Zuriati