Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2012

Clifford Geertz, Teori Kebudayaan, dan Studi Indonesia

Ignas Kleden
http://jehovahsabaoth.wordpress.com/

Pada 31 Oktober 2006 Clifford Geertz meninggal dunia dalam usia 80 tahun. Menurut pengakuannya sendiri, dari usia yang panjang itu 10 tahun lebih dihabiskannya dalam penelitian lapangan (di Jawa, Bali, Maroko) dan 30 tahun digunakannya untuk menulis tentang hasil-hasil penelitiannya, dengan tujuan menyampaikan pesona studi kebudayaan kepada orang-orang lain.

Umar Kayam: Pokok dan Tokoh

Bandung Mawardi
Kedaulatan Rakyat, 24 Mei 2oo9

Umar Kayam (1932 - 2002) adalah pokok dan tokoh dalam sastra, seni, kebudayaan, dan ilmu sosial. Nama ini menjadi bab penting dalam biografi kebudayaan Indonesia. Tokoh ini memang moncer untuk pelbagai hal dan memberi “sihir wacana” untuk publik. Orang berhak membaca dan menilai Umar Kayam karena cerpen Seribu Kunang-Kunang di Manhattan, novelet Sri Sumarah dan Bawuk, novel Para Priyayi, dan novel Jalan Menikung. Orang berhak mengenali secara intim sosok Umar Kayam dalam kumpulan kolom Mangan Ora Mangan Kumpul, Sugih Tanpa Banda, Madhep Ngalor Sugih Madhep Ngidul Sugih, dan Satrio Piningit ing Kampung Pingit.

Wangi Bunga Di Atas Makam

Sabrank Suparno
http://sastra-indonesia.com/

Mendamba, adalah puncak do’a bathin nan serius, yang dilakukan orang tua pada anaknya, guru pada muridnya, dosen terhadap mahasiswanya, kiai pada santrinya, agar kelak anak didik dan anak asuhnya menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama. Tak heran jika kemudian para orang tua rela mengucurkan jutaan rupiah demi pendidikan anaknya, dengan harapan agar kelak di kemudian hari tidak bernasib seperti bapaknya. Namun tentu saja lebih baik dari segi apapun; moral, intelektual, spiritual sebagai harkat martabat hidupnya.

Nuklir Kalam Günter Grass

Yusmar Yusuf
http://www.riaupos.co/

Puisi, lebih kuasa dari peluru. Bahkan bom nuklir sekalipun. Bapa bangsa Jerman, masih zaman Prusia raya sebagian besar adalah penyair. Prusia beralih menjadi Jerman hari ini berkat para penyair dan seniman besar. Tersebut Fichte, Goethe, dan tersedia pula nama Schiller. Begitu pula Indonesia hadir menyeruak bak bunga mekar di taman tropis berkat rangkaian puisi yang jalin berjalin, berumpun dan bertandan dari waktu ke waktu.

John H. Mc Glynn, 40 Tahun Geluti Sastra Indonesia

Ujung Tombak Karya Sastra Indonesia Terjemahan
Siti Mugi Rahayu
http://www.indopos.co.id/

Mempromosikan sastra dan budaya Indonesia melalui penerjemahan karya-karya satra Indonesia ke luar negeri, dilakukan John H. Mc Glynn guna membangkitkan pertumbuhan dan perkembangan sastra Indonesia.

Sosok berambut putih dan berkumis berwarna senada denngan rambutnya, ditambah lagi, wajahnya yang bule dan fasih berbahasa Indonesia membuatnya begitu mudah dikenali. Rupanya pria asal Wisconsin, USA ini sudah 40 tahun menetap di Indonesia. John H. Mc Glynn mendirikan Yayasan Lontar yang merupakan ujung tombak penerjemahan karya-karya penulis Indonesia dan membawanya melanglang buana ke luar negeri, terutama negara-negara berbahasa utama Bahasa Inggris (Australia, Amerika, dan Inggris).

SEMALAM DI MACAU Menyebar Virus Menulis Bersama Sastri Bakry

Pipiet Senja
http://www.padangmedia.com/

Jadwal mengunjungi shelter (semacam rumah singgah) Matim di Macau akhirnya tiba jua. Berangkat dari kawasan Haven Street, sekitar pukul 11.00 waktu Hong Kong, ditemani empat orang, yakni; Ustaz Abdul Ghofur dan istrinya Melani, Sastri Bakry dan putrinya Ranti.

Tujuan kami tentu saja bukan hendak menghamburkan uang di casino atau ladang-ladang judi lainnya. Ini boleh dikatakan merupakan perjalanan unik, mengemban misi kemanusiaan, setidaknya demikian menurut persepsi saya. Intinya mengunjungi shelter, tempat para perantau Indonesia yang sedang tertimpa musibah di Macau. Tempatnya bernama Matim, Majlis Taklim Indonesia di Macau.

Nilai Dunia Tulis-Menulis

Yohanes Sehandi *
__Flores Pos (Ende) 5 Mei 2012

Dalam dunia modern seperti sekarang ini, kegiatan tulis-menulis atau karang-mengarang mempunyai kaitan erat dengan kegiatan rutin/harian seseorang, baik sebagai kegemaran atau hobi maupun sebagai bidang kerja atau profesi.

Tentang hobi dan profesi ini, The Liang Gie dalam bukunya Pengantar Dunia Karang-Mengarang (1992) menyatakan: Setiap orang untuk kegairahan hidupnya perlu mempunyai suatu kegemaran atau hobi, sedangkan untuk kelangsungan hidupnya harus memiliki suatu bidang kerja atau profesi. Hobi yang digeluti dengan penuh kegembiraan, membuat hidup ini menarik hati, dan profesi yang dijalani dengan penuh rasa tanggung jawab, membuat hidup ini mengandung arti!

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com