Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2014

Kritik Sastra Yang Menghamba Pada Kekuasaan

Katrin Bandel *
boemipoetra.wordpress.com

Nothing in my view is more reprehensible than those habits of mind in the intellectual that induce avoidance, that characteristic turning away from a difficult and principled position which you know to be the right one, but which you decide not to take. (Edward Said)

DUNIA PENULIS YOGYAKARTA

M.H. Abid *
komunitassastra.wordpress.com

Dialog on-air Jogja Realitas yang digelar Radio Eltira FM pada 23 Maret 2007 lalu mengangkat topik “Jogja Kota Buku”. Dialog tersebut menghadirkan pihak penerbit, distributor, dan toko buku—pihak yang dianggap menunjang konsep Kota Buku. Sayang, selain tidak dihadirkan, pihak penulis dan dunia kepenulisan di Yogyakarta tidak disinggung dalam dialog itu. Apakah penulis dan dunia kepenulisan bukan unsur penunjang Kota Buku? Atau apakah Yogyakarta tidak menunjang bagi tumbuh dan berkembangnya dunia penulisan?

Pesona Pram di Asia Tenggara

Iswara N Raditya
MelayuOnline.com

Nama besar Pramoedya Ananta Toer memang sudah kesohor ke seluruh pelosok bumi. Lantas, bagaimana pesona Pramoedya di wilayah Asia Tenggara? Apakah jejak-jejak Pramoedya di rumpun Melayu itu juga jelas terpacak? Tema inilah yang menjadi perbincangan menarik dalam seminar bertajuk “Pramoedya Ananta Toer di Asia Tenggara” yang diselenggarakan Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) Universitas Gajah Mada (UGM), Selasa, 19 Mei 2009, yang lalu.

Buku dan Semangat Mencerdaskan Bangsa

Akhmad Sekhu *
kompasiana.com/akhmadsekhu

Dalam buku Tempat-tempat Imajiner: Perlawatan ke Dunia Sastra Amerika terbitan Yayasan Obor Indonesia terjemahan Sori Siregar, Erwin Yusbar Salim, Ayu Utami, terdapat sebuah cerita, dimana Michael Pearson, penulis buku tersebut, tidak sengaja mendengar obrolan anaknya dengan sekelompok temannya. Mereka membicarakan pekerjaan ayah masing-masing. Ia ingat betul anaknya berkata, “Pekerjaan ayahku membaca buku.” Ia menyesal karena ia tidak mampu mengatakan sesuatu yang lebih menarik atau lebih mempunyai alasan kuat daripada mengatakan itu.

Memperkenalkan Sastra Asia Tenggara ke Pentas Dunia

Iffah Nur Arifah
radioaustralia.net.au 24 March 2014

Karya Sastra di Asia Tenggara berkembang pesat dan mampu menghasilkan karya berkelas dunia. Namun karya-karya tersebut belum banyak dikenal. Penyelenggaraan ASEAN Literary Festival (Festival Sastra ASEAN) mendorong kesadaran perlunya usaha bersama untuk mempromosikan karya-karya ini ke dunia internasional.

Menulis Teori di Tengah Tradisi Lisan

Dr. Faruk HT
http://www.jalasutra.com

Linguistik modern yang dipelopori Ferdinand de Saussure, dengan teorinya mengenai kearbitreran tanda bahasa, telah menumbuhkan pelbagai pandangan baru, bukan saja perihal pemahaman mengenai karya sastra, melainkan juga pemahaman mengenai pelbagai aspek kehidupan, termasuk apa yang disebut dengan realitas. Dalam pandangan baru ini, aktivitas pemahaman dipercaya tidak pernah bebas dari sikap apriori, prasangka, dan seperangkat cara pemahaman yang sudah ada dalam pikiran subjek yang memahami. Dengan kata lain, pandangan baru ini menyangkal sama sekali kemungkinan adanya pemahaman yang bersifat spontan, bersih dari pelbagai bentuk prasangka.

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com