Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2012

Tagore, Kemerdekaan dan Tuhan Dalam Hati

Judul : Rabindranath Tagore, Puisi Sepanjang Masa
Penulis : IBG Agastia, IBM Dharma Palguna, Swami Rama, Narayan Champawat, Nyoman Tustthi Eddy, I Wayan Westa
Penyunting: I Wayan Westa dan Ni Made Tisnawati
Penerbit : Yayasan Dharma Sastra Denpasar 2002
Tebal : i-ix, 185 halaman
Peresensi : Mas Ruscitadewi
http://www.balipost.co.id/

MATINYA SANG PENGARANG

Roland Barthes *
Diterjemahkan: Nur Utami Sari’at Kurniati
http://mahayana-mahadewa.com/

Dalam tulisan Sarrasine Balzac, yang bertutur tentang seorang castrato yang diibaratkan sebagai wanita, tertulis: “Dia seorang wanita, dengan ketakutan, gagasan-gagasan yang tak masuk akal, kekhawatiran yang hanya berdasar insting, keberanian yang tanpa memperhitungkan konsekuensi, ketertarikan berlebihan akan hal-hal kecil, dan sensibilitas yang tinggi.” Siapa yang mengatakan itu?

YANG DIRENGKUH DAN BERLABUH

Suryanto Sastroatmodjo
http://sastra-indonesia.com/

1.
Sebuah roman adat istiadat Jawa yang ditulis alam bahasa Indonesia yang apik oleh Arti Purbani (nama samara BRAy. Siti Partini Djajadiniingrat) berjudul “Widyawati”(1949) mengisahkan seorang gadis jelita dari kalangan rakyat, Widyawati alias Widati, yang memiliki ketabahan luar biasa dan gemar berprihatin buat mencapai cita-cita luhurnya.

Melampaui Kritik Sastra Baru yang Terbaru

Hasnan Bachtiar *
http://sastra-indonesia.com/

Aku ingin meletakkan sekuntum sajak di makam nabi, supaya sejarah menjadi jinak dan mengirim sepasang merpati – Kuntowijoyo –

UPAYA susastra seorang sastrawan, adalah aktivitas sejarah. Betapapun di era kontemporer ini marak dikumandangkan karya sastra yang dianggap otonom, maka penulis sastra tidak pernah terbang dari bumi di mana ia berpijak.

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com